
*****
min ik terus menunggu layla hingga layla bangun,hingga ia tak sadar ia tertidur disebelah layla.Dia terbangun karena tiba-tiba layla sadar namun dia menjerit.
"pergi kau...jangan ganggu aku"ucap layla sadar dari pingsan nya dan langsung duduk diranjangnya
min ik terkejut dan langsung mencoba menenangkan layla dengan memeluknya.
"layla...tenang lah ada apa...oke tenang dulu"ucap min ik memeluk layla dengan lembut
"suara mengerikan itu..suara itu"ucap layla ketakutan setengah mati jantung nya berdetak sangat cepat min ik bisa merasakan jantung layla saat dia memeluk layla dan layla juga mempererat pelukannya nya.
"min ik apa kah suara itu sudah tidak ada....aku takut...aku tidak tahu aku salah apa"ucap layla dan menangis dipelukan min ik namun detak jantung nya sudah mulai membaik
"tenang...layla tenanglah aku ada disini..sekarang kau lihat aku"ucap min ik dan menyuruh layla menatapnya
__ADS_1
"selama ada aku disini tidak ada 1 orang pun yang berani menyentuh mu...ingat kata\-kata ku ini aku akan selalu menjaga dan melindungi mu"ucap min ik
mendengar hal itu layla hanya tersenyum namun masih masih mengeluarkan air mata dan berkata pada min ik.
"terima kasih min ik...kau jagoan ku"ucap layla
"layla andai kau tau bahwa aku sangat mencintai mu aku sangat..sangat mencintai mu"gumam min ik
Layla kembali tenang,min ik pun pergi memanggil dokter untuk memeriksa keadaan layla.
"bagus lah keadaan nona layla berangsur membaik nona layla harus menjaga rasa ketakutan nona layla dan jangan sampai ketakutan itu melebihi dan membuat jantung nona layla sakit"ucap dokter itu
"dok kira..kira apa saja yang ditakuti layla?"tanya min ik
"sesuai apa yang ada di penglihatannya saat ia ketakutan"ucap dokter itu
"merah..gelap..suara seram..kaca retak...sunyi"ucap layla dan berteriak ketakutan
"nona layla tenanglah jangan dipikirkan"ucap dokter itu dan menyuntik kan obat bius pada layla agar dia bisa sedikit lebih tenang
"tuan min ik apa yang disebutkan nona layla itulah yang ia takuti jadi jangan sampai dia melihat semua itu"ucap dokter itu
__ADS_1
"baik dok terima kasih"ucap min ik dan dokter itu pergi keluar meninggalkan ruang layla.Tak lama araya yuri dan kedua anak nya datang
"kak katanya kak layla sudah sadar?"tanya yuri
"iya..dia disuntik dengan suntikan bius oleh dokter..kata dokter dia tidak bisa melihat,merah seperti warna merah atau darah,kegelapan,suara seram,kaca retak,dan sunyi itu akan membuat jantungnya berdetak sangat kencang dan sakit"ucap min ik
"begitu baiklah kalau begitu aku akan menyuruh bibi ijah dan pak nanang menyingkir kan kaca retak dan barang-barang berwarna merah disetiap rumah dan kamar nya"ucap yuri dan menelpon bi ijah dan pak nanang
Beberapa minggu dan sekarang keadaan layla sudah membaik dan suda boleh pulang.Saat pulang mereka disambut oleh bibi ijah pak nanang dan juga mama ani,namun mama ani memakai baju berwarna merah yang membuat layla mengingat kejadian itu dan teriak histeris.
Warna merah itu mengingatkan nya pada tulisan dikaca nya itu.
"ahhgghhh...pergi..pergi...pergi"ucap layla dan terduduk di lantai ruang tamu
"layla kenapa..layla tenang"ucap min ik
"kenapa apa ada yang salah"ucap mama ani
"ma kenapa mama memakai baju berwarna merah"tanya yuri
"ini baju yang baru mama beli"ucap mama ani
"ma kak layla tidak suka yang berwarna merah karena itu bisa mengingatkan nya pada peristiwa yang menakutkan itu"ucap yuri
"peristiwa apa.."tanya mama ani bingung.
__ADS_1