
" Happy Reading " 😊😊
Sebelumnya ,,,
" Cih ... "
" Berhentilah berharap Cindy , kau tau kalau aku tidak akan pernah melepaskannya . "
" Kau hanya pemuas nafsu bagiku , jadi jangan pernah lewati batasannmu dan berhenti menanyakan hal bodoh itu padaku ! " ucap Alex sambil melepaskan pelukan Cindy dibadannya dan melangkah keluar kamar mengambil kunci mobil diatas meja ruang tamu .
Cindy kesal dengan ucapan Alex yang mengatakan bahwa dirinya hanya pemuas nafsu bagi Alex , dia lalu menyusul Alex keluar kamar dan berkata ,,,
" Kenapa Alex , kenapa kau tidak bisa memilihku dan meninggalkan si wanita jal*ng itu ? " ucap Cindy dengan kesal .
" Dia bahkan tidak bisa memuaskanmu seperti yang kulakukan padamu , aku rela melakukan apa saja untukmu Alex ! "
" Tinggalkanlah dia Alex dan jadilah milikku ! "
Alex menghentikan langkahnya dan berbalik saat akan membuka pintu , ia sangat kesal mendengar ucapan Cindy yang mengatakan Adel wanita jal*ng .
" Ck ... "
" Jaga ucapanmu itu Cindy , kaulah yang ****** ! " sambil menunjuk Cindy .
" Kenapa kau merasa lebih pantas menjadi milikku dibandingkan Adel , bahkan bukan aku yang mengambil kesucianmu itu . "
" Kau pikir aku pria yang bodoh ! "
" Kenapa aku harus memilih barang bekas , jika ada barang baru disampingku . "
" Jadi seperti yang kubilang tadi , ingat posisimu dan jangan pernah melewati batasanmu ! "
" Jika kau masih banyak menuntut , maka aku tak akan segan-segan mencampakkan mu . "
" Ingat dan camkan itu !!! " ucap Alex lalu membuka pintu dan keluar dari kamar itu meninggalkan Cindy yang masih berdiri terdiam didalam .
Cindy yang sudah sangat kesal dengan ucapan Alex dikamar tadi pun , menjadi semakin panas mendengar perkataan Alex barusan . Membuat darahnya semakin mendidih dan semakin membenci Adel sepupunya itu .
" Aaaaaaarrrrrggghhhhhhhhhh .... !!! "
" Prangggg .... "
teriak Cindy lalu mengambil vas bunga keramik yang ada disebelahnya dan melemparnya keatas meja kaca , membuat kaca meja itu pecah dan berserakan dilantai .
" Alex , teganya kau mengatakan itu kepadaku . " Setelah apa yang kulakukan padamu , kau pikir kau bisa mencampakkanku begitu saja hah . "
" Brakk ... " lagi-lagi tangannya menyapu dan mencampakkan hiasan patung serta beberapa foto diatas lemari hias .
" Ohh , tidak bisa Alex . "
" Lihat saja , aku pasti akan membuatmu berpisah dari wanita sial*n itu dan kau akan menjadi milikku !! "
" Hanya milikku !!! "
" Jangan sebut aku Cindy Rebbeca Jones , jika aku tidak bisa mendapatkanmu . "
" Bersiaplah Alex , aku akan membuatmu bersujud dan memohon-mohon dikakiku agar kau bisa kembali kepadaku . " ucapnya dengan berapi-api lalu masuk kekamar .
Setelah meluapkan kekesalannya dengan menghancurkan beberapa barang Alex , Cindy lalu memakai bajunya dan keluar dari unit apartemen Alex .
Dia keluar dengan membanting pintu cukup keras dan dengan kekesalan yang memenuhi hatinya , dia harus mulai menyiapkan rencana untuk memisahkan Adel dan Alex .
Cindy menaiki lift dan turun menuju lobby apartment , setelah sampai dilantai bawah dia menuju kemobilnya yang ada diparkiran dan mengendarainya dengan kencang untuk pulang kerumahnya .
.....
Setelah pergi meninggalkan Cindy diunit apartmentnya , Alex langsung melajukan mobilnya menuju kekampus untuk menjemput Adel .
Tak lama dia pun tiba didepan kampus dan masuk kedalam parkiran untuk memarkirkan mobil sportnya itu , lalu turun dan melangkah menuju kekantin tempat Adel mungkin berada .
Saat sudah berada dikantin kampus , Alex mengedarkan pandangannya untuk mencari Adel . Tapi dia tidak menemukan kekasihnya itu disana , lalu Alex merogoh kantong celananya dan mengeluarkan handphone nya untuk menghubungi Adel .
" Tut ... tut ... tut ... " pada dering ketiga suara Adel pun terdengar .
( " Halo , Alex ! " ) jawab Adel diseberang .
