
Tasya merasa orang-orang di desa sedang hangat membicarakan tentang dirinya yang kemarin dipergoki oleh Dafi.
Maklum, kalau di desa hal seperti itu akan cepat sekali menyebar, dan berita nya akan dilebih-lebihkan.
Tasya memutuskan dia akan merantau ke kota. Supaya tidak mendengar gosip-gosip tentang dirinya. Dia berpikir akan meninggalkan Revan yang sudah membuatnya malu. Dia berharap setelah kepergiannya Revan akan mendapat pengganti dirinya.
Tasya mencari lowongan pekerjaan melalui sosial medianya. Kebetulan sekali dia melihat salah satu perusahaan retail sedang mencari karyawan. Dia mengirim lamaran pekerjaannya ke perusahaan itu.
Besok harinya Tasya di panggil untuk wawancara. Untuk hasil pengumumannya akan dikirim melalui pesan ke ponselnya nanti malam.
Harap-harap cemas Tasya menunggu pesan yang masuk ke ponselnya.
Dreeet....
Jam 20:00 wib ponselnya bergetar pertanda pesan masuk.
Tasya membuka dan membaca pesan itu.
"Selamat anda diterima di Perusahaan kami untuk wilayah penempatan di Bali. Harap untuk besok segera melengkapi persyaratannya."
Betapa kagetnya Tasya membaca pesan itu karena dia akan di tempatkan di Bali. Apa dia akan sanggup pergi jauh dari rumah.
Tasya tidak akan melewatkan kesempatan itu.
Pagi sekali dia sudah menuju kota untuk melengkapi persyaratan yang diminta oleh perusahaan itu.
Tanggal dan hari keberangkatannya sudah ditetapkan.
Sepulang dari kota, Tasya menuju rumah Dania untuk mengabari Dania.
"Kak besok aku akan berangkat ke Bali." Kata Tasya.
__ADS_1
"Ngapain Tasya, kenapa harus ke sana.?" Tanya Dania heran.
"Kerja. Aku sudah di terima di salah satu perusahaan retail di sana."
"Tasya, apa kamu tidak ingin melihat keponakan mu nanti." Kata Dania yang mengusap perutnya yang sedang hamil 3 bulan.
"Kan nanti bisa pulang. Bali kan masih di Indonesia kak. Gampang lah pulang kalau ada cuti." Tasya berusaha menguatkan diri.
Mereka berpelukan sebagai tanda perpisahan.
Tangis haru meliputi mereka berdua.
Tasya menghubungi bapaknya. Bahwa dia akan meninggalkan rumah untuk bekerja ke Bali. Dan Bapaknya sudah memberi ijin dan menyetujui keputusannya itu.
Tasya tidak memberitahu Revan tentang kepergiannya. Disisi lain, Dania menghubungi Revan, memberitahukan tentang Tasya yang akan berangkat kerja ke Bali besok. Dania meminta Revan untuk menemui Tasya malam ini sebagai malam terakhir pertemuan mereka.
"Tasya buka pintu sebentar." Kata Revan yang menunggu di depan pintu rumah Tasya.
Dia tidak ingin kejadian seperti kemarin terulang lagi. Setelah membuka pintu, buru-buru Tasya keluar dan duduk di teras rumah. Revan pun mengikutinya.
"Kata Dania kamu akan berangkat kerja ke Bali besok." Kata Revan menyelidik muka judes Tasya.
"Iya." Jawab Tasya singkat.
"Kenapa kamu enggak mengabari aku. Malah orang lain yang kasih aku kabar. Apa kamu kesana pergi untuk meninggalkan aku." Revan khawatir sekali akan ditinggal Tasya.
"Enggak." Jawab Tasya ketus.
"Apa enggak bisa dibatalkan?" Tanya Revan.
"Enggak bisa. Ini tinggal berangkat saja."
__ADS_1
"Baiklah sayang. Biar kamu bisa mendapatkan pengalaman baru. Semoga kamu bisa menjadi lebih dewasa dengan keputusanmu. Aku akan selalu menunggumu pulang." Revan menggenggam erat tangan Tasya.
Tasya hanya menganggukkan kepalanya.
"Kamu jangan ninggalin aku." Timpal Revan.
Tasya lalu terisak menangis memeluk Revan seolah tidak mau meninggalkannya.
Apalah daya, Tasya sudah mantap dengan keputusannya.
***
Sampai di hari keberangkatannya Dafi mengantar Tasya ke terminal.
Revan hanya bisa melihat Tasya dari kejauhan sembari sepasang kekasih itu saling berbalas pesan.
"Sayang lihat aku, aku ada dibalik pohon besar diseberang jalan." Revan mengirim pesan kepada Tasya.
Tasya melihat sebuah pohon besar diseberang jalan. Terlihat Revan yang memakai hoodie menampakkan diri disana.
"Iya. Aku sudah lihat. Tadi aku diantar kak Dafi." Balas Tasya.
"Hati-hati. Aku akan menunggu disini sampai kamu jalan".
Revan menunggu Tasya sampai naik ke mobil Travel dan jalan.
Seandainya Tasya bisa memutar waktu dia tidak ingin ini semua terjadi.
Ternyata perpisahan begitu sulit dia rasakan.
Tasya menangis di atas mobil Travel.
__ADS_1