CINTA SUCI , Adel .

CINTA SUCI , Adel .
Bab 4 . Drama setiap pagi . " ( Part 2 ) "


__ADS_3

" Happy Reading " 😊😊


" Hhhhhh .... "


" Baiklah , sepertinya aku harus berjuang sendiri . "


* * * * *


Sebelumnya ,,,


Setelah jojo menyemangati ibunya , ia lalu melangkahkan kakinya menuruni anak tangga menyusul ketiga kakaknya kemeja makan .


Saat sudah sampai didekat meja makan dia melihat kakak-kakaknya sudah duduk dan mengambil posisi masing-masing , lalu ia juga ikut duduk dikursi yang biasa ditempatinya .


Diatas meja makan sudah terhidang beberapa macam makanan yang disiapkan para pelayan tadi , aroma makanan itu sangat menggugah selera .


Membuat perut mereka yang kosong , jadi berteriak .


Pertanda bagi sang empunya perut untuk segera mengisinya , tapi mereka harus rela menahan rasa laparnya sebentar . Karena anggota keluarganya belum berkumpul semua untuk makan , mereka tidak menunggu adel . Karna kalau menunggu adel untuk ikut sarapan , bisa-bisa mereka akan mati kelaparan .


Mereka menunggu kedua orang tua mereka .


Ya tuan dan nyonya jones , yg saat ini sedang dilantai 2 masih sibuk dg urusannya masing-masing .


Sambil menunggu kedua orangtua itu turun , mereka memilih memainkan ponsel mereka . Saat keempat anak itu sedang asik memainkan ponsel mereka dan berselancar didunia maya , didunia nyata terdengar teriakan nyonya rianti dari lantai 2 .


" Yaaaaaa Tuhaaaaaaaaannnnnn ...... "


" Adeeelllllllllllll .... banguuuuuuuuunnnnn . "


Kuatnya suara teriakan itu membuat keempat anak itu sontak mengangkat kepala mereka dan mengarahkan pandangannya ke lantai atas sebentar . Lalu membalikkan lagi arah pandangannya ke ponsel yg ada ditangan mereka .


" Hhhhhhhhhhh , " serempak mereka berempat menarik nafas dalam dan menghembuskannya kasar .


Para pelayan yg ada dilantai bawahpun juga agak sedikit terkejut , mereka sempat menghentikan kesibukan mereka dan sama- sama melihat ke arah lantai atas sebentar . Lalu melakukan pekerjaannya kembali , tapi tidak dengan bi Ani dan santi yg sedang berada didapur . Mereka tidak mendengar suara teriakan nyonya mereka , karna suara teriakannya berasal dari dalam kamar . Tetapi jika asal suaranya dari luar kamar adel , pasti suaranya akan sangat jelas terdengar .


Tak lama terlihat tuan Richard berjalan ke arah mereka . Suara langkah kaki itu membuat lili , el , nita , dan jojo menoleh dan seketika senyum mengembang diwajah mereka . Ayah mereka sudah datang , itu artinya mereka bisa memulai sarapan walaupun tanpa ada ibu mereka dimeja makan . Karna nyonya rianti selalu terlambat untuk sarapan seperti sebelum-sebelumnya , dan akan sarapan belakangan .


" Daddy , why are you taking so long . "


" We were very hungry ? " tanya jojo


" Sorry guys , tadi daddy sedang berbicara dengan uncle romi di ruang kerja . " balas tuan richard lalu duduk dikursi kebesarannya .


" Ayo makanlah , ini sudah jam setengah 7 . " Katanya sambil melirik jam tangan Ro*ex yg melingkar dipergelangan tangannya .


" kalian harus kesekolah kan ? " ucapnya lagi .


Lalu mereka mulai makan dengan khidmat tanpa ada yg berbicara , hanya ada suara dentingan sendok yg terdengar beradu . Tapi hanya sebentar keheningan itu tercipta .


Dan ....


