
Part 1
"Malam ini kita pergi ke pasar Malam yuk...." Ajak Dania kepada Tasya.
"Enggak ah. Aku malas keluar malam Kak." Tasya menolak ajakan kakak sepupunya itu.
"Ayolah sekali-sekali Sya. Emang kamu enggak bosan dirumah terus." Dania membujuk Tasya.
"Ajak teman kakak deh." Tasya terus menolak.
"Ayo lah. Temani kakak sekali ini aja." Dania memohon.
"Iiihh.. Kakak maksa deh." Tasya kesal.
"Ikut ya..."
"Iya udah. Ayo." Tasya mengalah dengan ajakan Dania.
Mereka berdua adalah saudara sepupu. Usia Dania dan Tasya hanya terpaut satu tahun.
Tasya baru saja tamat dari Sekolah Menengah Pertama.
"Ramai kan Sya. Dari pada kamu dirumah bengong terus."
"Iya." Tasya hanya mengiyakan karena dia tidak begitu senang dengan suasana ramai.
"Kita main Capit Boneka yuk." Ajak Dania sambil menarik tangan Tasya.
Dania asyik bermain dia berusaha untuk mendapat boneka. Sementara Tasya hanya melihat sepupunya itu.
"Cewek." Tiba-tiba berdiri seorang lelaki di belakang Tasya.
"siapa ini? Apa aku yang dipanggil." Tanya Tasya dalam hati sembari dia menoleh ke belakang.
"Cewek boleh kenalan?"
"Eh.. iya." Tasya menjadi salah tingkah.
"Aku Revan." Lelaki bertubuh tinggi memakai Hoodie itu mengulur tangannya dan mulai memperkenalkan namanya.
"Aku Tasya." Tasya membalas uluran lelaki itu.
"Boleh minta nomor Whatsappnya?"
"Gimana ya?" Tasya jadi bingung.
"Udah kasih aja. Ini nomor Whatsappnya Tasya." Dania memberikan handphone nya kepada Revan memberikan nomor Tasya.
"Kak apa-apaan sih." Tasya kesal kepada Dania.
"Biarin aja. Biar kamu nanti ada teman chat." Jawab Dania.
__ADS_1
"Makasih ya Dania." Revan menyebut nama Dania.
"Iya sama-sama."
"Nanti aku antar pulang ya." Revan melirik Tasya.
"Enggak,... Enggak. Aku sama Kak Dania aja." Tasya menolak.
"Nanti aku chat ya." Revan kemudian berlalu meninggalkan mereka.
"Kenapa dia kenal kakak? Aku baru lihat dia deh." Tanya Tasya heran.
"Revan teman sekolah aku dulu. Dia di panggil Rompas karena sering kelahi. Masa kamu enggak pernah dengar nama itu sih. Tapi tenang dia orangnya baik sama cewek." Dania menjelaskan.
"Mana berani aku kenal sama cowok seperti itu kak. Kakak kan tau sendiri aku takut sama cowok." Tasya merinding mendengar penjelasan Dania.
"Biar kamu ada teman Sya. Kakak bingung lihat kamu. Jangan kan punya pacar teman aja enggak tau kamu punya apa enggak."
"Kakak kan teman aku."
"Lain Sya. kalau kakak mah saudara."
"Kita pulang ya Kak. Tasya udah ngantuk."
Dania sedih melihat Tasya yang kurang bergaul.
Tasya orangnya cantik baik hati tapi dia selalu menutup diri dengan orang lain. Hanya Dania orang yang di percaya Tasya.
Tasya pernah bilang kepada Dania kalau dia sudah selesai SMA baru dia mau mengenal laki-laki.
Nomor baru memanggil.
Tasya berusaha membuka matanya. Dia yang sudah tidur sepulang dari pasar malam tadi dibangunkan oleh suara panggilan handphonenya.
"Siapa?" Tanya Tasya
"Cuek ya, barusan tadi aku yang minta nomor WA kamu." Suara lelaki dari seberang sana.
"Oh.. Revan."
"Iya. Save nomor aku ya. Barusan kamu tidur?" Tanya Revan.
"Iya. Aku tadi ngantuk banget."
"Maaf ganggu. Lanjut tidurnya ya, semoga mimpi indah."
(Tut... Tut... Tut)
"Iih. Ngapain juga telpon ganggu tidur ku aja. Enggak jelas banget." Tasya menjadi kesal. Dia melihat layar ponselnya menunjukkan pukul 11 malam.
Setelah terganggu tidurnya Tasya sudah hilang ngantuk nya. Dia menjadi bingung dan bosan apa yang harus dilakukan tengah malam ini.
__ADS_1
Banyak laki-laki yang sering telpon Tasya dan hanya sekedar chat saja. Tapi dia tidak mau berkomitmen menjalin hubungan dengan salah satu dari mereka. Dia merasa tidak ada yang benar-benar serius. Kalau sudah ada dari mereka yang mengajak Tasya bertemu maka Tasya tida akan menggubris lagi panggilan atau chat mereka.
***
"Tadi malam Revan ada chat kamu." Tanya Dania.
"Chat apanya. Mengganggu sih iya." Jawabnya kesal
"Mengganggu kenapa?" Tanya Dania penasaran.
"Dia telpon tengah malam cuma bilang save nomor aku. Ngeselin banget." Jawab Tasya kesal.
"Ciiee yang berharap lebih." Dania menggoda Tasya.
"Enggak. Enggak kak." Tolaknya.
"Kalau Revan ajak jadian terima aja Sya. Dia orangnya baik royal juga."
"Siapa yang kepikiran jadian kak. Aku belum kenal dia kan."
"Kakak jamin kalau kamu sudah kenal dia kamu bakal lengket banget. Dia orangnya ngasyikin. Ganteng juga orangnya." Jelas Dania kepada Tasya.
"Nah... Nah. Kenapa enggak Kakak aja jadian sama dia."
"Abang Arya mau dikemanakan dong. Kakak dulu satu kelas sama Revan Sya."
"Dilihat nanti aja kalau dia betah sama aku yang hanya diam dirumah iya Ok."
"Mana ada yang betah kalau enggak mau ketemuan sesekali Sya. Makanya cowok-cowok yang lain tuh ninggalin kamu."
"Itu yang aku lihat kak. Kalau dia beneran serius dia pasti mempertahankan aku." Jelas Tasya.
Dari pertemuan semalam dengan Revan, Tasya selalu terbayang wajah Revan yang dengan berani menyapa dia dan meminta nomor WhatsAppnya secara langsung. Berbeda dengan cowok lainnya kadang minta nomor Tasya ke teman-temannya.
***
"Foto ini aku upload ah." Tasya bicara sendiri dan merasa cantik lalu meng-upload photo Selfie dirinya di akun facebook.
(Cantik..)
Baru Lima menit photo nya diupload sudah ada satu komentar dari akun Revan Syah
"Hah... siapa ini." Tanyanya dalam hati penasaran.
Tasya klik profil akun tersebut. Dia melihat jelas photo profil akun Revan Syah.
"Ganteng juga.. apa dia Revan tadi malam." Tanyanya bingung.
Semalam dia tidak jelas melihat Revan karena dia memakai Hoodie dan berada di tempat remang-remang.
Kalau dia Revan tadi malam kenapa dia tidak menghubungiku lagi sementara akun facebooknya aktif.
__ADS_1
Tasya tidak akan mungkin menghubungi cowok duluan.
Apapun yang terjadi karena dia sangat gengsi akan hal itu.