CINTA SEORANG JANDA

CINTA SEORANG JANDA
CINTA SEORANG JANDA 47


__ADS_3

Papa dan mama Britney merasa mereka keterlaluan. Mereka pun menyusun rencana untuk memberi pelajaran untuk mereka.


Mama Jean: Angel, Charlie aku ke sana dulu


"Ok.


Britney: Papa,mama nanti aku telepon papa dan mama saat kami udah nyampe di restoran itu.


"Ok,sayang"


Britney pun segera menghampiri mereka.


Jean: Orang tua kamu mana?


Britney: Mereka buru-buru pulang,ada urusan mendesak.


Jean: Oh,gitu,ya.


Saat asyik berbelanja Sasha berusaha ingin dekat dengan Jean. Tapi,Jean berusaha untuk menjauh dari nya. Jean,lebih lengket dengan teman-teman nya. Saat Jean lagi memilih pakaian, Sasha menghampiri Rara.


Sasha: Kalian itu gak cocok berteman dengan Jean.


Rara: Maksud kamu apa?


Sasha: Karena kamu itu miskin. Lihat semua barang yang kamu pakai,semua nya barang murahan.


Rara: Kamu barusan menghina barang-barang yang aku pakai ini. Kamu tahu tidak semua ini di belikan oleh Jean. Menurut mu bagaimana jika Jean tahu kalo kamu menghina semua barang pilihan nya?


Sasha: Apa? Aku tidak percaya dengan omongan orang miskin kayak kamu.


Rara: Ya,udah percaya atau gak terserah kamu.


Rara pun pergi meninggalkan Sasha. Di belakang Sasha,Jean sudah tidak bisa menahan emosi nya. Tante Jennie pun menghampiri nya dan menyuruh nya untuk bersabar.

__ADS_1


Tante Jennie: Waktu nya kita membayar ke kasir.


Nia: Ok,tante Jennie.


Mama Jean: Ini semua biar om yang membayar nya.


Nia:Ok


Sasha: Gak tahu malu, nyusahin orang.


Nia: Kenapa iri,ya? Gak pernah di belanjain orang kaya,ya?


Sasha: Ngpain iri,aku kan udah kaya.


Lisa pun datang dan sambil menepuk pundak Sasha.


Lisa: Kekayaan mu hanya akan sampai di sini aja,ingat kata-kata aku.


Mereka pun membayar semua belanjaan yang telah mereka pilih. Sambil berjalan meninggalkan toko, papa Sasha pun mengajak mereka makan bareng.


Papa Jean: Ya


Mereka pun segera menuju ke restoran yang ingin mereka datangin.


Sasha: Pasti kalian belum pernah makan di restoran semahal ini kan?


Nia: Terserah kamu saja.


Mereka pun mengambil tempat duduk mereka.


Papa Sasha: Nak Jean,duduk di sini aja?


Sasha: Ya,Jean. Gak usah gabung dengan rakyat jelata deh.

__ADS_1


Jean: Saya lebih tertarik duduk dengan rakyat jelata daripada duduk dengan orang sok kaya yang tidak punya etika dan sopan santun dan juga yang punya pendidikan rendahan.


Mama Sasha: Maksud omongan nak Jean apa,ya?


Papa Jean: Anda tidak dengar omongan anak saya?


Papa Sasha: Maaf,Pak William maksud omongan Anda bagaimana,ya? Kita ke sini itu ingin makan bersama dan membahas masalah kerja sama kita,Pak.


Mama Sasha: Benar yang di bilang suami saya,Pak. Lebih baik pak kita usir aja orang miskin itu.


Papa dan mama Jean sudah tidak tahan lagi dengan omongan mereka. Saat mereka ingin marah, tiba-tiba saja orang tua Britney datang.


Papa Britney: Siapa yang anda bilang rakyat jelata,tolong perjelaskan.


Papa Jean: Charlie,Angel. Kalian tinggal di sini?


Papa Britney: Ya, William.


Tante Jennie: Kak Charlie dan kak Angel,apa kabar?


Mama Britney: Baik Jennie kecil aku.


Papa Britney: Anda ngomong seperti itu untuk siapa?


Mama Sasha: Untuk mereka lah, gerombolan orang miskin,pak Charlie.


Papa Britney: Oh, begitu,ya,Pak Chandra?


Papa Sasha: Yang di bilang istri saya benar sekali Pak.


Papa Britney: Anda tahu gadis yang berpakaian biru itu,yang di hina anak dan isrti Anda itu adalah anak kandung saya.


Papa Sasha: Apa?

__ADS_1


Mama,Papa dan Sasha terdiam saat tahu bahwa anak yang berwajah bule itu adalah anak konglomerat. Mereka pun terdiam seketika dan saling memandang satu sama lain. Papa Sasha sudah bingung dan tidak tahu harus berkata apa lagi. Dia teringat ingin menjalin kerja sama dengan Papa gadis itu....


Bersambung.....


__ADS_2