
" Happy Reading " 😊😊
Sebelumnya ...
Ceklek ...
Pintu terbuka ...
Tampak seorang wanita cantik dan seksi sedang berdiri didepan pintu kamarnya . Pakaiannya sangat pendek dan ketat . Membuat bentuk tubuhnya sangat kelihatan jelas , siapa saja yang melihatnya pasti tak akan melepaskan pandangannya dari wanita itu .
Apalagi jika laki-laki yang melihatnya , pasti mereka ingin sekali mendapatkan wanita itu dan melemparkannya diranjang mereka .
" Hai honey , apa kau menungguku !! " ucap wanita itu sambil menunjukkan pose yang sangat menggoda .
Alex yang sudah sangat berhasrat dari tadi pun menjadi semakin menggila melihat pemandangan didepannya itu , dengan cepat dia menarik tangan wanita itu dan ******* bibirnya dengan rakus . Sambil bibir mereka saling ******* Alex menutup pintu dengan sebelah tangannya , setelah itu dia menggendong wanita itu menuju keranjang dan menghempaskannya dengan kasar .
" Wow ... wow ... "
" Calm down honey , aku tidak akan kemana-mana dan pasti memuaskannmu . Jadi bersantailah , nikmati diriku !! " ucap wanita itu .
" Diamlah Cindy , dan puaskan aku ! " balas Alex yang sudah sangat panas seperti singa kelaparan , lalu dia membuka celananya dan tampaklah juniornya yang sudah sangat menegang . Membuat cindy menelan salivanya dan tersenyum senang .
" As you wish baby ! " ucapnya cindy sambil membuka bajunya .
Dan jadilah mereka memulai permainan panas itu diranjang , Alex sangat-sangat bergairah . Suara desahan dan decitan tempar tidur terdengar menggema didalam kamar apartemen itu . Siapa saja yang mendengarnya pasti akan tahu , bahwa sedang terjadi pergumulan panas diruangan itu .
Dulunya Alex memang tidak menghiraukan perasaan suka Cindy padanya , karena dia merasa sudah cukup memiliki Adel disisinya dan tak memerlukan wanita lain untuknya .
Tapi perlahan Alex mulai bosan dengan sifat Adel yang selalu menolak untuk melakukan hubungan in*im dengannya . Dan akhirnya Alex menerima perasaan Cindy , walaupun dia tak benar-benar menerima perasaan wanita itu . Alex hanya memerlukan Cindy diranjangnya saja , kini Cindy selalu menjadi tempat pelampiasan hasrat Alex .
Dia memanfaatkan Cindy untuk melayaninya karna Cindy yang sangat tergila-gila pada Alex dan mau melakukan apa saja untuk mendapatkan Alex , Cindy mengetahui jika Alex hanya menganggap dirinya sebagai pemuas nafsu .
Tapi Cindy tak mempermasalahkannya , dia suka saat Alex menghubunginya dan mengajaknya berjumpa . Setidaknya kini Alex sudah menganggap Cindy , bahkan sangat membutuhkannya . Cindy akan merebut Alex dari Adel dan yakin Alex pasti akan menjadi miliknya . Karena dia sudah mempunyai siasat licik untuk memisahkan Adel dan Alex , Cindy juga tau kalau Alex dan Adel akan bertunangan dalam waktu dekat
( Model : Seol Hyun " AOA " as Cindy Rebbeca Jones )
Cindy Rebbeca Jones , anak tunggal Robert Jones . Adik satu-satunya dari Tuan Richard Jones , yang menjadikan Cindy sepupu satu-satunya Adel .
Usianya sama dengan Adel , 22 tahun dan juga sedang kuliah dikampus yang dengan Adel .
Walaupun masih ada hubungan darah dengan Adel , Cindy sangat iri dan membenci Adel juga keluarga Adel .
Cindy iri karena kehidupan keluarga Adel yang sangat mewah , terlebih lagi Adel adalah kekasih yang dicintai Alex . Lelaki pujaannya itu , kebenciannya semakin bertambah tatkala dia mendengar Adel akan bertunangan dengan Alex dalam waktu dekat ini .