" Biii aniiiii , ambil panci dan spatulanyaaaa ..."


terdengar lagi teriakan nyonya Rianti dari lantai atas .


Tuan Richard dan keempat anaknya yg sedang sarapan pun mendengar teriakan itu , tapi mereka tidak memperdulikannya dan tetap melanjutkan sarapan saja .


Bi ani yg mendengar teriakan itu pun lalu menyuruh Santi untuk membawakan permintaann nyonya Rianti itu , ke lantai atas .


Santi keluar dari arah dapur dengan panci dan spatula ditangannya , ia berjalan melewati meja makan .


Saat santi melewati meja makan , kelima orang yg asik sarapan itu pun meliriknya sebentar lalu lanjut memakan makanan mereka yg sudah hampir habis .


" Kak li , apa kau mau bertaruh dengan ku ! " ucap el setelah menghabiskan makanannya .


" Taruhan apa ? " balas lili yg juga sudah selesai makan lalu meminum seteguk air .


" Kita akan bertaruh , berapa kali bunyi panci yg dipukul mama terdengar dan harus menjawab dengan benar . " katanya .


" Yang kalah harus menuruti 2 permintaan yg menang ! " Bagaimana , apa kau setuju kak li . " sambung el lagi .


" Ck ... Kau lakukan saja dengan jojo , kalian berdua yg sangat cocok dengan taruhan bodoh itu . Aku tidak mau ikut , aku malas menuruti permintaan mu yang selalu aneh-aneh . " kata lili sambil mengelap mulutnya dengan tisue dan menunjuk jojo yg juga sudah selesai sarapan , diikuti el yg memandang jojo .


Jojo yg ditunjuk lili pun lalu memandang el dan berkata " Aku mau ka el ,,, " tapi belum sempat dia berbicara el sudah lebih dulu memotong perkataan jojo .

__ADS_1


" Cih , diamlah . Aku tidak ingin bertaruh dengan mu , kau itu sangat menyebalkan . "


" Memangnya apa keuntungan ku jika aku menang taruhan darimu , malahan nanti aku yg yang harus menuruti permintaanmu jika kau kalah . " celetuk el .


Jojo yg mendengar omongan el itu , hanya diam dan mengerucut kan bibir nya saja . Ia tak mau berdebat dengan el , karna dia tau dia pasti akan kalah . Tidak ada orang dirumah ini yg bisa berdebat dengan el , bahkan tuan Richard sekalipun .


Lalu el melirik ke arah nita yg dari tadi hanya melirik dan mendengarkan pembicaraan mereka , nita yang merasa dipandangi el pun lalu berkata " JANGAN MELIHATKU , AKU TIDAK MENGENALMU . " ucap nita yg diikuti suara tawa dari lili , jojo dan Tuan Richard .


" Hahahhha ,,, " serempak mereka bertiga tertawa mendengar ucapan nita .


Nita tidak mau bertaruh dengan el , karena dia pasti akan selalu kalah jika harus taruhan dengan el dan berakhir dengan menuruti permintaan konyol el .


" Hhhhhhh ,,, " el hanya bisa menarik nafas nya saja , ( " benar-benar mereka ini " ) ucapnya dalam hati . Tapi dia tidak patah arang karna masih ada 1 kandidat lagi , lalu dia menoleh kearah tuan Richard yg sudah selesai makan dan sedang mengotak-atik ponselnya .


" Daddy ,,, !! " ucapnya sambil tersenyum mengiba dengan wajah puppy eyes nya .


Tuan Richard yg merasa dipanggil el pun melihatnya , ia mengetahui maksud panggilan el itu . Lalu berkata " Memang nya apa permintaan daddy yg bisa kau turuti jika daddy menang ?? Daddy bahkan sudah mempunyai segalanya . " ucapnya .


" Taruhan denganmu itu tidak akan menguntungkan , menang atau kalah pun daddy pasti harus menuruti permintaan mu . Daddy tidak mau !! " sambungnya lagi .


