CINTA SUCI , Adel .

CINTA SUCI , Adel .
Bab 14 . Tangisan Pertama Adel


__ADS_3

" Happy Reading " 😊😊


sebelumnya ...


Tapi lagi-lagi ponsel Alex itu berbunyi , Adel pun mencoba mengambilnya . Alex yang melihat Adel akan mengambil ponselnya itu , langsung cepat mengambil ponsel itu dan mengangkat panggilannya .


" Hallo ... " ucapnya kesal .


" Kenapa kau terus saja menghubungiku , berhenti menghubungiku atau kau kupecat ! " bentak Alex dengan agak keras lalu mematikan ponselnya dan melemparkannya keatas dashboard mobil .


" Sudah sayang , apa kau puas ? " ucap Alex kesal .


Alex sangat kesal dengan ponselnya yang terus berbunyi dan menjadi sangat kesal saat Adel mencoba mengangkat panggilan diponselnya .


Adel yang melihat sikap Alex itu pun menjadi heran , kenapa Alex tidak ingin mengangkat telepon itu didepannya . Apa yang disembunyikan Alex , sampai dia harus semarah itu saat Adel mencoba mengambil ponselnya .


" Hei tenanglah ! "


" Kenapa kau marah kepadaku Alex , aku hanya mencoba mengangkat panggilan diponselmu saja . "


" Sudahlah , aku tidak ingin membahasnya ! " ucap Alex mengalihkan pembicaraan sambil mengusap rambutnya kasar .


" Kenapa ? "


" Kenapa kau tidak ingin membahasnya , apa ada yang coba kau sembunyikan dariku Alex ? " tanya Adel curiga .


" Kenapa kau malah menuduhku menyembunyikan sesuatu darimu ? " balas Alex .


" Jangan jawab pertanyaanku dengan pertanyaan Alex ! "


" Jawab aku , apa kau menyembunyikan sesuatu dariku ? tanya Adel lagi .


" Tidak Adel , tidak ada yang kusembunyikan darimu . "


" Apa kau puas ! "


" Apa kau curiga padaku ? " bentak Alex kesal dengan suara yang agak kuat .


Adel yang mendengar Alex membentaknya pun menjadi terkejut , karena selama 7 tahun kenal baru kali ini Alex berbicara dengan nada keras dan kasar padanya .


Adel pun terdiam dan memilih duduk sambil melihat keluar jendela , dengan mata yang sudah bekaca-kaca . Adel tak ingin lagi menanyakan lebih lanjut kepada Alex , dia tidak mau berdebat dengan Alex . Dia sedih karena Alex memarahinya karena hal yang sepele , membuatnya semakin penasaran siapa orang yang menghubungi Alex tadi .


Alex yang menyadari perubahan sikap Adel pun , menjadi merasa bersalah karena membentak kekasihnya itu . Alex memang sengaja tidak mengangkat panggilan diponselnya itu , karena orang yang berulang kali menghubunginya itu adalah orang yang sangat ingin dijauhkan Alex dari Adel .


Alex mengusap wajahnya kasar , lalu melihat kearah Adel .


" Sayang , maafkan aku ! "


" Aku tidak bermaksud membentakmu , aku hanya agak emosi dengan karyawanku tadi . " ucapnya coba mengelak dan membujuk Adel .


Adel yang mendengar ucapan Alex itu menjadi semakin sedih , air mata yang sedari tadi coba ditahannya akhirnya jatuh membasahi wajah cantiknya dan diapun menangis .


" Huuuuu ... huuuu ... " tangis adel .


Alex yang mendengar suara tangisan Adel , menjadi panik dan langsung menepikan mobilnya dipinggir jalan lalu melepas seatbeltnya . Ini kali pertamanya Alex melihat Adel menangis dan itu karea ulahnya , yang membuat Alex merasa sangat bersalah .


Alex meraih bahu Adel dan mengarahkannya menghadap keAlex , lalu menangkup wajah Adel dengan kedua tangannya .


" Maafkan aku sayang , maafkan aku ! "


" Aku salah , aku tidak bermaksud membentakmu . "


" Maafkan aku ya , aku memang bodoh . "


Adel hanya menangis dengan menundukkan kepalanya , dia tidak mau melihat wajah Alex . Dia juga tidak menjawab ucapan Alex , karena masih marah padanya .


Alex mengerti kalau Adel sedang marah padanya , kemudian memeluk Adel dan mengelus-elus punggung kekasihnya itu .


" Maafkan aku sayang , maafkan aku ! " ucapnya lagi .


" Aku benar-benar minta maaf , maafkan aku . "


" Hiks ... hiks ... " Adel terisak .


" Ke-kenapa kau memarahiku Alex , a-apa salahku huuuu ... ? " tangisnya didalam pelukan Alex .


