
Disisi lain ada seorang wanita yang berusaha untuk menghubungi Tasya.
Talia. Entah kenapa dia berusaha mencari nomor ponsel Tasya. Dia menghubungi teman-teman sekelasnya dulu untuk mendapatkan nomor ponsel Tasya.
Tasya dan Talia dulu memang sekelas tapi mereka tidak terlalu dekat.
"Tasya?" Suara seseorang menyapa dari balik telepon.
"Iya. Maaf siapa?" Tanya Talia.
"Aku Talia. Syukurlah aku sudah bisa menghubungi mu."
"Ada apa ya Talia?" Tanya Tasya penasaran.
"Kamu beneran pacaran sama Revan." Tanya Talia.
"Aduh... Talia baru telepon sudah tanya itu." Jawab Tasya malu.
"Revan itu pacaran sama aku Sya." Jelas Talia.
"Apa???" Talia kaget bagai disambar petir.
"Pantesan dia sudah jarang menghubungi aku, teryata kamu alasannya. Tapi kenapa dia enggak putusin aku dulu." Kata Tasya kesal.
"Kenapa kamu enggak tanya langsung sama dia. Nanyanya malah sama aku." Jawab Tasya berusaha menguatkan dirinya.
"Dia enggak jawab telepon dari aku. Kenapa kamu terima dia Sya?"
"Mana aku tau dia punya pacar. Sudah aku tanya dia berulang kali tetap saja dia bilang enggak ada pacar. Aku enggak langsung terima dia ya.
Dari pertama aku kenal, dia udah minta aku log in ke akun facebooknya enggak ada tuh aku lihat poto-poto cewek atau pesan dari cewek. Aku perlahan jadi yakin." Jelas Tasya kepada Talia.
"Awas kamu Revan berani mempermainkan perasaanku. Lihat saja nanti malam aku ajak dia ketemu aku tampar dia." Kata Tasya mulai marah.
"Terserah ya. Selesaikan saja urusan kalian." Kata Tasya kesal.
Tasya sangat marah kepada dirinya sendiri kenapa dia bisa terima Revan.
Dia berpikir bahwa selama ini status di Facebook Revan bukan untuk dirinya melainkan untuk Talia. Dirinya saja yang merasa terlalu percaya diri.
__ADS_1
Baru saja dia merasa bahagia, secepat itu pula dia harus merasakan sakit. Dia menunggu telepon dari Revan untuk menjelaskan yang terjadi.
Kring... Kring...
Hp Tasya berdering.
"Halo sayang." Terdengar suara Revan dari seberang telepon.
"Kenapa kakak tega sama aku."
"Tega kenapa Sya. Ada apa?"
"Tadi Talia telpon aku. Dia bilang dia pacaran sama kakak." Jelas Tasya.
"Gini Sya. Dia nya aja dari kemarin terus menghubungi aku. Terus iseng-iseng aku tembak dia langsung saja dia terima." Revan menjelaskan kepada Tasya.
"Hah. Iseng... Berarti kakak gitu juga dong sama aku." Tasya kaget mendengar penjelasan Revan.
"Enggak. Kamu lain, emang ada kamu yang ngejar-ngejar aku. Si Talia terus-terus ngejar, aku enggak pernah mau diajak ketemu sama dia."
"Enggak. Aku enggak percaya tetap aku enggak bisa terima semua ini." Tasya tidak mau percaya dengan alasan Revan.
"Terserah urus saja Talia dulu." Tasya memutuskan panggilan teleponnya.
Dia sudah merasa sangat kecewa dengan Revan. Orang yang baru saja dia percaya untuk bisa memberikannya kebahagiaan ternyata sama juga dengan lelaki lainnya.
Tasya mencopot sim card di ponselnya. Dia tidak mau dihubungi oleh siapapun dan tidak mau melihat Facebook.
"Kenapa enggak bisa kakak hubungi kamu dari tadi?" Tanya Dania yang datang mengunjungi Tasya.
"Kak...(hiks... Hiks...)" Tasya memeluk dan menangis di pelukan Dania.
"Kenapa? Masa kakak baru datang kamu sudah nangis aja." Tanya Dania penasaran.
"Revan ternyata sudah punya pacar kak." Jelas Tasya yang masih terus terisak.
"Siapa pacarnya? Kenapa dia nyatain perasaan ke kamu."
"Talia kak. Teman sekelas aku dulu."
__ADS_1
"Tapi kenapa poto kamu yang di up di facebooknya. Dia serius sama kamu Dara."
"Aku sudah enggak bisa percaya kak."
"Sudah, kamu tenang biar aku nanti yang tanya sama Revan."
"Jangan hubungi dia lagi.Aku sudah enggak aktifin nomer ku. Aku enggak mau dihubungi dia."
***
POV Revan dan Talia
Talia yang merasa kesal dengan sikap Revan selalu berusah menghubungi Revan.
"Akhirnya kamu berani juga ya jawab telpon dari aku." Kata Talia kesal.
"Kenapa kamu telpon Tasya?" Tanya Revan.
"Wajar dong aku kasih tau dia yang sebenarnya." Kata Talia dengan santainya.
"Kamu kan dari dulu yang ngejar aku, aku enggak mau aja terus kamu ganggu." Kata Revan.
"Terus kenapa kamu nembak aku waktu itu?" Tanya Talia.
"Aku iseng aja. Kamu terus terima lagi."
"Hah... Iseng enak banget kamu ya, pokoknya nanti malam kamu temuin aku." Pinta Talia yang semakin bertambah kesal.
"Untuk apa. Kita udah enggak ada urusan apa-apa lagi. Kan sudah lama aku enggak hubungi kamu? Eh kamu tiba-tiba muncul menghubungi Tasya." Kata Revan menjelaskan.
"Kenapa kamu enggak putusin aku dulu?" Tanyanya penasaran.
"Anggap saja denganengholangnya kabar dari aku kita sudah putus. Enggak mungkin juga kan kamu enggak ada cowok lain saat aku menghilang?"
"Hah.. Dasar kamu Revan sama saja kamu seperti kebanyakan cowok lainnya. Kamu pikir akan mudah mendapatkan Tasya apalagi kamu sudah buat dia kecewa." Jawab Tasya sinis.
"Iya itu yang membuat aku yakin kepada Tasya dan akan selalu memperjuangkannya. Masalah kita sudah selesai, aku enggak mau kamu ganggu aku atau Tasya lagi. Jawab Reva memperingati Talia.
"Oke. Tasya belum tau saja siapa Revan Syah sebenarnya." Kata-kata Talia menantang Revan.
__ADS_1
Percakapan merekapun berakhir sampai disitu.