
" Happy Reading " 😊😊
Sebelumnya ...
" Cih ... "
" Kenapa kau masih saja mengharapkan lelaki itu , dia bahkan tidak menganggapmu ada karena putri tidur itu . "
" Sebaiknya kau lupakan saja dia sayang , dan carilah lelaki lain untuk mendampingimu . "
" Masih banyak lelaki lain diluar sana yang lebih tampan dan lebih kaya darinya , lelaki yang lebih pantas mendampingimu ! "
Cindy yang mendengar ucapan ibunya itu pun lalu melihat kearah ibunya dan berkata .
" Yang ... "
Ucapan Cindy terpotong saat memandang kearah Nyonya Marissa dan melihat pelayan yang sedang berdiri dibelakang ibunya , karena kesalnya Cindy bahkan tidak menyadari pelayan yang sudah berdiri disana dari tadi .
" Kenapa kau masih berada disini ? " tanya Cindy .
" Keluar sana ! " usirnya .
Cindy tidak mau perkataannya didengar oleh pelayannya itu .
" Nyonya ! " ucap pelayan itu sambil melihat Nyonya Marissa , meminta persetujuan pada majikannya itu apakah dia boleh pergi atau tidak .
" Pergilah , nanti aku akan memanggilmu jika aku membutuhkanmu . " jawab Nyonya Marissa sambil menganggukkan kepala pelan .
" Baik Nyonya ! " ucapnya sambil membungkukkan badan lalu melangkah keluar dari kamar itu .
" Yang apa ? " sambung ibunya lagi , menanyakan ucapan Cindy yang terpotong tadi .
" Yang kaya dan tampan itu memang banyak mami , tapi aku hanya mencintai Alex dan hanya menginginkan Alex menjadi pendampingku . "
" Bagaimana pun caranya aku pasti akan merebut Alex dari wanita sial*n itu , lihat saja nanti . " ucapnya yakin .
" Hhhhh ... "
" Terserahlah ... "
" Apapun ambisi bodohmu itu , tapi cobalah untuk tidak melukai dirimu sayang . "
" Mami tidak ingin melihatmu terluka seperti ini , kalau sampai kau terluka lagi maka mami yang akan turun tangan untuk membuatmu mendapatkan pria itu ! "
" Apa kau mengerti ! " sambil melilitkan perban ditangan Cindy .
" Baiklah mami !! "
" Mami memang yang terbaik . " jawab Cindy girang , karena mendapat dukungan dari ibunya .
" Sudah siap ! " ucapnya saat sudah selesai membersihkan dan menutup dengan perban luka ditangan Cindy .
" Ayo kita turun untuk sarapan ! "
" Kamu harus kekampuskan ? "
Lalu ibu dan anak itu pun turun kelantai bawah , untuk sarapan .
" Apa papi sudah berangkat ? " tanya Cindy saat sudah berada dimeja makan dan tidak melihat ayahnya disana .
" Belum , pasti masih diruang kerjanya bersama Beni . " Ada yang mau dikerjakan tadi katanya ! "
" Oh ... ! "
" Kau tunggulah , mami akan memanggilnya dulu . " lalu berbalik dan berjalan menuju keruang kerja suaminya .
Ruang kerja Tuan Robert memang sengaja dibuat kedap suara , agar suaminya itu tidak tergganggu dengan suara-suara dari luar ruang kerjanya saat sedang bekerja didalam .
Jadi ia pasti tidak mendengar kekacauan yang berasal dari kamar anak gadisnya tadi .
Saat sudah berada didepan pintu ruang kerja suaminya , Nyonya Marissa mendengar suara teriakan suaminya dari dalam . Membuatnya sangat terkejut dan seketika membuka pintu itu tanpa mengetuknya terlebih dahulu , ia ingin mengetahui apa yang terjadi dengan suaminya sampai berteriak seperti itu .
" Aku pasti akan menghabisinya dan mengambil alih kepemimpinan perusahaan itu dan .... " ucapannya terpotong saat melihat pintu yang terbuka dan tampak istrinya sedang berdiri disana .
" Robert , ada apa ? "
" Kenapa kau berteriak ? " tanya istrinya .
" Ck ... "
" Bisakah kau mengetuk pintu dulu sebelum masuk ! " jawabnya kesal .
" Nyonya ... ! " ucap Beni ( asisten kepercayaan suaminya ) , sambil membungkukkan badan hormat .
Nyonya Marissa hanya melirik Beni sebentar , lalu melangkah menghampiri suaminya .
" Hei , ada apa denganmu ? " tanya Nyonya Marissa heran , karena wajah suaminya yang terlihat sangat kesal . Pasti terjadi sesuatu pikirnya .
