
" Happy Reading " 😊😊
sebelumnya ...
Tapi lagi-lagi ponsel Alex itu berbunyi , Adel pun mencoba mengambilnya . Alex yang melihat Adel akan mengambil ponselnya itu , langsung cepat mengambil ponsel itu dan mengangkat panggilannya .
" Hallo ... " ucapnya kesal .
" Kenapa kau terus saja menghubungiku , berhenti menghubungiku atau kau kupecat ! " bentak Alex dengan agak keras lalu mematikan ponselnya dan melemparkannya keatas dashboard mobil .
" Sudah sayang , apa kau puas ? " ucap Alex kesal .
Alex sangat kesal dengan ponselnya yang terus berbunyi dan menjadi sangat kesal saat Adel mencoba mengangkat panggilan diponselnya .
Adel yang melihat sikap Alex itu pun menjadi heran , kenapa Alex tidak ingin mengangkat telepon itu didepannya . Apa yang disembunyikan Alex , sampai dia harus semarah itu saat Adel mencoba mengambil ponselnya .
" Hei tenanglah ! "
" Kenapa kau marah kepadaku Alex , aku hanya mencoba mengangkat panggilan diponselmu saja . "
" Sudahlah , aku tidak ingin membahasnya ! " ucap Alex mengalihkan pembicaraan sambil mengusap rambutnya kasar .
" Kenapa ? "
" Kenapa kau tidak ingin membahasnya , apa ada yang coba kau sembunyikan dariku Alex ? " tanya Adel curiga .
" Kenapa kau malah menuduhku menyembunyikan sesuatu darimu ? " balas Alex .
" Jangan jawab pertanyaanku dengan pertanyaan Alex ! "
" Jawab aku , apa kau menyembunyikan sesuatu dariku ? tanya Adel lagi .
" Tidak Adel , tidak ada yang kusembunyikan darimu . "
" Apa kau puas ! "
" Apa kau curiga padaku ? " bentak Alex kesal dengan suara yang agak kuat .
Adel yang mendengar Alex membentaknya pun menjadi terkejut , karena selama 7 tahun kenal baru kali ini Alex berbicara dengan nada keras dan kasar padanya .
Adel pun terdiam dan memilih duduk sambil melihat keluar jendela , dengan mata yang sudah bekaca-kaca . Adel tak ingin lagi menanyakan lebih lanjut kepada Alex , dia tidak mau berdebat dengan Alex . Dia sedih karena Alex memarahinya karena hal yang sepele , membuatnya semakin penasaran siapa orang yang menghubungi Alex tadi .
Alex yang menyadari perubahan sikap Adel pun , menjadi merasa bersalah karena membentak kekasihnya itu . Alex memang sengaja tidak mengangkat panggilan diponselnya itu , karena orang yang berulang kali menghubunginya itu adalah orang yang sangat ingin dijauhkan Alex dari Adel .
Alex mengusap wajahnya kasar , lalu melihat kearah Adel .
" Sayang , maafkan aku ! "
" Aku tidak bermaksud membentakmu , aku hanya agak emosi dengan karyawanku tadi . " ucapnya coba mengelak dan membujuk Adel .
Adel yang mendengar ucapan Alex itu menjadi semakin sedih , air mata yang sedari tadi coba ditahannya akhirnya jatuh membasahi wajah cantiknya dan diapun menangis .
" Huuuuu ... huuuu ... " tangis adel .
Alex yang mendengar suara tangisan Adel , menjadi panik dan langsung menepikan mobilnya dipinggir jalan lalu melepas seatbeltnya . Ini kali pertamanya Alex melihat Adel menangis dan itu karea ulahnya , yang membuat Alex merasa sangat bersalah .
Alex meraih bahu Adel dan mengarahkannya menghadap keAlex , lalu menangkup wajah Adel dengan kedua tangannya .
" Maafkan aku sayang , maafkan aku ! "
" Aku salah , aku tidak bermaksud membentakmu . "
" Maafkan aku ya , aku memang bodoh . "
Adel hanya menangis dengan menundukkan kepalanya , dia tidak mau melihat wajah Alex . Dia juga tidak menjawab ucapan Alex , karena masih marah padanya .
Alex mengerti kalau Adel sedang marah padanya , kemudian memeluk Adel dan mengelus-elus punggung kekasihnya itu .
" Maafkan aku sayang , maafkan aku ! " ucapnya lagi .
" Aku benar-benar minta maaf , maafkan aku . "
" Hiks ... hiks ... " Adel terisak .
" Ke-kenapa kau memarahiku Alex , a-apa salahku huuuu ... ? " tangisnya didalam pelukan Alex .
" Tidak sayang , kau tidak salah . Aku yang salah karena sudah memarahimu ! " melepaskan pelukannya .