Ayah Cindy ( Tn . Robert Jones ) juga tidak menyukai keluarga kakaknya itu .
Itu dikarenakan Tn . Richard memiliki 60% saham perusahaan , sedangkan dia hanya memiliki 20% dan sisanya dimiliki oleh beberapa pemegang saham .
Dulunya perusahaan yang dipimpin oleh ayahnya Adel tidaklah sebesar sekarang , dulu perusahaan itu hanyalah perusahaan kecil .
Tuan Adam ( kakek Adel ) yang merintis perusahaan tersebut , lalu ia mengalihkan kepemimpinannya pada ayah Adel karena Tuan Adam yang sudah sakit sakitan . Ia menyerahkan kepemimpinannya karena ayah Adel anak yang paling besar dan memiliki jiwa bisnis yang kuat .
Setelah perusahaan itu dipimpin oleh ayah Adel , perusahaan nya perlahan semakin berkembang dan bertambah besar . Yang awalnya begelut disatu bidang , kini merambah kebeberapa bidang lainnya .
Tuan Robert Jones ( Ayah cindy ) tidak menyukai keputusan ayahnya itu , tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa karena dia juga tidak memiliki kemampuan bisnis seperti kakaknya .
Apalagi kini perusahaan warisan ayahnya itu semakin besar , membuat nama kakaknya semakin terkenal dan menjadi sorotan dikalangan pebisnis handal . Sedangkan ia selalu berada dibawah bayang-bayang kakaknya ( Tuan Richard Jones ) , membuat iri dihatinya semakin menjadi-jadi .
Ayah Cindy bertekad untuk merebut perusahaaan itu dari kakaknya , apapun akan dia lakukan bahkan menghilangkan nyawa kakaknya sekalipun .
Apalagi niatnya itu didukung istrinya Ny . Marissa Jones dan anaknya Cindy , jadilah mereka musuh dalam selimut bagi keluarga Tn . Richard Jones . Mereka bersikap sangat baik dan hangat didepan semua anggota keluarga Adel , membuat keluarga Adel tidak curiga sedikitpun dengan sifat iri dan licik dihati mereka .
* * * * *
Diperusahaan ...
Setelah mengantarkan Jojo kesekolahnya , Tn Richard langsung menuju ke perusahaan . Setelah tiba , tampaklah sebuah gedung bertingkat dengan arsitektur yang sangat modern dan mewah .
Tuan Richard langsung turun dan masuk keperusahaannya itu , tampak Romi ( asisten pribadinya ) sedang menunggunya didepan pintu lobby .
__ADS_1
"Selamat datang Tuan . " ucap Romi .
Tuan Richard hanya menganggukan kepalanya sebentar tanpa menghentikan langkahnya saat mendengar sapaan asisten pribadinya itu , dan langsung melangkah kedalam diikuti oleh Romi menuju ke lift yang dikhususkan untuk petinggi dan kolega perusahaan .
Para karyawan yang melihat pimpinan mereka sudah datang pun , berdiri rapi dan membungkukkan badan hormat .
Dirumah Tuan Richard adalah ayah dan suami yang hangat pada anak dan istrinya , bahkan tak sungkan untuk bercanda dan bercengkrama dengan mereka . Tapi saat berada diperusahaan , dia adalah pemimpin yang tegas dan bijak . Para karyawanpun sangat menghormatinya , karena kebijakan-kebijakan yang dibuatnya untuk para keryawan . Membuat kehidupan karyawannya menjadi lebih baik , sehingga diluar sana banyak sekali orang yang ingin bekerja diperusahaan itu .
Setelah sampai didepan lift , Romi pun memencet tombol lantai 25 . Pintu lift tertutup dan membawa mereka menuju kelantai teratas gedung tersebut , tempat ruangan CEO berada . Saat lift sudah berada dilantai yang dituju , mereka keluar dari lift dan menuju keruangan Tuan Richard .
Tampak Tamara sekertaris tuan Richard langsung berdiri dan menghampiri batasannya itu .
