
Part 4
Revan selalu menunggu jawaban dari Tasya.
Sudah satu bulan Revan menghubungi Tasya hanya untuk memastikan jawaban Tasya.
Revan selalu berusaha membuat Tasya terkesan dengan perkataannya.
Terkadang dia mengupdate status di facebooknya tentang perasaannya dan diakhir statusnya tidak lupa ditambahkan inisial "T****"
"Tasya kapan kamu kasih aku jawaban? Buruan dijawab Sya. Kalau enggak diterima biar aku berhenti berharap. Tapi aku akan selalu berusaha buat dapetin kamu." Tanya Revan melalui sambungan telepon.
"Gimana ya kak." Sebenarnya Tasya malu-malu tapi mau. Masa iya dia enggak mau terima Revan yang setia menunggunya selama itu.
"Ayo Sya dijawab aku penasaran. Apa aku harus pergi ke rumah kamu untuk menyatakan perasaan." Revan menunjukkan keberaniannya.
"Enggak... Enggak Kak." Tolak Tasya.
"Buruan dijawab dong Sya."
"Apa kakak akan betah dengan aku yang tidak bisa di ajak ketemu?" Tanya Tasya memberikan syarat.
"Enggak apa-apa. Aku ngerti. Pasti sewaktu-waktu nanti kita bisa ketemu." Jawab Revan meyakinkan Tasya.
"Nanti juga bosan. Mana ada cowok yang betah nanti jadinya selingkuh deh."
"Percaya sama aku. Aku enggak akan mungkin mengkhianati kamu."
"Emmm iya." Dengan perasaan malu-malu Tasya menjawab iya.
"Apa?? Aku tidak salah dengar," Teriak Revan mencoba meyakinkan dirinya.
"Ulangi sekali lagi biar aku yakin."
"Udah dibilangin tadi." Kata Tasya yang tidak mau mengulang jawabannya.
"Yes... Yes... Susah bangat dapat jawaban iya dari kamu sayang." Teriak Revan bahagia dan memanggil Tasya sayang karena mereka sudah resmi menjalin hubungan.
"Apa?? Sayang?" Tanya Tasya heran.
__ADS_1
"Boleh aku panggil Sayang ya, kan kita sudah pacaran." Jawab Revan.
"Aku masih risih kak."
"Nanti di biasakan. Kamu jangan panggil aku kakak lagi panggil Abang biar lebih romantis." Pinta Revan.
"Enggak deh, panggil kakak aja lebih nyaman." Kata Tasya.
"Biar lebih romantis Sya. Aku senang kalau di panggil Abang."
"Kakak enggak usah kasih tau orang lain terutama Dania. Kita backstreet aja." Pinta Tasya.
"Emang kenapa. Malu punya pacar seperti Abang?" Tanya Revan penasaran.
"Enggak kak. Backstreet aja dulu ya, aku masih malu."
"Iya deh." Revan mengiyakan.
Mereka sudah resmi menjadi sepasang kekasih.
Revan sangat bahagia foto profil di akunnya segera dia ganti dengan foto Tasya.
Banyak teman yang memberikan selamat kepada mereka terkecuali satu akun yang berkomentar sinis (tega kamu Revan) komentar Talia Serenia.
Tasya mendapat pesan dari teman-temannya.
"Selamat Sya. Akhirnya punya pacar juga." Isi pesan Dita.
"Mana ada aku punya pacar?" Tasya membalas Dita.
"Udah dipublish masih aja bisa bohong."
"Maksudnya?" Tasya menjadi heran.
"Emang kamu enggak lihat Facebook dari tadi."
"Enggak."
"Sya bisa-bisanya kamu pacaran sama orang seperti Revan." Isi pesan Daniel membuat Tasya penasaran.
__ADS_1
"Maksud mu apa?" Daniel tidak membalas pesan dari Tasya.
Apa maksud Daniel, Tasya menjadi bingung karena dia belum terlalu banyak tau tentang Revan.
Buru-buru Tasya membuka aplikasi facebooknya.
Betapa terkejutnya dia melihat pemberitahuan diakunnya.
Tasya membaca semua komentar disana.
Komentar dari Talia Serenia menarik perhatiannya.
"Talia kenapa komentar seperti ini." Gumamnya dalam hati.
Talia adalah teman sekelas Tasya di SMA dulu.
***
"Tasya kamu sudah pacaran dengan Revan?" Tanya Dania melirik penasaran.
"Enggak kak." Jawab Dania berbohong.
"Biarin aja Sya. Dia orangnya baik, royal, dan mengasyikan Sya." Kata Dania meyakinkan Tasya.
"Kakak... Terus aja puji dia emang kak Arya tidak mengasyikan." Tanyanya melirik Dania yang selalu getol mempromosikan Revan kepada dirinya.
"Bang Arya beku kaya ice dikutub sih iya." Dania mendeskripsikan pacarnya kepada Tasya.
"Kakak bisa aja. Aku bingung kak, tadi malam Daniel chat aku dia bilang, bisa-bisanya kamu pacaran sama orang seperti Revan." Jelasnya kepada Dania.
"Pendapat orang kan beda-beda. Bisa aja si Daniel iri. Dia kan sempat suka sama kamu, tapi enggak bertahan seperti Revan." Kata Dania.
"Aku jadi takut kak. Aku sepenuhnya belum kenal Revan."
"Seiring kalian menjalani hubungan maka kamu akan tahu lebih banyak tentang Revan." Dania meyakinkan.
"Mudah-mudahan kak." Jawab Tasya berharap.
"Berarti beneran udah pacaran nih." Dania menggoda Tasya.
__ADS_1
"Iiihh.. Kakak." Tasya tersipu malu.