CINTA SEORANG JANDA

CINTA SEORANG JANDA
CINTA SEORANG JANDA 50


__ADS_3

Rara merasa malu dengan ucapan teman-teman nya.


Mama Jean: Dari sifat mereka kamu pasti tebak dong, siapa orang tua mereka.


Mama Britney: Yang ini pasti anak nya Nia karena gaya nya mirip bangat,tak bisa lepas dari make up,ini anak nya Sinta dan ini anak nya Anggun.


Mama Jean:Benar bangat. Ternyata kamu masih ingat dengan karakter mereka semua,ya.


Mama Britney: Ha-ha-ha,bukan sulit untuk mengingat tentang mereka semua.


Mungkin ini nama nya kontak batin sebagai sahabat. Saat mereka asyik mengobrol, tiba-tiba handphone Rara berbunyi.


Rara: Halo mama.


Mama Rara: Halo sayang, bagaimana kabar mu di sana? Kamu tidak menyusahkan tante Jean kan sayang.


Rara: Tidak mama. Mama seperti nya di rumah sangat ramai.


Mama Rara: Biasa mama nya Nia,Lisa,dan Lala lagi main ke sini, mereka minta mama telepon kamu.


Nia: Tenang tante,kami di sini jadi anak yang baik.


Jean: Sini telepon nya,gak tante mereka semua buat aku nangis tante.


Nia: Mulai deh anak ini ngadu nya.


Mama Nia: Apa? Mereka buat kamu nangis sayang?


Jean: Ya,tante.


Mama Nia: Tenang aja sayang,mulai masuk kuliah nanti tante-tante kamu ini akan potong uang jajan mereka semua.


"What"

__ADS_1


Nia: Dasar loe,ya,tukang ngaduh.


Jean: Bodoh amat.


Mama Rara: Rara,mama buat video call,ya?


Rara: Jangan mama.


Mama Rara: Aih, Kenapa sayang?


Jean: Udah video call aja tante.


Mana Rara melakukan video call.


Mama Rara: Mana Rara nya Jean?


Jean: Ini,tante.


Mama Rara: Itu benaran anak tante,ya? Kok beda bangat,ya.


Mama Rara: Ok


Mama Jean: Mitta, tumben kamu nelepon kayak gini,ada apa?


Mama Rara: Aku tidak bisa bohong sama kamu Margaretha. Entah lah kami merasa kalo dia ada di sana.


Mama Lisa: Ya, Margaretha,kami benar-benar merindukan nya. Aku ingin tahu keadaan nya saat ini. Kami juga ingin tahu kenapa dia pergi.


Mama Jean: Baik lah. Seperti yang kalian bilang,dia memang tinggal di sini.


Mama Rara: Apakah kamu sudah bertemu dengan nya?


Mama Jean: Kamu jangan menangis Mitta. Aku sudah bertemu dengan nya.

__ADS_1


Mama Rara: Oh,syukur lah. Bagaimana dengan keadaan nya,dia sehat-sehat aja kan,dia tidak kurus kan, Margaretha?


Mama Jean: Terlalu banyak pertanyaan?


Mama Rara: Maaf Margaretha. Mungkin karena aku masih merasa bersalah kepada nya. Tidak seharusnya aku membentak nya saat itu. Aku hanya tidak ingin dia melakukan hal bodoh. Aku benar-benar merasa bersalah kepada nya. Aku ingin sekali bertemu dan memeluk nya.


Mama Lala: Ya, Margaretha,kami juga ingin sekali menyentuh hidung nya yang mancung. Aku ingat sekali,saat aku mencium hidung nya,semua orang mengira kami pasangan terlarang.


Mama Jean: Ya,udah jangan ungkit yang itu. Aku jadi teringat hal yang mengerikan.


Mama Lisa: Ha-ha-ha,saat itu aku juga mengecup bibir mu.


Mama Jean: Kalian gak malu apa, anak-anak kita mendengar kan semua nya.


Lisa: Ternyata mama bisa melakukan hal yang menggelikan kayak gitu,ya?


Mama Lisa: Aih, Kalian tidak tahu aja,itu lah nama nya persahabatan yang tulus.


Lisa: Tapi kan gak kayak gitu juga sih mama.


Nia: Aih,Seperti nya itu seru.


Lala: Ya,juga sih. Itu pasti menyenangkan bisa mengecup bibir teman perempuan kita sendiri.


Jean: Ya,kalian benar juga sih, bagaimana Lisa?


Lisa: Sebenarnya sih gak buruk juga,itu menandakan kalo persahabatan kita itu kental. Ya,kan Rara?


Rara: Dasar kalian ya. Benar-benar gila semua nya. Pergi sana kecup bibir buaya aja kalian,biar di terkam sekalian.


Lisa: Ayo lah Rara,sayang.


Rara: Ih,geli tahu. Aku gak mau?

__ADS_1


Hahahaha,semua nya tertawa melihat tingkah Rara....


Bersambung....


__ADS_2