" Selamat Pagi Tuan !! " ucap Tamara
" Pagi ... "
" Apa persiapan rapat pagi ini sudah kau selesaikan ? "
" Sudah Tuan ! "
" Materi rapatnya juga sudah saya letakkan dimeja rapat , nanti para direksi sudah bisa langsung membacanya saat rapat dimulai . "
" Ok , kerja bagus Tamara . "
" Baiklah , masih ada waktu 30 menit lagi sebelum rapat dimulai , kau bawalah berkas-berkas yang harus aku periksa kemarin keruanganku . Aku akan memeriksanya sebentar ! "
ucap Tuan Jones sambil melirik jam dipergelangan tangannya dan masuk keruangannya .
" Baik Tuan !! " balas Tamara sambil sedikit menunduk lalu berbalik menuju kemejanya dan mengambil beberapa berkas yang harus diperiksa bosnya itu .
Didalam ruangan , Tuan Richard sudah duduk dikursi kebesarannya didampingi Romi yang berdiri disisi kanannya . Tak lama masuk Tamara dengan membawa beberapa berkas ditangannya , lalu meletakkan berkas-berkas tersebut dimeja bosnya itu .
" Apa ini sudah semuanya ? " tanya Tuan Richard sambil mulai memeriksa berkas-berkas tersebut .
" Sudah tuan !!! "
" Ok terimakasih Tamara , kau bisa melanjutkan pekerjaanmu . "
Tapi saat Tamara sudah akan membuka pintu ruangan bosnya untuk keluar , langkahnya terhenti saat Tuan Richard memanggil dan bertanya kepadanya . Tamara berbalik dan menoleh kearah bosnya itu .
" Tunggu Tamara !! "
" Bukankah aku sudah menyuruhmu memberikan file perencanaan pembukaan pabrik baru disurabaya ini pada adikku untuk diperiksanya , kenapa kau malah membawanya lagi padaku ? " tanya Tuan Richard heran .
" Saya sudah memberikan file itu kepada Tuan Robert tuan !! "
" Tapi ... ! " ucapa Tamara ragu ..
" Tapi apa ?? "
" Tapi tuan Robert menyuruh saya untuk membawanya kembali kepada anda Tuan !! "
" Tuan Robert bilang bahwa dia sudah banyak pekerjaan , dan sangat sibuk . Jadi tidak sempat untuk memeriksanya dan meminta anda untuk mengerjakannya sendiri . " balas Tamara sambil menunduk .
" Hhhhhh ... " menghembuskan nafasnya kasar .
" Baiklah , kau boleh pergi . " ucap tuan Richard sambil menyandarkan badannya dikursi dan memijat pelipisnya mendengar perkataan Tamara tadi .
" Anda baik-baik saja tuan ? " tanya Romi saat melihat keresahan Tuannya itu .
" Aku baik-baik saja Romi . "
" Aku hanya bingung , sampai kapan adikku itu akan berusaha dan belajar untuk membantuku menjalankan perusahaan ini . " jawabnya .
" Tapi tuan , bukankah jabatan Ketua Dewan Komisaris itu terlalu berlebihan untuk diduduki Tuan Robert . "
" Dia bahkan tidak mengerti dan tidak bisa mengerjakan pekerjaan yang sangat mudah diperusahaan ini sekalipun tuan . "
" Untuk apa dia menjabat , jika hanya sekedar mengisi posisi dan tidak melakukan pekerjaan apapun ? " tanya Romi .
" Hhhhh .... "
__ADS_1
" Entahlah , kau tau aku sengaja memberikan posisi yang bagus untuknya diperusahaan ini , agar dia bisa belajar dan mulai paham cara kerja diperusahaan ini . "
" Aku tahu dia sangat iri padaku , semenjak ayah mengalihkan perusahaan ini untuk kupimpin . Karena itu aku memberikannya jabatan , tapi sekarang aku mulai ragu bahwa dia tidak bersungguh-sungguh untuk belajar dan mau membantuku diperusahaan ini . "
"Bahkan selama 25 tahun bekerja dia hanya memahami sedikit hal saja dan tidak mencoba untuk berkembang . "
" Tapi tidak apa-apa , walaupun dia tidak mengerti . Setidaknya dia sudah bersikap baik diperusahaan ini , dan itu sudah cukup buatku . "
" Lagi pula , aku akan menyerahkan kepemimpinan perusahaan ini pada Adel nantinya . Karena aku bisa melihat potensi dan minat Adel yang besar untuk perusahaan ini . "
" Baiklah tuan , saya percaya semua keputusan anda buat pasti sudah anda pertimbangkan dengan baik . "
" Terimakasih Romi , semoga saja . "
" Ya sudah , ayo kita keruang rapat ini sudah waktunya . Nanti saja aku memeriksa berkas-berkas ini . " ajaknya sambil berdiri dan meninggalkan berkas yang ada dimejanya itu .
