Cinta Suci Lelaki Bertato

Cinta Suci Lelaki Bertato
Pendekatan


__ADS_3

Tasya semakin penasaran dengan Revan.


Sudah tiga hari tidak ada tanda-tanda Revan menghubungi Tasya lagi.


Berulang kali Tasya membuka akun facebooknya.


Dia melihat Profil Revan Syah aktif dua hari yang lalu.


"Apa benar mereka Revan yang sama?" Tanyanya dalam hati.


"Hei... Bengong aja." Kedatangan Dania mengejutkan Tasya yang sedang asyik memandang ponselnya.


"Kak Dania udah tiba-tiba nongol saja." Tasya mengerenyitkan kening kesal.


"Kamu sih dari tadi Kakak panggil enggak nyaut-nyaut. Apa sih yang dilihat dari tadi?" Tanya Dania penasaran seraya mengintip ponsel milik Tasya.


"Apaan sih Kak. Kepo deh, Kak apa akun Facebook Revan Syah itu milik Revan yang sama waktu di pasar malam?" Tanya Tasya.


"Coba kakak lihat," Dania mengambil ponsel milik Tasya.


"Iya ini akun Revan. Kamu sudah berteman sama dia di Facebook?"


"Enggak tau juga kapan kak. Akun Facebook ku kan sudah lama." Tasya terlihat heran.


"Waaoow. Sungguh suatu kebetulan." Dania tersenyum sambil menepuk tangannya.


Tiada satu hari pun Tasya dan Dania tidak bertemu. Mereka layaknya saudara kandung yang saling melengkapi satu sama lain. Dania sering nginap di rumah Tasya.


***


Nomor baru memanggil.


"Kenapa ada nomor baru lagi. Siapa ini." Keluh Tasya sambil menjawab panggilan di ponselnya.


"Halo. Lagi ngapain cantik." Terdengar suara dari seberang sana.


"Lagi nonton aja. Ini siapa? Tanyanya penasaran.


"Udah lupa? Ini Revan."


"Kenapa pakai nomor baru sih?" Tanyanya kesal.


"Ini nomor teman ku. Hp aku rusak," jelas Revan, "kamu buka akun Facebook aku ya, tolong catat e-mail dan sandinya." Revan membaca e-mail dan sandi akun Facebook miliknya.


"Emang enggak apa-apa aku yang log-in ke akunnya?" Tanya Tasya heran.


"Iya log-in aja. Lanjutin aktifitasnya ya. Bye." Revan langsung memutus teleponnya.


"Rese banget nih cowok. Enggak ada angin enggak ada hujan telpon buat ngasih sandi akunnya terus bye. udah segitu aja." Kesal Tasya mengobrol sendiri.


Tanpa pikir panjang Tasya langsung membuka aplikasi Facebook di ponselnya. Tasya Log in E-mail dan sandi yang diberikan Revan tadi. Tasya berhasil masuk ke akun Revan Syah. Dia mengecek pesan diakun itu. Dia melihat hanya pesan dari teman laki-lakinya Revan yang ada disana.


"Sudah dihapus nih pesan-pesan yang dari teman ceweknya. Apa spesialnya dia nyuruh aku Log in ke akun nya." Tasya terus mengobrol sendiri.

__ADS_1


Tasya teringat cerita temannya, kalau mereka sudah lama pacaran dan saling percaya mereka akan saling tukar e-mail dan sandi akun Facebook mereka. Dia juga melihat Dania dan Arya yang bertukaran akun Facebook mereka.


Sementara Tasya baru kali ini Log in di akun seorang laki-laki.


"Gampang banget sih dia percaya sama orang. Apa dia enggak mikir seandainya sewaktu-waktu aku bajak akunnya."


"Sejak kapan Kakak dan Arya tukaran akun Facebook." Tanyanya kepada Dania penasaran.


"Pas kakak sudah pacaran satu tahun sama dia. Biar kita sama saling percaya." Jawab Dania.


"Oh.." Jawabnya singkat.


"Kenapa? Apa Revan minta akunmu?" Selidik Dania penasaran.


"Enggak... Enggak."


"Nah terus?" Tanya Dania semakin penasaran.


"Tadi dia suruh aku log in ke akunnya kak." Jelas Tasya.


"Masa. Kok secepat itu?"


"Emang kenapa Kak?"


"Mungkin dia sudah sangat percaya sama kamu."


"Masa iya. Baru kenal juga. Dia juga sering menghilang."


***


"Tasya nanti malam kita makan bakso ya. Revan." Isi chat Revan kepada Tasya.


"Enggak ah. Aku enggak bisa keluar kalau malam-malam." Balas Tasya.


"Kalau begitu jam 5 sore aja. Gimana?" Tanya Revan.


"Tetap enggak bisa. Aku malas keluar." Tasya menolak.


"Aku minta nomor ponselnya Dania deh." Pintah Revan.


"Dania ponsel (+6281547****)" Tasya langsung memberikan nomor ponsel Dania pada Revan.


Disisi lain ternyata Revan mulai chating dengan Dania.


"Dania." Revan mengirim chat kepada Dania.


"Iya. Maaf siapa?" Balas Dania.


"Aku Revan. Bisa minta bantuannya?"


"Apa yang bisa aku bantu?" Balas Dania penasaran.


"Aku mau ajak Tasya makan bakso tapi dia menolak. Kamu bisa ajak dia keluar nanti?"

__ADS_1


"Aku enggak yakin aku bisa. Apalagi kamu sudah ngajak duluan. Pasti dia akan curiga."


"Iya udah nanti aku pergi ke tempatmu. Temui aku di warung bakso"


***


Sore hari Dania berkunjung ke rumah Tasya.


"Sya kita jalan-jalan sore yuk." Ajak Dania.


"Enggak kak. Aku beneran malas keluar."


"Aku traktir kamu makan bakso deh."


"Beneran kakak nih yang traktir." Selidik Tasya menaruh curiga kepada Dania.


"Iya. Kan Kaka yang ajak."


"Maaf Kak. Aku tetap enggak bisa." Tasya dengan tegas menolak.


***


"Dania kamu dimana?" Revan menelepon ke ponselnya Dania.


"Masih dirumah Tasya. Tasya enggak bisa aku ajak Revan." Suara Dania lirih.


"Enggak apa-apa. Ayok kamu kesini makan bakso sama aku. Ajak teman mu yang lain juga." Ajak Revan.


"Mau ngapain nih si Revan? Kenapa malah aku yang diajaknya. " Tanya Dania dalam hatinya.


Dania merasa sungkan pergi sendiri.


Kemudian Dania mengajak Nita untuk ikut bersamanya.


"Udah lama nunggu Revan?" Sapa Dania kepada Revan.


"Enggak kok. Santai aja. Aku pesan baksonya dulu." Revan memanggil pelayan di warung bakso dan memesan 3 mangkok bakso.


"Telpon Tasya dong." Pinta Revan kepada Dania.


"Ok. Aku video call ya," kata Dania, "Hi Sya. Aku di sini sama Nita makan bakso loh. Tuh ada Revan juga." Dania mengalihkan layar ponselnya kepada Revan.


"Hi Tasya." Sapa Revan.


"Kak Dania ngapain juga telpon. Nikmatin aja dulu baksonya." Kata Tasya.


Tut... Tut... Tut...


Tasya memutus sambungan telponnya.


Ada rasa iri di hati Tasya melihat kebersamaan Dania, Nita dan Revan saat itu.


"Ngapain juga Video call aku." Kesalnya di dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2