" Sudah , jangan menangis lagi ya ! " sambil mengusap air mata yang mengalir diwajah kekasihnya itu .
" Maafkan aku ya , maukah kau memaafkan aku sayang ! " tanyanya lagi .
" He-em , ba-baiklah Alex ! "
" A-aku memaafkanmu ! " ucap Adel terbata berusaha menghentikan tangisannya sambil mengusap air mata diwajahnya .
__ADS_1
Adel harus memaafkan Alex , karena ia tidak mau jika harus berlama-lama marah dengan Alex .
" Terimaksih sayang ! " ucapnya tersenyum lalu memeluk tubuh Adel lagi dan mencium puncak kepala wanita itu .
Adel sudah berhenti menangis , dia pun membalas pelukan Alex dengan tersenyum . Tapi pikirannya masih tetap curiga pada Alex dan pasti akan mencari tahu ada apa dengan perubahan sikap kekasihnya itu .
Sebenarnya saat Ditha mengatakan kecurigaannya pada Alex kemarin , Adel juga merasakan hal yang sama tapi dia tidak mau terlalu ambil pusing karena belum melihat perbuatan Alex dengan mata kepalanya sendiri . Tapi kini ia merasa harus menerima saran dari sahabatnya itu , agar bisa lebih peka pada perubahan sikap Alex .
" Kau tidak lagi marah padaku sayang ? " tanya Alex memastikan .
" Tidak Alex ! "
" Terimakasih sayang ! "
" I love u ! "
" Cup ... " ucapnya sambil mengecup bibir Adel sekilas .
Adel pun tersenyum menanggapi ucapan Alex itu .
" I love u too ! " balasnya .
" Ya sudah , ayo jalankan mobilnya Alex ! " sambil melepaskan pelukan tangan Alex yang melingkar dibadannya , lalu marapikan bajunya yang agak kusut karena dipeluk Alex tadi .
Adel mengambil ponsel dari dalam tas selempangnya untuk berkaca melihat wajahnya yang habis menangis tadi , Adel melihat kini matanya terlihat bengkak dan wajahnya sangat sembab . Siapa saja yang melihatnya , pasti akan tahu bahwa dirinya habis menangis .
Ia juga mengeluarkan bedak dari tasnya dan memoleskan kewajahnya agar mengurangi wajah sembabnya itu .
" Hei sayang , kenapa kau memanggil namaku lagi ? " tanya Alex .
" Oh iya , aku lupa . "
" Maafkan aku sayang ! " sambil terus merapikan riasan tipis diwajahnya .
Alex pun tersenyum dan mengelus pipi Adel pelan , memasang seatbeltnya lagi lalu menjalankan mobilnya kembali kejalan raya menuju kekampus mereka .
* * * * *
Ditempat lain .
Tampak seorang gadis tengah duduk didepan meja rias kamarnya sambil menempelkan ponsel ditelinganya , sepertinya dia sedang menghubungi seseorang .
Sudah beberapa kali dia coba menghubungi orang tersebut , tapi tak juga dijawab . Setelah beberapa kali dicoba , akhirnya panggilannya pun diangkat dan tersambung .
" Hallo sayang ! " ucapnya tersenyum senang .
( " Kenapa kau terus saja menghubungiku , berhenti menghubungiku atau kau kupecat ! " ) bentaknya dengan kasar lalu mematikan sepihak sambungan ponsel itu .
Mendengar jawaban kasar pada dirinya , membuat gadis itu seketika berdiri dan mengenggam kuat ponselnya . Dengan emosi yang menggebu-gebu ia lalu melemparkan ponselnya kearah cermin didepannya .
" Prang ..... " cermin meja itu pun hancur berkeping-keping .
" Aarrrrggggghhhhh !! "
" Prang ... prang ... prang ... " teriaknya sambil menyapukan tangan diatas meja riasnya , membuat semua benda yang ada diatasnya jatuh berserakan dilantai dan menyatu dengan pecahan kaca cermin tadi . Beberapa botol parfum berbahan kaca dari merek terkenal pun ikut pecah dan hancur tak berbentuk lagi .
Bahkan tangannya terluka dan berdarah , karena terkena terkena pecahan kaca diatas meja tadi .
" Brengs*k ... !! "
" Kenapa susah sekali untukmu menjawab panggilan telepon dariku Alex? "
" Kau malah mengatakan hal bodoh dan membentakku saat kau mengangkatnya ! "
" Apa kau lagi bersama sijal*ng sial*n itu , sampai kau harus bersandiwara begitu . "
" Apa begitu tidak pentingnya aku bagimu hah ! " ucapnya kesal .
