Cinta Suci Lelaki Bertato

Cinta Suci Lelaki Bertato
permintaan maaf Revan


__ADS_3

Setiap hari Revan berusaha menghubungi Tasya.


Semenjak dihubungi Talia, Tasya merasa sangat kecewa dengan Revan yang menganggap telah berbohong kepada dirinya.


"Dania, kamu lagi sama Tasya?" Tanya Revan yang menghubungi Dania karena ingin tahu kabar Tasya.


"Enggak. Aku sudah tiga hari enggak ke rumah Tasya. Kenapa kamu enggak telepon dia." Kata Dania.


"Ponselnya sudah seminggu tidak aktif. Tasya apa kabar ya?" Tanyanya penasaran.


"Memangnya kalian berdua ada masalah." Tanya Dania pura-pura tidak tahu.


"Kemarin Talia menghubungi Tasya dia bilang dia masih pacaran sama aku. Padahal aku sudah tidak pernah menghubungi dia." Jelas Revan.


"Makanya kamu selesaikan dulu urusan sama satu wanita. Baru kamu cari penggantinya." Kata Dania.


"Aku kemarin cuma iseng aja sama Talia, dia nya aja yang ngejar-ngejar terus walaupun aku sudah tidak mau menghubungi dia."


"Jadi kamu sama Tasya iseng juga?"


"Enggak. Aku serius sama Tasya. Dari pertama aku melihat Tasya aku sudah sangat jatuh cinta dengan dia. Aku gak mau bikin dia kecewa."


"Kamu sudah salah langkah Revan. Kamu pikir akan mudah untuk membuat dia bisa percaya dengan kamu lagi."


"Dania bantu aku. Tolong bujuk Tasya untuk bisa memaafkan aku."


"Nanti aku coba."


Dania berkunjung ke rumah Tasya karena sudah tiga hari mereka tidak berjumpa.

__ADS_1


"Sya. Kok aku telpon nomormu tidak aktif terus?" Tanya Dania.


"Kakak bisa datang langsung ke rumah kan." Jawab Tasya ketus.


"Mukanya bete amat, nanti cantiknya hilang loh. Masih marah sama Revan?" Dania menggoda Tasya.


"Jangan bahas dia lagi kak. Malas aku mendengar namanya." Tasya menjadi semakin kesal.


"Sudah dong marahnya. Dia beneran serius sama kamu Sya. Mana ada cowok yang setia nunggu lama seperti Revan. Dari kemarin cowok yang mendekati kamu kabur semua enggak mau nunggu kayak Revan." Jelas Dania.


"Iya lah betah nunggu. Kalau nunggunya masih ada yang menemani." Jawab Tasya sinis.


"Ayolah Tasya kasih kesempatan kedua buat Revan. Jangan sampai kamu menyia-nyiakan orang yang benar tulus dan sayang sama kamu hanya karena mementingkan egomu."


"Terserah ya kak. Kakak ngomongnya gampang karena kak Dania tidak merasakan diposisiku."


"Kalau terus berdebat sama kamu. Kamu enggak akan ada kalahnya. Masa iya kamu tahan enggak pegang handphone satu Minggu. Ada trending topik loh difacebook." Dania melihat Tasya yang berusaha melirik ponselnya.


Kring... Kring... Kring...


Sebuah panggilan masuk di ponsel Tasya dan dia melihat nama Revan memanggil dilayar ponselnya.


"Sya. Syukurlah nomor mu sudah aktif." Terdengar suara Revan dari seberang telepon.


"Memangnya kenapa?" Tanya Tasya sinis.


"Aku khawatir. Sudah satu Minggu aku tidak mendengar kabar darimu."


"Bagus dong biar bisa fokus sama Talia." Tasya menyindir Revan.

__ADS_1


"Sya. Kamu salah paham Tasya yang ngejar-ngejar aku. Aku enggak mau terus diganggu dia. Aku iseng tembak dia, langsung dia terima aja." Jelas Revan.


"Berarti ke aku juga iseng?"


"Enggak. Aku serius sama kamu, aku sayang banget sama kamu. Ngapain aku berusaha ngedapatin kamu kalau hanya untuk iseng, Tasya maafin aku ya."


Tasya tidak menjawab.


"Aku kerumahmu ya?"


"Jangan. Ngapain juga mau datang kerumah."


"Minta maaf Sya. Biar kamu bisa langsung lihat muka aku ini bagaimana kalau sedang meminta maaf sama orang yang aku sayang."


"Udah enggak perlu." Kata Tasya.


"Jadi kamu maafin aku nih."


Tasya tidak menjawab.


"Ayo Sya dijawab."


"E'em." Terdengar suara Tasya lirih.


"Kita sudah baikan ya. Aku janji gak akan mengecewakan kamu sayang." Janji Revan


"Enggak usah janji karena janji itu tidak mudah untuk ditepati." Nasehat Tasya kepada Revan.


Dania yang sedari tadi mendengar percakapan mereka malah menjadi senyum-senyum sendiri.

__ADS_1


"Ciieee... Yang sudah baikan." Dania lagi-lagi menggoda Tasya dan membuat Tasya tersipu malu.


__ADS_2