" Tidak sayang , kau tidak salah . Aku yang salah karena sudah memarahimu ! " melepaskan pelukannya .


" Sudah , jangan menangis lagi ya ! " sambil mengusap air mata yang mengalir diwajah kekasihnya itu .


" Maafkan aku ya , maukah kau memaafkan aku sayang ! " tanyanya lagi .


" He-em , ba-baiklah Alex ! "


" A-aku memaafkanmu ! " ucap Adel terbata berusaha menghentikan tangisannya sambil mengusap air mata diwajahnya .

__ADS_1


Adel harus memaafkan Alex , karena ia tidak mau jika harus berlama-lama marah dengan Alex .


" Terimaksih sayang ! " ucapnya tersenyum lalu memeluk tubuh Adel lagi dan mencium puncak kepala wanita itu .


Adel sudah berhenti menangis , dia pun membalas pelukan Alex dengan tersenyum . Tapi pikirannya masih tetap curiga pada Alex dan pasti akan mencari tahu ada apa dengan perubahan sikap kekasihnya itu .


Sebenarnya saat Ditha mengatakan kecurigaannya pada Alex kemarin , Adel juga merasakan hal yang sama tapi dia tidak mau terlalu ambil pusing karena belum melihat perbuatan Alex dengan mata kepalanya sendiri . Tapi kini ia merasa harus menerima saran dari sahabatnya itu , agar bisa lebih peka pada perubahan sikap Alex .


" Kau tidak lagi marah padaku sayang ? " tanya Alex memastikan .


" Tidak Alex ! "


" Terimakasih sayang ! "


" I love u ! "


" Cup ... " ucapnya sambil mengecup bibir Adel sekilas .


Adel pun tersenyum menanggapi ucapan Alex itu .


" I love u too ! " balasnya .


" Ya sudah , ayo jalankan mobilnya Alex ! " sambil melepaskan pelukan tangan Alex yang melingkar dibadannya , lalu marapikan bajunya yang agak kusut karena dipeluk Alex tadi .


Adel mengambil ponsel dari dalam tas selempangnya untuk berkaca melihat wajahnya yang habis menangis tadi , Adel melihat kini matanya terlihat bengkak dan wajahnya sangat sembab . Siapa saja yang melihatnya , pasti akan tahu bahwa dirinya habis menangis .


Ia juga mengeluarkan bedak dari tasnya dan memoleskan kewajahnya agar mengurangi wajah sembabnya itu .


" Hei sayang , kenapa kau memanggil namaku lagi ? " tanya Alex .


" Oh iya , aku lupa . "


" Maafkan aku sayang ! " sambil terus merapikan riasan tipis diwajahnya .


Alex pun tersenyum dan mengelus pipi Adel pelan , memasang seatbeltnya lagi lalu menjalankan mobilnya kembali kejalan raya menuju kekampus mereka .


* * * * *


Ditempat lain .


Tampak seorang gadis tengah duduk didepan meja rias kamarnya sambil menempelkan ponsel ditelinganya , sepertinya dia sedang menghubungi seseorang .


Sudah beberapa kali dia coba menghubungi orang tersebut , tapi tak juga dijawab . Setelah beberapa kali dicoba , akhirnya panggilannya pun diangkat dan tersambung .


" Hallo sayang ! " ucapnya tersenyum senang .


( " Kenapa kau terus saja menghubungiku , berhenti menghubungiku atau kau kupecat ! " ) bentaknya dengan kasar lalu mematikan sepihak sambungan ponsel itu .


Mendengar jawaban kasar pada dirinya , membuat gadis itu seketika berdiri dan mengenggam kuat ponselnya . Dengan emosi yang menggebu-gebu ia lalu melemparkan ponselnya kearah cermin didepannya .


" Prang ..... " cermin meja itu pun hancur berkeping-keping .


" Aarrrrggggghhhhh !! "


" Prang ... prang ... prang ... " teriaknya sambil menyapukan tangan diatas meja riasnya , membuat semua benda yang ada diatasnya jatuh berserakan dilantai dan menyatu dengan pecahan kaca cermin tadi . Beberapa botol parfum berbahan kaca dari merek terkenal pun ikut pecah dan hancur tak berbentuk lagi .


Bahkan tangannya terluka dan berdarah , karena terkena terkena pecahan kaca diatas meja tadi .


" Brengs*k ... !! "


" Kenapa susah sekali untukmu menjawab panggilan telepon dariku Alex? "


" Kau malah mengatakan hal bodoh dan membentakku saat kau mengangkatnya ! "


" Apa kau lagi bersama sijal*ng sial*n itu , sampai kau harus bersandiwara begitu . "


" Apa begitu tidak pentingnya aku bagimu hah ! " ucapnya kesal .


