
Mereka tertawa dengan bahagia....
Mama Rara: Aku bahagia sekali,bisa melihat kamu lagi Angel. Kami kira,kami tidak dapat melihat kamu lagi.
Mama Britney: Maafkan aku,aku tidak sempat berpamitan pada kalian,saat itu keadaan kami benar-benar terdesak.
Mama Nia: Ngomong-ngomong,itu bukan nya si ganteng,ya?
Papa Britney: Ya,cantik,ini aku.
Mama Nia: Kamu tetap aja ganteng,gak berubah-ubah,masih tetap bisa buat hati kami semua nya berdebar-debar.
Nia: Idih,mama ini genit lah,malu tahu. Ntar kalo papa tahu gimana?
Mama Nia: Kenapa?papa kamu ada di sini,bukan hanya papa kamu aja,tuh lihat.
Nia: Kalian itu arisan kah atau mau bergosip sih?
Papa Nia: Kamu tuh menghalangi pemandangan aja. Kamu masih tetap cantik Angel? Anak kamu mana?
Mama Britney: Ini anak aku.
Papa Rara: Ternyata anak kamu sama cantik dengan kamu.
Nia: Idih,orang tua ini semuanya kenapa sih,gedit-gedit semua nya.
Mama Jean: Kami sering kayak gini sayang. Tidak ada rasa cemburu di hati. Kadang-kadang kami kalo jalan itu, bertukar pasangan, walaupun di gosipin yang tidak-tidak, tetap aja kami kembali dengan pasangan kami masing-masing.
Jean: Kemarilah,sebaik nya kita harus bawa orang tua kita ke psikolog.
Nia: Benar bangat. Ntar orang tua aku,harus di rukiah.
__ADS_1
Britney: Benar bangat. Aku juga harus bawa orang tua aku ke gereja,biar di netral.
Rara: Kali ini,aku sepakat dengan kalian.
Tante Jennie hanya bisa tertawa melihat tingkah laku mereka...
Mama Britney: Kenapa kalian tidak ikut kemari?
Mama Rara: Sebenarnya kami ingin ikut liburan ke sana. Hanya takut nya rumah Jennie tidak cukup menampung kami.
Tante Jennie: Cukup dong kak. Rumah aku besar,masih bisa menampung,5 keluarga lagi. Tapi,harus ada bayar sewa.
Mama Rara: Itu mah gampang,yang penting kami ada tempat tinggal.
Rara: Mama,ke sini mau pakai uang siapa?
Mama Rara:Uang dari papa Jean lah.
Papa Jean: Ya,Rara benar bangat.
Mama Rara: William,kamu sudah berani cari pengacara,ya? Jangan-jangan kamu sudah menghipnotis anak kami?
Mama Nia: Tunggu kamu balik,kami akan jadi kan kamu jadi lempeng.
Papa Jean: Hehehe,gurau aja. Ya udah deh,aku pesan tiket nya. Kalian mau berangkat kapan?
Mama Rara: Sekarang juga.
Mama Nia: Kami akan beres-beres sekarang,jadi kasih kami waktu 2 jam.
Papa Jean: Ok.
__ADS_1
Lisa: Kalo di sini jam 2 siang, berarti di sana?
Papa Jean: Mereka itu gak bisa di bantah. Kalo di bantas,bisa jadi lempeng om nya.
Lisa: Om,takut,ya?
Papa Britney: Jangan kan papa Jean,kami para suami takut sama istri,garang nya melebihi banteng mengamuk.
Hahahahahahahaha.....
Rara: Lihat telepon nya langsung di matikan begitu aja. Gak punya perasaan sama sekali. Dasar orang tua,gila.
Nia: Gila-gila Gitu,itu mah orang tua kamu. Ntar kamu di kutuk jadi pohon cabe,kamu mau?
Lisa: Di mana-mana itu,di kutuk jadi batuk. Ini malah di kutuk jadi pohon cabe.
Nia: Itu mah versi lama,ini versi tahun 2020, harus baru dong.
Lala: Kamu kira fashion apa. Kutukan kok pilih-pilih. Dasar gila.
Tante Jennie: Sudah-sudah,ntar lama-lama jadi ngaur semua nya. Mendingan kita makan dulu,ya. Tante udah lapar,melihat tingkah laku kalian.
Lisa: Kenapa tante,kami pada lucu dan cantik kan?
Tante Jennie: Ya,sayang. Sifat kalian sama kayak mama kalian,narsis tingkat dewa.
Nia: Tingkat Dewi dong tante. Kami kan perempuan asli loh,bukan setengah-setengah. Itu aja yang jadi-jadian.
Rara: Dasar loe,ya. Aku kutuk kamu jadi tauge.
Semua nya tertawa. Mereka pun segera memakan, makanan yang sudah di hidangkan....
__ADS_1
Bersambung.....