__ADS_1
" Ya sayang , kau dimana ? "
" Aku sudah berada dikantin , tapi kau tidak ada ! "
" Apa kau belum makan siang ? "
( " Oh , kau sudah tiba ! " )
( " Aku masih diperpustakaan bersama Ditha dan Ariska . Aku juga belum makan siang Alex , aku sengaja menunggumu untuk makan siang bersama . " ) balas Adel lagi .
" Yasudah ... !! Apa aku pesan sekarang makanannya , apa yang mau kau makan sayang ? "
( " Seperti biasa saja Alex , nasi dan sop iga ! " )
" Ok baiklah , sekalian saja ajak Ditha dan Ariska makan bersama kita . Pasti mereka juga belum makan kan ? "
( " Dit ... Ka ... apa kalian mau makan siang bersama kami ? " )
( " Ok , kami ikut . " ) terdengar suara Ditha dan Ariska bersamaan diseberang telfon .
" Mereka mau makan apa sayang ? "
( " Kalian mau makan apa ? " ) tanya Adel lagi pada kedua temannya itu .
( " Sama saja denganmu Del ! " ) jawab Ditha .
( " Samakan saja dengan pesanan ku Alex ! " )
" Ok sayang aku akan memesankan makanannya , kalian cepatlah ! "
" Jangan sampai kau terlambat makan , nanti kau bisa sakit ! " ucap Alex
( " Baiklah Alex , kami akan kesana ! " ) balas Adel lalu mematikan sambungan telfonnya .
Lalu ketiga gadis itu merapikan buku-buku mereka dan melangkah menuju kekantin , untuk makan siang dan menemui Alex yang sudah menunggu mereka .
Alex sudah memesan makanan untuk mereka berempat , 3 porsi nasi + sop iga serta nasi goreng seafood untuk Alex dan 4 es teh manis . Tak lama makanan pun sudah terhidang diatas meja , Alex pun menunggu kekasih dan 2 sahabatnya itu datang untuk makan bersama .
Setelah Adel selesai menerima telfon dari Alex tadi , dia dan kedua sahabatnya itu pun bergegas keluar dari perpustakaan dan menuju kekantin untuk menemui Alex .
" Alex ... !! " panggil Adel saat sudah melihat Alex berada dipojok kantin sedang memainkan ponselnya .
Alex yang mendengar suara Adel pun menoleh dan melambaikan tangannya , Adel serta Ditha dan Ariska pun berjalan kearah Alex dan mendudukkan badan mereka dikursi .
Adel duduk disebelah Alex , sedangkan Ditha dan Ariska duduk bersama didepan mereka .
" Hai Alex ... !! " sapa Ditha dan Ariska bersamaan .
" Hai juga ... !! " balas Alex .
" Apa kau sudah lama datang Alex ? " tanya Adel .
" Tidak , aku baru datang sayang dan langsung menemuimu dikantin . Tapi aku tidak melihatmu tadi , makanya aku menghubungimu . " balas Alex .
" Oh baiklah "
" Ayo kita makan , aku sudah sangat lapar . " ucap Adel sambil mengelus-elus perutnya yang sudah keroncongan saat melihat makanan diatas meja itu . Aroma makanan itu sungguh menggugah seleranya .
Lalu mereka mulai memakan makanan yang dipesan Alex tadi , mereka berempat makan dengan lahap .
" Alex , apa kau habis mandi sebelum datang kesini ? " tanya Adel sambil menyuapka sendok kemulutnya .
" Tidak sayang , kenapa ? " jawab Alex masih fokus dengan makanannya dan tidak menoleh pada Adel .
" Tidak ada !! "
" Hanya saja kau tidak memakai pakaian ini saat mengantarkanku tadi dan sekarang rambutmu juga masih basah seperti orang yang habis mandi , makanya aku bertanya padamu ! " tanya Adel lagi .
" Uhuk ... uhuk ... !! " Alex terbatuk saat menyadari bahwa dia salah bicara tadi karna fokus pada makanannya .
Sontak Adel memberikan minum kepada Alex dan mengelus-elus punggung Alex , sementara Ditha dan Ariska menoleh pada Alex yang terbatuk itu setelah mendengar perkataan Adel . Mereka heran melihat sikap Alex itu dan merasa curiga dengan Alex .
" Apa kau tidak apa-apa Alex ? "
" Apa ada yang salah dengan perkataan ku , sampai kau terbatuk begitu mendengarnya ! " tanya Adel curiga sambil meletakkan gelas bekas minum Alex tadi .
__ADS_1
" Itu ... Hmm ... tidak ! "
" Ti-tidak a-ada apa-apa sayang , aku hanya tersedak saja tadi ! " ucapa Alex mengelak .
" Ta-tadi sa-saat aku dikantor , aku terkena tumpahan kopi yang akan aku minum sayang . Membuat baju dan celanaku kotor , jadi aku sekalian mandi saja . " Jawab Alex gugup .
" Oh ,,, ya sudah ! "
" Lanjutkan makanmu Alex ! " balas Adel .
" Ayo kalian juga lanjut makan ! " kata Adel pada Ditha dan Ariska saat melihat kedua sahabatnya itu menghentikan makannya dan masih fokus melihat Alex .