Ya , wanita itu adalah Cindy . Dia yang menghubungi Alex tadi , Cindy sangat emosi karena Alex susah sekali mengangkat panggilan telepon darinya dan malah berkata kasar kepadanya .
Karena sangat emosi , dia bahkan tidak menghiraukan rasa sakit dari luka ditangannya yang mengeluarkan darah dan mengalir jatuh berceceran dilantai .
Suara kaca yang pecah dikamar Cindy tadi sangatlah keras , menggema hingga keluar kamarnya .
Nyonya Marissa yang sedang menuruni anak tangga menuju kemeja makan pun sangat terkejut mendengar suara itu , ia lalu berbalik menaiki tangga dan menuju keasal suara itu .
Ia merasa suara itu berasal dari kamar Cindy , lalu bergegas menuju kekamar Cindy . Salah satu pelayan yang tadi bersamanya juga mengikuti langkah majikannya itu .
" Brak ... " pintu kamarnya terbuka dengan keras . Tampak ibunya berdiri didepan pintu bersama seorang pelayan .
Cindy pun menoleh kearah pintu sebentar , lalu memalingkan wajahnya .
" Cindy , ada apa ? " tanya Nyonya Marissa lalu berjalan menghampiri Cindy .
Cindy hanya diam dan tidak menanggapi pertanyaan ibunya , perasaannya masih sangat kacau karena emosi .
__ADS_1
" Astaga , Cindy apa yang terjadi denganmu sayang ? " tanya Nyonya Marissa khawatir , saat melihat kaca yang berserakan dilantai dan tangan Cindy yang mengeluarkan darah .
" Bi , pergi ambil dan bawakan kotak obat kemari ! " suruhnya pada pelayan yang masih berdiri didepan pintu sedari tadi .
" Baik Nyonya ! "
" Ada apa sayang ? "
" Kenapa tanganmu bisa sampai berdarah begini ? " tanya Nyonya Marissa lagi , lalu menarik Cindy dan membawanya menuju ketempat tidur .
" Duduklah , ayo ceritakan pada mami ! "
" Ada apa ? " tanya ibunya lagi saat mereka sudah duduk disisi ranjang .
" Sudahlah mami , jangan banyak bertanya . "
" Aku sedang tidak ingin bicara saat ini ! " balas Cindy ketus lalu memalingkan wajahnya melihat kearah lain .
" Ck ... " decak ibunya .
" Ini kotak obatnya nyonya ! " ucap pelayan itu dan memberikan kotak obat itu pada majikannya . Lalu berdiri disamping mereka , bersiap kalau mereka membutuhkan sesuatu lagi nanti .
Nyonya Marissa mengambil kotak obat itu , meletakkan diranjang disampingnya .
" Sini kemarikan tanganmu , mami akan mengobatinya ! "
Lagi-lagi Cindy tidak menanggapi ucapan ibunya , dia hanya diam saja dengan perasaan yang masih agak kesal .
" Ck , anak ini ! "
" Keras kepala sekali . " lalu mengambil tangan Cindy dan meletakkan dipangkuannya untuk diobati .
" Cindy , katakan pada mami ada apa ? "
" Kenapa kau tidak mau cerita pada mami ! " tanyanya lagi lalu mulai mengobati luka ditangan anak gadisnya itu .
" Aw ... aw ... "
" Mami sakiiiitt ! " ucap Cindy kesakitan saat kain kassa beralkohol itu bersentuhan dengan luka ditangannya .
" Ck !! "
" Kenapa kau tidak berfikir dulu sebelum melukai tanganmu , kau yang membuat tanganmu terluka tapi malah kesakitan saat diobati . "
" Dasar anak bodoh ! " ucapnya memarahi Cindy .
" Hhhhh ... " Cindy membuang nafasnya kasar .
" Cepat ceritakan pada mami , ada apa ! "
" Apa karena Alex lagi ? "
" Kalau mami sudah tau kenapa bertanya lagi . "
" Memangnya siapa lagi yang bisa membuatku jadi gila begini kalau bukan Alex ! "
" Cih ... "
" Kenapa kau masih saja mengharapkan lelaki itu , dia bahkan tidak menganggapmu ada karena putri tidur itu . "
" Sebaiknya kau lupakan saja dia sayang , carilah lelaki lain untuk mendampingimu . "
" Masih banyak lelaki lain diluar sana yang lebih tampan dan lebih kaya darinya , lelaki yang lebih pantas mendampingimu ! "
Cindy yang mendengar ucapan ibunya itu pun lalu melihat kearah ibunya dan berkata .
" Yang ... "
bersambung ...
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa like , vote dan komen y sayang-sayang .
Jangan lupa follow Ig ku juga ya @adeline202004
__ADS_1
❤❤❤