
Bulan Januari adalah bulan ulangtahunnya Tasya.
Sementara Revan menyiapkan kejutan untuk kekasihnya itu.
Revan membeli sebuah boneka besar dan kue kecil untuk Tasya.
Revan meminta bantuan Dania untuk memberikan hadiah kepada Tasya.
Karena dia tau, kalau diberikan langsung pasti Tasya tidak akan mau menerima hadiah dari Revan.
"Dania, hari ini Tasya ulang tahun. Kamu bisa kan bantu aku." Revan menghubungi Tasya.
"Siap bos." Jawab Dania yang tidak pernah menolak permintaan Revan.
"Aku mau ngasih hadiah Tasya, tapi jangan sampai dia tahu." Pinta Revan.
"Bisa diatur." Jawab Dania santai.
Dania menyiapkan rencana untuk Tasya supaya dia tidak tahu Revan akan memberi hadiah untuknya. Dania meminta bantuan kepada Nita sahabat mereka untuk bisa mengajak Tasya keluar sebentar. Kemudian Revan dan Dania akan membawa hadiah itu ke rumah Tasya.
"Sya, bisa temani aku ke pasar sebentar." Kata Nita yang mengajak Tasya keluar rumah.
"Kak Dania mana?" Tanya Tasya.
"Dania masih mandi tadi. Lama kalau harus menunggu dia."
"Iya sudah. Ayo cepat. Biar cepat pulang."
Selagi Nita dan Tasya ke pasar. Revan dan Dania menuju rumah Tasya untuk mengantar boneka dan kue.
Tasya sering sendirian di rumahnya, ibu Tasya merantau keluar negeri sedangkan bapaknya jarang pulang kerumah.
"Dania kamu aja yang masuk." Kata Revan menunggu di depan pintu.
"Baiklah." Dania tampak kesusahan membawa boneka yang hampir sama besar dengan dirinya itu.
"Sudah beres?" Tanya Revan yang sedari tadi menunggu di depan pintu.
"Sudah."
__ADS_1
"Ayo aku antar kamu kerumah mu, sekalian aku pulang."
"Hah... Langsung pulang?" Tanya Dania heran.
"Iya. Kalau aku disini nanti Tasya balikin lagi hadiahnya." Jelas Revan.
Revan dan Dania berlalu meninggalkan rumah Tasya. Sesampai dirumahnya Revan menghubungi Tasya.
"Sayang, lagi dimana?" Suara Revan dari seberang telepon.
"Lagi menemani Nita belanja di pasar. Kenapa?" Tanya Tasya.
"Enggak ada, cepat pulang ya. Nanti kalau kamu sudah sampai rumah, Abang telepon lagi." Revan lalu memutuskan sambungan teleponnya.
"Ngapain juga disuruh cepat-cepat pulang." Kata Tasya bicara sendiri sembari menatap ponselnya.
"Siapa Sya?" Tanya Nita.
"Revan." Jawab Tasya singkat.
"Kita pulang yuk." Kata Nita yang sudah mengetahui rencana Revan.
"Sudah."
Segera mereka meninggalkan pasar.
Lalu Nita mengantar Tasya ke rumahnya.
Nita segera pulang.
Betapa terkejutnya Tasya membuka pintu rumahnya dan melihat boneka beruang sebesar dirinya duduk di kursi. Dia masuk ke dalam rumah dan melihat kotak berisikan kue bertuliskan "happy birthday sayang."
"Hah... Aku ulang tahun." Tasya terkejut dan baru menyadari bahwa hari ini dia berulang tahun.
Dia ambil boneka beruang berwarna ungu itu dan Tasya melihat kartu ucapan terselip di pita boneka itu.
"Sayang, selamat mengulang hari lahirmu.
Semoga kamu sehat selalu, dan semakin bahagia.
__ADS_1
Tidak ada yang spesial yang dapat aku berikan
Selain ucapan dan Doa.,
Aku berharap supaya kamu semakin menyayangiku dengan sepenuh hatimu.
Semoga kamu suka yah...
Revan Syah."
Tasya memeluk erat-erat bonekanya.
Entah perasaan apa yang sekarang ada di hati perempuan bertubuh tinggi itu.
"Revan, kapan dia menyiapkan semua ini, kenapa dia tahu hari lahirku, kenapa dia tahu warna favoritku." Tasya mengobrol sendiri, dia terus saja tersenyum bahagia karena perlakuan spesial dari Revan.
Ring....
Ring...
Ring...
Terdengar bunyi ponsel Tasya.
"Aku berharap kamu menyukainya." Kata Revan harap-harap cemas karena takut Tasya menolak pemberiannya.
"Terimakasih kak. Tapi ini terlalu berlebihan." Kata Tasya merasa sungkan.
"Enggak kok. Yang penting kamu suka." Revan senang mendengar ucapan terimakasih dari Tasya.
"Dari mana Abang tahu tanggal lahir dan warna kesukaanku." Tanyanya penasaran.
"Dari akun Facebook mu, aku lihat infonya dan sering lihat kamu upload foto pakai baju berwarna ungu. Pikirku sih kamu pasti suka warna ungu." Jelas Revan.
"Ahh... Terlalu kepo." Kata Tasya malu karena Revan sudah memperhatikan semu fotonya di akun Facebook miliknya.
"Ternyata benar ya sayang kalau kita benar-benar cinta dan sayang sama seseorang maka feelling tidak akan pernah salah." Kata Revan bangga karena sudah bisa membuat Tasya bahagia dengan kejutan kecilnya.
"Mungkin..." Kata Tasya yang masih senyum-senyum sendiri karena merasa sangat bahagia.
__ADS_1