
*******
"layla ada apa"ucap min ik membuka pintu dan melihat keadaan layla yang duduk dilantai dan memegang kedua kaki nya bagaikan orang yang sedang kedingin , namun bedanya layla juga menutup kuping nya dan berteriak.
"pergi kau...jangan ganggu aku"ucap layla berkali-kali,membuat min ik yuri dan juga araya takut.
"layla ada apa"ucap min ik mencoba menenangkan layla dengan memeluknya
"sebenarnya ada apa?"tanya araya namun layla tidak menjawab karena masih merasa ketakutan
"aahg...(jerit yuri) tulisan apa itu?"ucap yuri menunjuk ke arah kaca kamar layla
"siapa yang menulis ini"tanya araya
"menyingkir kau atau ku bunuh"ucap yuri membaca tulisan itu
"apa ini siapa yang berani membunuh kakak ku"ucap araya marah
"ini pasti org yang tidak senang dengan layla namun siapa"ucap min ik
"sayang apakah kau berpikir apa yang ku pikirkan?"tanya yuri pada araya
"iya.."ucap araya dan keluar dari kamar layla bersama yuri meninggalkan min ik sendirian untuk menenangkan layla.
__ADS_1
******
"sayang..apakah kau berpikir pelakunya adalah elis?"tanya yuri pada araya
"sepertinya iya aku merasa dia tidak senang karena kakak akan menjadi istri kak min ik,sedangkan dia sangat mencintai kak min ik"ucap araya
"ya aku berpikiran sama seperti mu"ucap yuri
"namun kita tidak bisa menuduh nyandulu karena kita belum ada bukti kuat dia pelakunya"ucap araya
"kau benar kita harus cukup bukti"ucap yuri
"ya sudah lebih baik sekarang kak layla tidak terlalu parah"ucap araya namun tak lama min ik berteriak memanggil mereka berdua
"tolong bantu kakak layla pingsan araya kamu siapkan mobil kita antar layla kerumah sakit,yuri bangun kan anak-anak kita sama-sama kerumah sakit"ucap min ik
"baiklah kak"ucap yuri dan araya,mereka pun bergegas melakukan pekerjaan mereka.
"kakak mobil nya telah siap ayo kita antar kak layla kerumah sakit"ucap araya dan membantu min ik mengangkat layla disusul oleh yuri dan miko serta miya yang masih mengenakan pakaian tidur.
"paman bibi kenapa,mama bibi gak papa kan"ucap miya yang sangat khawatir pada layla
"sayang doakan yang terbaik untuk bibi semoga dia gak papa"ucap yuri
__ADS_1
"bibi pasti tidak papa..miya yakin..bibi orang nya kuat"ucap miya
Tak lama mereka sampai dirumah sakit terdekat dan segera meminta pertolongan suster pun keluar dan membawa kasur untuk membawa layla dan tak lama dokter yang memeriksa layla keluar dan memberi tahu kondisi layla.
"bagaimana dok..layla tidak papa kan?"tanya min ik
"tenang lah dia hanya tak sadar kan diri karena ketakutan yang berlebihan mengakibatkan detak jantung,tekanan darah nya tak beraturan namun dia tidak papa, itu pasti akan kembali normal"ucap dokter itu
"bagus lah...terima kasih dok"ucap min ik
Mereka semua bersyukur layla tidak papa begitu juga miko dan miya.Tak lama hari telah mulai larut bahkan miko dan miya sudah sangat mengatuk dan tidur dipangkuan papa mereka.
"kak kita pulang saja dulu ada suster juga besok kita kesini lagi"ucap yuri yang melihat kakaknya tidur disamping layla dengan posisi duduk diatas kursi
"tidak kalian saja pulang..kakak akan menunggu layla disini sampai dia sadar kalian pulang lah kasihan miko dan miya"ucap min ik
"baiklah..kami pulang dulu kak"ucap yuri dan araya,mereka pun pulang bersama miko dan miya namun tidak untuk min ik yang masih setia menunggu kesadaran layla.
Layla sekarang aku paham dengan hati ku
"Hati ku tidak peduli apa pun balasan dari hati mu karena hati ku sudah sangat mencintai hati mu dan raga ku ingin memiliki mu jadi jika memang kau tidak menerima hati ku ini hati ku akan tetap bertahan, karena hati ku tau suatu saat kau akan sadar dengan perjuangan hati ku ini"gumam min ik dan menatap layla yang masih belum sadarkan diri.
Terima kasih teman!
__ADS_1