" Baik tuan . "
Lalu mereka keluar dari ruangan itu dan menaiki lift turun menuju kelantai 20 tempat rapat itu akan dilangsungkan , saat mereka masuk keruangan rapat . Sudah tampak para direktur bagian dan dewan komisaris serta anggotanya sudah berkumpul . Dan rapat pun dimulai , selama kurang lebih 2 jam rapat itu berlangsung dan selesai saat hampir jam makan siang .
* * * * *
Kembali keapartemen Alex .
Saat sudah selesai dengan pergulatan panas mereka , Alex dan cindy masih berada diatas ranjang .
Berpelukan dengan tubuh polos mereka yang tertutupi selimut ,,,
" Apa kau puas sayang ? " ucap Cindy sambil mengelus-elus dada bidang Alex .
" Tentu , kau memang selalu bisa melayani dan memuaskanku diranjang ! "
" Untuk itu aku selalu memanggilmu dan kau tau itu ? " jawab Alex sambil melepaskan pelukannya dan turun dari ranjang lalu melangkah kekamar mandi untuk membasuh tubuhnya yang lengket terkena keringat .
( " Sekarang aku memang hanya menjadi pemuas nafsumu , tapi itu tidak akan lama Alex . Sebentar lagi kau akan menjadi milikku sepenuhnya , karena aku pasti akan memisahkan mu dengan sijal*ng itu karna kau hanya milikku . " ) gumam Cindy sambil meremas selimut yang masih membalut tubuhnya , Cindy sangat kesal dengan ucapan Alex tadi .
Lalu Cindy pun turun dan melangkah masuk kekamar mandi menyusul Alex , tapi bukannya untuk membersihkan diri Cindy malah menggoda Alex dan jadilah mereka melakukannya lagi didalam kamar mandi .
Setelah selesai dengan ronde kedua mereka , Alex dan Cindy pun lalu keluar dari kamar mandi sesudah membersihkan diri mereka . Dengan handuk yang melingkar dipinggangnya , Alex melangkah kelemari pakaian dan mengambil bajunya , dia harus pergi kekampus untuk menjemput Adel .
" Where are you going honey ? " tanya Cindy saat melihat Alex sudah sangat rapi dan sepertinya akan pergi .
" Apa kau tidak ingin menghabiskan waktu berdua denganku disini sayang , kita bisa mengulangnya lagi sampai kau puas ? " ucapnya lagi , lalu memeluk Alex dari belakang dengan handuk kimono yang masih melilit ditubuh seksi nya .
" Aku harus pergi menjemput Adel , dia pasti sudah selesai dengan kegiatannya ! "
" Aku tidak ingin membuatnya menunggu dan curiga jika sampai terlambat menjemputnya . " ucap Alex masih menyisir rambutnya .
" Kapan kau akan memutuskannya dan menjadi milikku sayang ? " tanya Cindy masih dengan posisi yang sama .
" Cih ... "
" Berhentilah berharap Cindy , kau tau kalau aku tidak akan pernah melepaskannya . "
" Kau hanya pemuas nafsuku , jadi jangan pernah lewati batasannmu dan berhenti menanyakan hal bodoh itu padaku ! " ucap Alex sambil melepaskan pelukan Cindy dibadannya dan melangkah keluar kamar mengambil kunci mobil diatas meja ruang tamu .
Cindy yang kesal dengan ucapan Alex itu lalu menyusul Alex keluar dan berkata ,,,
bersambung ...
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
❤❤❤