
Rara merasa malu dengan ucapan teman-teman nya.
Mama Jean: Dari sifat mereka kamu pasti tebak dong, siapa orang tua mereka.
Mama Britney: Yang ini pasti anak nya Nia karena gaya nya mirip bangat,tak bisa lepas dari make up,ini anak nya Sinta dan ini anak nya Anggun.
Mama Jean:Benar bangat. Ternyata kamu masih ingat dengan karakter mereka semua,ya.
Mama Britney: Ha-ha-ha,bukan sulit untuk mengingat tentang mereka semua.
Mungkin ini nama nya kontak batin sebagai sahabat. Saat mereka asyik mengobrol, tiba-tiba handphone Rara berbunyi.
Rara: Halo mama.
Mama Rara: Halo sayang, bagaimana kabar mu di sana? Kamu tidak menyusahkan tante Jean kan sayang.
Rara: Tidak mama. Mama seperti nya di rumah sangat ramai.
Mama Rara: Biasa mama nya Nia,Lisa,dan Lala lagi main ke sini, mereka minta mama telepon kamu.
Nia: Tenang tante,kami di sini jadi anak yang baik.
Jean: Sini telepon nya,gak tante mereka semua buat aku nangis tante.
Nia: Mulai deh anak ini ngadu nya.
Mama Nia: Apa? Mereka buat kamu nangis sayang?
Jean: Ya,tante.
Mama Nia: Tenang aja sayang,mulai masuk kuliah nanti tante-tante kamu ini akan potong uang jajan mereka semua.
"What"
__ADS_1
Nia: Dasar loe,ya,tukang ngaduh.
Jean: Bodoh amat.
Mama Rara: Rara,mama buat video call,ya?
Rara: Jangan mama.
Mama Rara: Aih, Kenapa sayang?
Jean: Udah video call aja tante.
Mana Rara melakukan video call.
Mama Rara: Mana Rara nya Jean?
Jean: Ini,tante.
Mama Rara: Itu benaran anak tante,ya? Kok beda bangat,ya.
Mama Rara: Ok
Mama Jean: Mitta, tumben kamu nelepon kayak gini,ada apa?
Mama Rara: Aku tidak bisa bohong sama kamu Margaretha. Entah lah kami merasa kalo dia ada di sana.
Mama Lisa: Ya, Margaretha,kami benar-benar merindukan nya. Aku ingin tahu keadaan nya saat ini. Kami juga ingin tahu kenapa dia pergi.
Mama Jean: Baik lah. Seperti yang kalian bilang,dia memang tinggal di sini.
Mama Rara: Apakah kamu sudah bertemu dengan nya?
Mama Jean: Kamu jangan menangis Mitta. Aku sudah bertemu dengan nya.
__ADS_1
Mama Rara: Oh,syukur lah. Bagaimana dengan keadaan nya,dia sehat-sehat aja kan,dia tidak kurus kan, Margaretha?
Mama Jean: Terlalu banyak pertanyaan?
Mama Rara: Maaf Margaretha. Mungkin karena aku masih merasa bersalah kepada nya. Tidak seharusnya aku membentak nya saat itu. Aku hanya tidak ingin dia melakukan hal bodoh. Aku benar-benar merasa bersalah kepada nya. Aku ingin sekali bertemu dan memeluk nya.
Mama Lala: Ya, Margaretha,kami juga ingin sekali menyentuh hidung nya yang mancung. Aku ingat sekali,saat aku mencium hidung nya,semua orang mengira kami pasangan terlarang.
Mama Jean: Ya,udah jangan ungkit yang itu. Aku jadi teringat hal yang mengerikan.
Mama Lisa: Ha-ha-ha,saat itu aku juga mengecup bibir mu.
Mama Jean: Kalian gak malu apa, anak-anak kita mendengar kan semua nya.
Lisa: Ternyata mama bisa melakukan hal yang menggelikan kayak gitu,ya?
Mama Lisa: Aih, Kalian tidak tahu aja,itu lah nama nya persahabatan yang tulus.
Lisa: Tapi kan gak kayak gitu juga sih mama.
Nia: Aih,Seperti nya itu seru.
Lala: Ya,juga sih. Itu pasti menyenangkan bisa mengecup bibir teman perempuan kita sendiri.
Jean: Ya,kalian benar juga sih, bagaimana Lisa?
Lisa: Sebenarnya sih gak buruk juga,itu menandakan kalo persahabatan kita itu kental. Ya,kan Rara?
Rara: Dasar kalian ya. Benar-benar gila semua nya. Pergi sana kecup bibir buaya aja kalian,biar di terkam sekalian.
Lisa: Ayo lah Rara,sayang.
Rara: Ih,geli tahu. Aku gak mau?
__ADS_1
Hahahaha,semua nya tertawa melihat tingkah Rara....
Bersambung....