Ya , wanita itu adalah Cindy . Dia yang menghubungi Alex tadi , Cindy sangat emosi karena Alex susah sekali mengangkat panggilan telepon darinya dan malah berkata kasar kepadanya .


Karena sangat emosi , dia bahkan tidak menghiraukan rasa sakit dari luka ditangannya yang mengeluarkan darah dan mengalir jatuh berceceran dilantai .


Suara kaca yang pecah dikamar Cindy tadi sangatlah keras , menggema hingga keluar kamarnya .


Nyonya Marissa yang sedang menuruni anak tangga menuju kemeja makan pun sangat terkejut mendengar suara itu , ia lalu berbalik menaiki tangga dan menuju keasal suara itu .


Ia merasa suara itu berasal dari kamar Cindy , lalu bergegas menuju kekamar Cindy . Salah satu pelayan yang tadi bersamanya juga mengikuti langkah majikannya itu .


" Brak ... " pintu kamarnya terbuka dengan keras . Tampak ibunya berdiri didepan pintu bersama seorang pelayan .


Cindy pun menoleh kearah pintu sebentar , lalu memalingkan wajahnya .


" Cindy , ada apa ? " tanya Nyonya Marissa lalu berjalan menghampiri Cindy .


Cindy hanya diam dan tidak menanggapi pertanyaan ibunya , perasaannya masih sangat kacau karena emosi .

__ADS_1


" Astaga , Cindy apa yang terjadi denganmu sayang ? " tanya Nyonya Marissa khawatir , saat melihat kaca yang berserakan dilantai dan tangan Cindy yang mengeluarkan darah .


" Bi , pergi ambil dan bawakan kotak obat kemari ! " suruhnya pada pelayan yang masih berdiri didepan pintu sedari tadi .


" Baik Nyonya ! "


" Ada apa sayang ? "


" Kenapa tanganmu bisa sampai berdarah begini ? " tanya Nyonya Marissa lagi , lalu menarik Cindy dan membawanya menuju ketempat tidur .


" Duduklah , ayo ceritakan pada mami ! "


" Ada apa ? " tanya ibunya lagi saat mereka sudah duduk disisi ranjang .


" Sudahlah mami , jangan banyak bertanya . "


" Aku sedang tidak ingin bicara saat ini ! " balas Cindy ketus lalu memalingkan wajahnya melihat kearah lain .


" Ck ... " decak ibunya .


" Ini kotak obatnya nyonya ! " ucap pelayan itu dan memberikan kotak obat itu pada majikannya . Lalu berdiri disamping mereka , bersiap kalau mereka membutuhkan sesuatu lagi nanti .


Nyonya Marissa mengambil kotak obat itu , meletakkan diranjang disampingnya .


" Sini kemarikan tanganmu , mami akan mengobatinya ! "


Lagi-lagi Cindy tidak menanggapi ucapan ibunya , dia hanya diam saja dengan perasaan yang masih agak kesal .


" Ck , anak ini ! "


" Keras kepala sekali . " lalu mengambil tangan Cindy dan meletakkan dipangkuannya untuk diobati .


" Cindy , katakan pada mami ada apa ? "


" Kenapa kau tidak mau cerita pada mami ! " tanyanya lagi lalu mulai mengobati luka ditangan anak gadisnya itu .


" Aw ... aw ... "


" Mami sakiiiitt ! " ucap Cindy kesakitan saat kain kassa beralkohol itu bersentuhan dengan luka ditangannya .


" Ck !! "


" Kenapa kau tidak berfikir dulu sebelum melukai tanganmu , kau yang membuat tanganmu terluka tapi malah kesakitan saat diobati . "


" Dasar anak bodoh ! " ucapnya memarahi Cindy .


" Hhhhh ... " Cindy membuang nafasnya kasar .


" Cepat ceritakan pada mami , ada apa ! "


" Apa karena Alex lagi ? "


" Kalau mami sudah tau kenapa bertanya lagi . "


" Memangnya siapa lagi yang bisa membuatku jadi gila begini kalau bukan Alex ! "


" Cih ... "


" Kenapa kau masih saja mengharapkan lelaki itu , dia bahkan tidak menganggapmu ada karena putri tidur itu . "


" Sebaiknya kau lupakan saja dia sayang , carilah lelaki lain untuk mendampingimu . "


" Masih banyak lelaki lain diluar sana yang lebih tampan dan lebih kaya darinya , lelaki yang lebih pantas mendampingimu ! "


Cindy yang mendengar ucapan ibunya itu pun lalu melihat kearah ibunya dan berkata .


" Yang ... "


bersambung ...


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa like , vote dan komen y sayang-sayang .


Jangan lupa follow Ig ku juga ya @adeline202004

__ADS_1


❤❤❤


__ADS_2