" Aku bisa memberi daddy cucu 9 bulan lagi jika daddy mau " kata el tanpa ada beban .


Tuan Richard yg mendengar omongan el pun lalu mencebik dan menoyor kepala el dengan telunjuknya pelan .


" Ck , anak ini . "


" Sekolah dulu yg bagus , kau bisa memberi cucu pada daddy nanti saat kau sudah dewasa . Umur mu masih balita saja sudah mau memberikan daddy cucu . " ucapnya .


El pun cemberut mendengar ucapan daddynya yang mengatakan dia masih balita .


" Ayolah daddy , Ya ... Ya ... " paksa el lagi sambil mengedip-ngedipkan matanya , membuat tuan jones tidak bisa menolak permintaan putri ketiganya itu .


" Hhhhhhhh ..... "


" Ya , baiklah . " balas tuan Richard lagi . Ia terpaksa menuruti el , karena el tidak akan berhenti sampai permintaannya dituruti .


" Tapi jika daddy menang , nanti saat ujian kenaikan kelas kau harus meraih juara umum dan menemani daddy diperusahaan setelah pulang sekolah selama 2 hari . Bagaimana ?? "


" Oke , baiklah . Aku akan menemani daddy dikantor dan tanpa daddy minta pun aku pasti akan meraih juara umum disekolah . " jawab el dengan sombong dan mengibaskan rambutnya kebelakang .


" Deal daddy !! " ucapnya sambil menjulurkan tangannya untuk bersalaman .


" Ok , DEAL . " balas tuan richard .


" Daddy menebak 10 x pukulan , dan kau el ? " tanyanya pada el .


" Mmmmm ,,, aku 11 x daddy . " balas el


" Ok , we will see !! "


" Bersiaplah , sebentar lagi lonceng akan berbunyi dan kita akan tahu siapa yg menang . "


" Ok " el .


Lili , nita dan jojo pun hanya menggeleng melihat kesepakatan el dan Tuan richard . Jojo ingin sekali ikut taruhan itu , karna ada sesuatu yg diinginkannya . Tapi , ya sudahlahhh pikirnya .


Sementara dilantai atas , setelah santi sampai dikamar adel dengan membawa panci itu dia lalu memberikan pancinya kepada nyonya rianti yg berada disamping ranjang adel .


" Ini panci dan spatulanya nyonya !! " kata santi lalu memberikan .


" Terimakasih y mbak , kamu bisa kembali . " balas nyonya rianti sambil tangannya menerima panci dan spatula itu .


" Baik nyonya ! " lalu berbalik dan melangkah keluar kamar untuk kembali kedapur melanjutkan pekerjaannya .


" Ok baiklah adel , ini dia . " ucap nyonya rianti sambil mengarahkan panci dan spatula itu berdampingan disamping kepala adel yg sedang tertidur miring . Dan ....


" Teng teng teng teng teng teng teng teng teng teng teng ... " bunyi panci yg dipukul nyonya Rianti menggunakan spatula besi itu terdengar sangat kuat dan memekakkan telinga .


Santi yg berada diluar 5 langkah dari pintu kamar pun sangat terkejut mendengar suara itu dan menghentikan langkahnya .


" Astagaaaa !! " ucapnya sambil menutup kedua telinganya dengan tangan . Lalu berbalik menuju pintu kamar adel untuk melihat apa yg terjadi .


Didalam kamar , adel yang juga sangat terkejut mendengar suara itu segera membuka mata dan bangun . Tapi saat ia bangun kepalanya membentur kuat panci yg masih berada diatas kepalanya dan berteriak .


" Aaaaaaaaaa . . . . . , Aauucch " teriaknya sambil memegang kepalanya yg sakit terkena panci .

__ADS_1


" Mommy , what are you doing ? " ucapnya lagi saat melihat mamanya berdiri disampingnya .


" mommy , what are you doing . " balas nyonya Rianti sambil menirukan kata-kata adel dengan nada mengejek .