" Oh iya , baiklah ... " jawab Ditha lalu mulai menyendok makanan dan memasukkannya kemulut .
Mereka pun melanjutkan kegiatan makan mereka dengan diam , hanya suara dentingan sendok dan garpu yang terdengar saling beradu . Suasana menjadi canggung setelah percakapan mereka barusan , Ditha makan sambil sesekali melihat ke arah Alex .
Ditha curiga dengan sikap Alex tadi , dia tahu ada sesuatu yang disembunyikan Alex . Tapi dia tidak bisa menebak apa itu , Ditha bertekad akan mencari tahu hal apa yang disembunyikan Alex dari Adel itu .
Ditha akan membantu Adel untuk mencari tahu penyebab berubahnya sikap Alex pada Adel belakangan ini , walaupun dia harus ikut campur dalam urusan pribadi mereka .
Ditha tidak ingin Adel tersakiti , jika belakangan Adel tahu bahwa Alex memang berselingkuh dan bermain dengan perempuan lain dibelakang Adel . Karena Adel sudah banyak berjasa dalam hidup Ditha dan Ditha ingin membalas segala kebaikan yang sudah diberikan Adel padanya .
( Model : Si Cantik Lee Ji Eun as Ditha Andini )
Ditha Andini ( 22 tahun ) biasa dipanggil Ditha . Gadis manis , sopan dan berani . Teman dekat Adel dan Ariska semenjak sekolah SMA .
Ditha berasal dari kalangan keluarga yang sederhana , ayahnya seorang pegawai negri biasa . Bekerja sebagai guru disebuah Sekolah dasar dan ibunya hanya seorang ibu rumah tangga .
Walaupun berasal dari keluarga sederhana , tapi Ditha anak yang rajin dan pintar . Karena kepintarannya itulah dia sering mendapatkan beasiswa , salah satunya adalah beasiswa masuk kesekolah SMA favorit dikota Jakarta yang membuatnya bisa bersekolah ditempat yang sama dengan Adel dan Ariska .
Saat masih bersekolah di SMA populer dulu , hanya Adel dan Ariska yang mau berteman dengannya . Tanpa memandang status keluarganya , hal itulah yang membuat Ditha sangat menyukai berteman dengan mereka .
Hingga saat ini mereka bertiga menjadi sahabat dan semakin dekat , bahkan sudah seperti saudara .
Orang tua Adel dan Ariska juga sangat mengenal Ditha , mereka juga menyukai sifat Ditha yang baik dan sopan . Ketiga sahabat itu bahkan sering saling menginap dirumah mereka secara bergantian , Adel dan Ariska juga tidak segan-segan menginap dirumah sederhana milik Ditha .
Ditha sangat menyayangi kedua sahabatnya itu , diantara mereka bertiga Ditha lah yang paling berani dan kritis dalam menghadapi beragam persoalan . Bahkan untuk melindungi kedua sahabatnya itu dari godaan laki-laki yang ingin menggoda mereka , karena Ditha jago dalam seni beladiri dan sering memenangkan perlombaan karate .
( Model : Lim Yoona as Ariska Putri Purnomo )
Ariska Putri Purnomo ( 22 tahun ) , biasa dipanggil Ariska . Gadis yang cantik dan manja , sahabat Adel dan Ditha .
Anak bungsu dari 2 orang bersaudara , kakaknya bernama Aaron Putra Purnomo .
Ayahnya Tuan Pram Purnomo menjabat sebagai salah satu Dewan komisaris di perusahaan milik ayah Adel , sedangkan ibunya Nyonya Erlina adalah seorang designer pakaian yang cukup terkenal dan memiliki beberapa butik pakaian berkelas yang tersebar di beberapa kota .
Walaupun berasal dari keluarga yang kaya , Ariska mempunyai sifat yang sama seperti Adel . Ramah dan baik kepada semua orang , tanpa memandang siapa dan darimana orang itu berasal . Karena didikan kedua orang tuanya yang baik , memjadikan Ariska gadis yang baik pula .
Tapi diantara kedua sahabatnya itu , Ariska lah yang paling manja dan cengeng . Sehingga sering kena omel Adel dan Ditha , walaupun begitu mereka sangat menyayangi Ariska . Persahabatan mereka sangat tulus dan tidak saling memanfaatkan terlepas dari bedanya status sosial keluarga mereka .
* * * * *
Setelah selesai makan siang , mereka memutuskan untuk pulang . Karena sudah tidak ada lagi kegiatan yang akan mereka lakukan dikampus itu , mereka melangkah menuju keparkiran dan menaiki mobil mereka masing-masing .
Alex bersama Adel untuk mengantar Adel pulang kerumahnya , sedangkan Ariska mengantar Ditha pulang karena tadi pagi Ariska yang menjemput Ditha .
Mereka berpisah diparkiran dan melajukan mobilnya ketujuan mereka masing-masing .
bersambung ...
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
❤❤❤