
Lagi asyik melihat baju itu, mereka di kejutkan oleh pramugari di butik itu. Pramugari di butik itu bertanya apa ada yang ingin di beli. Mereka hanya menjawab hanya ingin melihat-melihat saja. Pramugari itu pun langsung marah dan menghina mereka.
Britney: Maksud kamu bicara seperti itu apa?
Jean: Sudah Britney kamu jangan marah.
Britney: Dia menghina kita Jean. Kamu baru jadi pramugari saja sudah sombong sekali.
Teman pramugari yang satu pun datang.
"Ada apa ini?"
Britney: Teman kamu sangat sombong sekali,ingin lihat beberapa baju pun tidak boleh.
"Harga baju di sini mahal-mahal. Kalo sampai rusak kalian sanggup bayar...???"
Jean: Maaf. Kami kan tidak merusak nya,hanya ingin lihat. Bagaimana cara nya melihat barang kalo tidak di sentuh.....???
"Sudah. Maaf nona,yang di bilang teman aku itu benar. Lebih baik kalian ke butik yang lain saja."
Britney: Aku kira datang yang lain lebih berpendidikan, ternyata lebih tidak berbobot. Jangan kan satu helai baju ini, bahkan 10 helai pun kami sanggup.
"Dasar orang miskin."
Tiba-tiba saja mananger mereka pun datang.
"Ada apa ini..???"
"Mereka orang miskin Bu. Mereka tidak sanggup beli, tapi,ingin merusak pakaian yang ada di sini."
Britney: Hei, lancang sekali kamu berbicara,mana yang kami rusak???
"Maaf,lebih baik kalian ke luar saaja dari sini, silahkan ke toko yang lain saja. Tolong jangan ganggu costumer yang lain nya."
Britney: Pantas karyawan di sini tidak ada sopan nya,mananger nya saja tidak berpendidikan.
__ADS_1
Mananger itu marah,dia ingin menampar Britney. Saat dia ingin menampar Britney, tiba-tiba saja ada yang datang.
Tante Jennie: Berani kamu menamparnya,aku pastikan kamu di pecat.
" Nona Jennie. Maaf, mereka hanya orang miskin. Nona silahkan pilih-pilih yang ingin anda beli."
Tante Jennie: Bukan saya yang ingin belanja,tapi, mereka. Kamu tahu siapa mereka....???
"Tidak nona."
Tante Jennie: Mereka adalah keponakan saya. Kamu bilang mereka miskin,itu arti nya saya miskin.
"Maaf,nona. Saya tidak tahu kalo mereka itu keponakan anda. Saya akan minta maaf."
Mereka pun meminta maaf kepada Jean dan Britney.
Tante Jennie: Kalian pilih yang ingin kalian beli.
Jean: Tante kenapa ada di sini.
Tiba-tiba saja ada sosok laki-laki yang menghampiri mereka.
"Hai"
"Hai juga"
"Mereka siapa sayang?"
Jean: Sayang...??
Tante Jennie: Ya,ini nama nya Steven. Steven ini Jean dan ini Britney.
Jean: Hai. Tante jangan-jangan lagi kencan,ya...??
Steven: Ya,benar sekali.
__ADS_1
Tante Jennie: Aigo,kamu gak bisa tutup mulut,ya.
Steven: Tapi kan yang di bilang mereka benar.
Tante Jennie: Sudah lah. Jean, Britney pilih lah yang ingin kalian beli.
Jean: Aku tidak ingin beli di sini. Di butik ini barang nya murahan dan tidak ada kwalitas nya sama sekali. Sama seperti yang menjaga butik ini.
" Tolong maafkan kami."
Tante Jennie: Kalian benar-benar keterlaluan. Kalian lihat,apa yang akan di lakukan oleh Direktur kalian. Sudah,ayo kita pergi dari sini. Kita cari tempat lain.
"Tapi,nona Jennie. Maafkan kami."
Tante Jennie: Kalian itu sudah keterlaluan kepada costumer. Jadi,kalo bukan mereka keponakan saya,pasti kalian menghina costumer lainkan...???
" Maaf nona Jennie"
Steven: Sudah sayang. Lebih baik kita cari di tempat lain.
Mereka pun segera meninggalkan butik itu.....
Steven: Sayang,kamu jangan marah-marah.
Tante Jennie: Bagaimana aku tidak marah. Mereka sudah menghina keponakan aku.
Steven: Sayang, daripada kamu marah. Lebih baik kamu telepon direktur nya. Agar mereka di tegur.
Jean: Ya,tante. Tante jangan marah lagi. Kami udah gak apa-apa kok. Tadi lebih baik tenang.
Tante Jennie: Jean,kalo tante tadi gak datang, mungkin manager kecil itu sudah menampar pipi Britney. Tante benar-benar kesal jadi nya.
Britney: Sudah tante. Britney udah gak marah.
Bersambung....
__ADS_1