
Papa nya Jean benar-benar sudah tidak bisa menahan amarahnya,dia tidak ingin melihat mereka menangis.
Papa Sasha: Maaf,Pak William,saya tidak tahu kalo mereka teman anak Bapak. Tapi, menurut saya,anak Bapak tidak cocok berteman dengan mereka.
Papa Jean: Maksud omongan Anda apa,ya?
Sasha: Ya,om. Mereka kan orang miskin,gak pantas untuk berteman dengan kita yang orang kaya itu.
Papa nya Jean, menghampiri mereka sambil menatap wajah mereka dan memeluk mereka.
Papa Jean: Anda benar-benar hebat mengurus dan membesarkan anak Anda, dengan watak pemikiran seperti itu. Saya,salut.
Mama Sasha: Bapak, terlalu memuji berlebihan. Nama nya juga anak saya sekolah dan mendapatkan pendidikan yang bagus.
Papa Jean: Kalo tidak salah,anda pernah mengajukan proposal kerjasama kepada saya kan?
Papa Sasha: Ya,pak.
Di dalam hati Papa Sasha
(Kalo proposal saya di setujui dan di terima semua pengusaha akan memandang saya dan saya akan menjadi pengusaha terkaya)
Sambil bisik-bisik Papa nya Sasha ngomong ke mama nya Sasha.
Papa Sasha: Kalo proposal nya di setujui kita akan kaya raya,mama.
Mama Sasha: Ya,papa.
Papa nya Jean udah tidak kuat lagi,memendung amarah nya. Mereka tahu,kalo papa nya Jean sudah marah,semua nya akan di luar dari batas ke sabaran nya. Saat itu mereka semua memegang tangan dan memeluk papa Jean.
Nia: Jangan om. Kami tidak apa-apa.
Papa Jean: Tidak,sayang. Om akan menahan emosi om.
Tante Jennie: Kak kita ikuti permainan nya,nanti baru kita kasih pelajaran. Kita gak usah ribut di sini.
__ADS_1
Papa Jean: Baik lah.
Papa Sasha: Bapak William dan keluarga sedang belanja?
Papa Jean: Ya,kami sedang belanja.
Papa Sasha: Bagaimana setelah belanja kita makan bersama?
Mama Jean: Papa?
Papa Jean: Baik lah.
Mereka pun segera memilih pakaian nya. Mama Jean mulai marah dengan papa Jean. Tante Jennie pun berusaha menjelaskan semua tujuan mereka,saat mereka asyik bicara dan memilih pakaian,di luar dari toko, Britney melihat orang tua nya. Dia pun berpamitan ingin menghampiri orang tua nya.
Britney: Papa,Mama.
Mama Britney: Kamu kenapa di sini?
Britney: Mama,aku sayang. Semalam kan Britney udah bilang mau belanja di sini.
Papa Britney: Mama kamu udah mulai pikun,maklum udah tua.
Mama Britney: Papa,mama masih muda.
Saat Britney lagi asyik ngobrol,mama nya Jean melihat ke arah Britney. Dia baru sadar yang ngobrol dengan Britney adalah sahabat nya. Mama Jean pun menghampiri Britney.
Mama Jean: Angel,apakah kamu Angel?
Mama Britney: Ya,aku Angel, Margaretha.
Mama Jean: Akhirnya kita ketemu juga,sudah lama kita tidak bertemu.
Mama Britney: Ya,kamu benar bangat. Kamu di sini lagi,apa?
Mama Jean: Aku lagi nemanin anak aku. Ternyata Britney adalah anak mu.
__ADS_1
Mama Britney: Jadi,Jean adalah anak mu.
Britney: Ya,mama.
Mama Jean: Apa kabar Charlie?
Papa Britney: Kabar baik nona cantik.
Mama Jean: Kamu masih sama seperti dulu.
Papa Britney: Seperti nya saya kenal denan laki-laki yang bersama William.
Britney: Papa kenal?
Papa Britney: Ya,dia ingin berinvestasi dengan usaha papa.
Britney: Gak boleh papa, mereka begitu sombong. Bahkan mereka telah menghina aku.
Mama Jean: Ya,Angel. Mereka telah menghina anak nya sahabat kita.
Mama Britney: Jadi, mereka?
Mama Jean: Ya,seperti yang kamu pikirkan.
Mama Britney: Papa, mereka anak nya sahabat mama. Nona-nona cantik yang sering papa panggil waktu dulu kita masih di Indonesia.
Papa Britney: Apa? Jadi, mereka anak nona-nona cantik itu?
Mama Jean: Ya, Charlie. Tapi, mereka baru saja di hina orang itu.
Papa Britney: Sebenarnya apa yang terjadi. Tolong ceritakan kejadian yang sebenarnya pada kami.
Britney pun menceritakan semua kronologi kejadian yang sebenarnya...
Bersambung.....
__ADS_1