" Sudahlah !! "
" Ada apa kau kemari ? "
" Cih ... "
" Ayah dan anak sama saja ! " decihnya .
" Keluarlah , apa kau tidak mau sarapan . "
__ADS_1
" Cindy sudah menunggumu dimeja makan ! " jawabnya , lalu berbalik dan keluar meninggalkan mereka didalam ruangan itu .
" Kau pergilah keperusahaan , periksa berkas-berkas yang ada dimejaku . "
" Nanti aku akan memberitahu padamu , apa yang harus kau lakukan untuk menyelesaikan masalah ini ! " perintahnya pada Beni .
" Baik Tuan ! "
Lalu mereka keluar dari ruangan itu bersama .
Tuan Robert melangkah kemeja makan , sedangkan Beni keluar dari rumah dan berangkat keperusahaan melaksanakan tugas yang diperintahkan padanya tadi .
" Ada apa papi , kenapa wajah papi terlihat kesal . " tanya Cindy saat ayahnya sudah duduk dimeja makan .
" Tidak ada apa-apa sayang ! " jawabnya .
" Kenapa dengan tanganmu Cindy ? " sambungnya lagi saat pandangan matanya tertuju pada tangan Cindy yang dililit perban .
" Anakmu itu benar-benar tergila-gila dengan seorang pria yang sudah menjadi milik orang lain , sampai dia kehilangan kewarasannya dan melukai dirinya sendiri ! " sela Nyonya Marissa sambil menyendokkan nasi dan lauk pauk kepiring suaminya .
" Apa !! "
" Kenapa kau sampai melukai dirimu sendiri sayang ? " tanya Tuan Robert emosi .
" Dan , dan siapa pria milik orang itu ? "
" Apa kau menjalin hubungan dengan suami orang Cindy ? "
" Tidak papi , bukan begitu ! " jawab Cindy cepat .
" Aku tidak berhubungan dengan suami orang ! "
" Dan aku tidak melukai diriku sendiri , hanya tanganku tidak sengaja terkena pecahan cermin dikamarku . " sambil menunduk .
" Kau tahu siapa pria itu Robert ! "
" Siapa lagi pria yang begitu digilai anakmu jika bukan Alex ? " ucap Nyonya Marissa memotong .
" Mamiiiii ! " balas Cindy sambil memelototkan mata melihat ibunya .
" Apa ? " sambung ibunya .
" Ck ... !! " decak Cindy .
" Hhhh ... !! "
" Sudahlah , ayo kita sarapan dulu . Nanti kita akan membahasnya lagi . " ucap Tuan Robert menghentikan aksi mereka .
Mereka pun mulai makan , menyuapkan sendok kemulut sampai makanan yang ada dipiring mereka habis tak tersisa .
Dikampus ..
Setelah tiba diparkiran kampus , Adel dan Alex turun dari mobil bersama . Mereka berpisah saat sudah berada didepan ruang dosen , Adel masuk kedalam ruangan itu karena harus menemui salah satu dosen . Sedangkan Alex pergi melakukan aktifitasnya sendiri .
Ditaman tampak Ditha dan Ariska sedang duduk seperti biasanya , mereka sudah menyelesaikan kegiatan mereka pagi itu . Tidak banyak kegiatan yang mereka lakukan memang , karena mereka sudah berada disemester akhir .
" Adel apa udah datang ya dit ? " tanya Ariska .
" Udah mungkin , kan semalam katanya mau keruangan dosen dulu ! "
" Paling bentar lagi juga muncul tu anak . " sambil mengotak-atik ponselnya .
Mereka pun melanjutkan obrolannya , sambil menunggu Adel datang .
Setelah kurang lebih setengah jam , Adel pun keluar dari ruangan dosen . Dia lalu melangkah kearah taman kampus , untuk menghampiri kedua sahabatnya yang dia yakini pasti sedang berada disana .
Adel mengedarkan pandangannya saat sudah berada ditaman dan benar saja tampak Ditha dan Ariska sedang duduk disana , Adel pun menghampirinya .
" Tu dia udah datang ... ! " ucap Ariska saat melihat Adel sudah berada didekat mereka .
Ditha pun ikut menoleh kearah Adel , lalu tersenyum padanya .
" Udah lama ? " tanya Adel lalu duduk disamping Ditha .
" Udah , dari setengah jam yang lalu ! " balas Ariska .
" Kok muka lu agak sembab sih Del , nggak kek biasanya . Kayak yang baru siap nangis ! "
Ditha yang mendengar omongan Ariska langsung memiringkan tubuh Adel dan mengarahkan padanya , memperhatikan wajah sahabatnya itu .