" Hallo Sleeping beauty , kenapa kau terbangun . Apa ada pangeran yg sudah menciummu sampai kau terbangun . " katanya lagi sambil berakting mengedarkan pandangannya seolah mencari keberadaan pangeran itu .


" Ck ... " adel hanya bisa mencebik .


Ia tidak bisa melawan karna ibunya yg sudah menganggu tidurnya , tapi jika adik-adiknya yang melakukannya pasti sudah habis dibuatnya .


" Sudah , cepat bangun ."


" Dari tadi mama membangunkanmu , tapi susah sekali . Mama kira kau tidak akan bangun lagi , hampir saja mama menyuruh uncle romi untuk menyiapkan lahan kuburan buat mu . " ucap nyonya rianti .


" Hhhhh , tega sekali mama berbicara seperti itu . Apa mama tega kehilangan anak mama yg cantik ini , padahal tadi aku mendengar mama bilang tidak rela untuk melepasku menikah . Sambil sedih lagi , sekarang malah mengira aku sudah mati . " ucap nya kesal .


" Tidak apa-apa kalau mama harus kehilangan 1 , karna masih ada 3 lagi . " balas ibunya .


" Mommyyyyyyyyyyyyy . . . !!!


" Ahhh , mommy memang menyebalkan . " ucap adel lagi .


" Hahahha " nyonya rianti terkekeh mendengar kekesalan putri sulungnya itu .


" Sudah lah , ayo bangun lalu mandi dan bersiap-siap . Mama tunggu kamu dibawah untuk sarapan , mama sudah lapar sekali . Bisa-bisa mama kena magh kalau terlambat makan seperti ini terus . " lalu ia melangkah menuju keluar kamar dengan masih memegang panci dan spatula di kedua tangannya .


Saat didepan pintu kamar , nyonya Rianti melihat mbak santi yg sedang berdiri melihat kearahnya .


Ya , dia ingin melihat apa yg terjadi setelah terkejut mendengar suara kuat tadi . Dan sekarang dia tahu apa kegunaan panci dan spatula itu , setelah memperhatikan drama adu mulut didalam kamar adel tadi .


" Ehh mbak , masih disini . " nyonya rianti


" Iya nyonya !! "


" Tadi saya terkejut mendengar suara itu , lalu saya kembali kesini untuk melihat apa yg terjadi . "


" Maaf nyonya , saya kira ada apa-apa !! " mbak santi .


" Ohh , tidak apa-apa mbak . "


" Saya yg minta maaf karna sudah mengejutkan mbak santi , mulai sekarang mbak santi harus terbiasa dengan kejadian tadi . Dan semoga mbak tidak terkena serangan jantung .


Karna mungkin tiap pagi mbak akan selalu mendengar kekacauan ini , yg dibuat putri tidur itu . " nyonya rianti .


" Mommy , i can hear you !! " teriak adel dari dalam kamar , mendengar kata-kata ibunya yang seolah menunjukan pada mbak santi bahwa dialah sumber masalah ini .


Nyonya Rianti hanya bisa menoleh kedalam kamar , lalu tersenyum saat mendengar teriakan adel tersebut .


" Ok , baiklah nyonya semoga saya bisa terbiasa dan tidak terkena serangan jantung . " balas mbak santi sambil tersenyum .


" Ya sudah , ayo mbak kita turun !! " ajak nyonya Rianti .


" Iya nyonya "


" Mari saya bawa pancinya nyonya !! " ucap mbak santi lagi .


" Oh iya !! "


" Ini mbak , makasih y !! " sambil memberikan panci itu .


Lalu nyonya Rianti berjalan ke arah tangga untuk turun dengan diikuti mbak santi dibelakangnya . Ia berhenti dimeja makan , sedangkan mbak santi melanjutkan langkahnya menuju dapur .


bersambung ...


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


❤ ❤ ❤


__ADS_2