" Iya Del ! "
" Lu habis nangis ya , kenapa ? " tanya Ditha curiga .
" Emang masih kelihatan banget ya ! " jawab Adel sambil memegang kedua pipinya .
" Jadi bener lu habis nangis ! " ucap Ditha khawatir .
Adel yang melihat kekhawatiran sahabatnya itu pun lalu menceritakan kejadian dijalan tadi , saat Alex membentaknya dan membuatnya sampai menangis . Dia harus menceritakannya pada Ditha dan Ariska , karena ingin meminta pendapat mereka . Adel tidak bisa mencari tahu sendiri apa yang membuat sikap Alex jadi aneh padanya , karena itu dia membutuhkan saran dari kedua sahabatnya itu .
Adel menceritakannya dengan sangat detail , tidak melewatkan bagian apapun .
" Gue makin yakin Del , ini udah pasti kalo Alex bener-bener nyembunyiin sesuatu dari lu ! "
" Ini kali pertamanya dia bikin lu nangis , gue bener-bener nggak nyangka sama dia ! "
" Jadi gue mesti gimana dit ? "
__ADS_1
" Gue jadi ragu sama Alex , apalagi 4 hari lagi orangtua Alex bakalan datang ngelamar gue . "
" Gimana kalo gue mata-matain Alex , del ? "
Rencana yang tadinya tak akan dia lakukan pun , akhirnya dia sampaikan pada Adel .
" Hah , mata-matain ! "
" Nggak Dit , gue nggak setuju . "
" Gue gak mau bikin lu jadi repot karena masalah gue ! " jawab Adel cepat .
" Kan dah gue bilang Dit , kalo ni anak gak bakalan setuju lu lakuin itu ! " sambung Ariska yang sedari tadi mendengarkan perbincangan mereka .
" Ck ... ! " decaknya sambil melihat Ariska .
" Jadi gimana dong del ? "
" Gue nggak punya jalan lain ! "
" Nggak !! "
" Sekali gue bilang enggak , berarti enggak ya Dit ! "
" Gue nggak setuju kalo sampe lu harus sibuk , karena ngurusin masalah gue dan ngelupain skripsi lu . "
" Hhhh ... " Ditha menghembuskan nafasnya kasar .
" Nanti kita pikirin lagi gimana caranya y Dit ! " sambung Ariska .
" Iya , gue juga bakal mikirin juga gimana caranya ! " balas Adel .
" Oke deh ! "
" Oh iya , gue lupa ! "
" Dit ... Ka , pulang nanti lu ikut sama gue ya . "
" Kemana ? " tanya Ariska .
" Kebutik elu Ka ! "
" Tadi mama nyuruh ngajak kalian nyari baju buat dipake diacara lamaran nanti , kalian kan bakalan jadi pendamping gue nanti . Sekalian makan siang juga . "
" Gimana ? "
" Oh ! " jawab Ariska .
" Alex ikut ? " tanya Ditha lagi .
" Oh iya , gue lupa ngasih tau Alex . "
" Ini karena kejadian tadi , gue sampai lupa ngasih tau dia . " ucapnya sambil mengeluarkan ponsel dan mengirimkan pesan pada Alex .
( " Sayang , nanti kamu pulangnya sendiri aja ya ! " Aku bakalan dijemput mama , tadi pagi mama ngajakin kebutik buat nyari baju untuk dipake di acara lamaran nanti . Nggak apa-apa kan ? " ) tulisnya .
" Enggak , Alex enggak ikut kok . Mama bilang dia gak usah ikut , kita aja . "
" Kalian ikut kan ? "
" Ok ... ok ... !! " jawab kedua sahabatnya itu bersamaan .
Tring .. tring ... bunyi pesan masuk diponsel Adel , dia pun membukanya dan berbalas pesan dengan Alex .
( " Kok kamu gak ngasih tau dari tadi sih sayang ? " ) balas Alex .
( " Maaf sayang , itu karena dimobil tadi . Aku jadi lupa memberitahukannya padamu . " ) tulis Adel lagi .
( " Jangan minta maaf sayang , itu bukan salahmu tapi salahku . Baiklah , aku akan pulang sendiri . " )
( " Ok sayang , sampai jumpa besok . " )
( " Love u !! " )
( " Love u too honey " ) .
Adel pun menyimpan ponselnya setelah selesai berbalas pesan dengan Alex , dia pun melanjutkan obrolannya dengan Ditha dan Ariska sambil menunggu ibunya datang menjemput mereka .
bersambung ...
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa like , vote dan komen ya sayang-sayang .
Jangan lupa follow Ig ku juga ya @adeline202004 .
❤❤❤
__ADS_1