
"tante...kumohon aku sayang kakak ku..."ucap miya menahan sakit akibat jambakan yang dilkukan oleh elis padanya.
"kau bilang aku tak sayang pada papa ku namun mereka dengan mudah nya memisahkan kam.."ucap elis menatap tajam kearah miya,Dan membenturkan miya kedinding dengan kuat hingga kepala miya mengeluarkan darah.
"aaghh.....hiks..hiks"miya hanya menangis dan meringis kesakitan yang ia rasakan.
"kau kenapa...sakit ya...aaaaa..ada darah...ouh..kasihan"ucap elis dan tertawa dengan liciknya meninggalkan miko dan miya yang sudah terluka parah.
"paman...bibi tolong aku dan kakak"ucap miya dan tak sadarkan diri.
Sedangkan min ik dan layla yang sudah mencari miko dan miya keseluruh bagian kota di sana juga tidak menemukan kedua anak kecil itu.Mereka pun memutuskan untuk pulang karena hari sudah larut malam.
"layla..sayang ayo kita pulang besok kita cari mereka lagi"ucap min ik merangkul miya yang sudah sangat prustasi
"sayang..aku takut mereka kenapa-napa"ucap layla
"tetap saja khawatirkan kesehatan mu juga kau belum makan malam kau hanya makan roti"ucap min ik memaksa layla pulang.Layla hanya bungkam dan memaksa melanjutkan pencarian miko dan miya namun saat beberapa melangkah kepala layla terasa sakit dan pingsan.dengan sigap min ik menangkap layla dan menggendong membawanya kerumah.
"layla pasti kelelahan"ucap min ik mengelus kepala layla
Min ik meletakkan layla dikasur kamar nya dan dia kembali kekamarnya untuk beristirahat.
"miko miya tunggu paman...paman pasti akan menemukan kalian...paman yakin kalian baik baik saja karena kalian adalah keponakan paman yang kuat"gumam min ik dan beristirahat.
__ADS_1
Pagi pagi sekali layla tersadar dari pingsan nya karena dia bermimpi buruk , layla bermimpi dia melihat miya yang berlumuran darah dan miko yang tak sadarkan diri.
"miko...miya..."jerit layla dan kembali meneteskan air matanya.
Dia mengambil air minum dimeja sebelah kasur nya untuk menengkan diri,namun dia malah menemui sebuah surat dengan bercak merah di bagian atas suratnya.
*cepat lah kemari atau kau akan terlambat melihat mereka*
bunyi dari surat itu dan tak lama dia menerima sebuah foto dari orang tak dikenal,foto itu adalah foto miko dan miya yang sama sama sudah tidak sadarkan diri.
"miko miya..."ucap layla tak percaya dengan apa yang ia lihat dan nomor tak dikenal itu mengirimkan alamat pada layla.
Layla berlari dari kamar nya,karena dia tidak sabar lagi dia langsung pergi sendirian namun ia memberi tahu min ik melalui pesan singkat.
"min ik...aku pergi untuk menyelamatkan miko dan miya"
"pergi lah bersama beberapa orang polisi"
Mendengar handphone nya berbunyi min ik pun bangun dan melihat pesan yang masuk.
"apa...layla kau sangat nekat"ucap min ik dan membasuh wajahnya dan memakai bajunya serta tak lupa dia menelpon sekretarisnya dan menyuruh sekretarisnya menelpon polisi untuk datang kealamat yang layla beri padanya.
Min ik segera menyusul layla,sedangkan layla sudah tiba disebuah gedung sesuai dengan alamat yang diberikan oleh nomor tak dikenal itu.
__ADS_1
Tanpa ragu layla melangkah masuk ke gedung itu mencari keberadaan miko dan miya.
Dia berlari mengecek satu persatu ruangan digedung itu hingga lantai paling atas.
Min ik yang baru tiba segera menyusul layla dia berlari untuk menemui layla.
"miko miya kalian dimana"ucap layla hingga ruang terakhir dilantai paling atas dia menemui miko dan miya yang diterduduk dan tak sadarkan diri dipojok ruangan itu.
Layla terkejut melihat miko dan miya yang tak sadarkan diri ditambah lagi miya yang sudah berlumuran darah.
Tak lama min ik datang dan membantu layla.
"Halo...apakah kau sudah sampai"ucap min ik menelpon sekretaris nya.
"ya pak saya sudah ada dibawa"ucap sekretaris min ik
"baik tunggu lah dibawa"ucap min ik
Dan menggendong miya untuk segera membawanya ke RS,begitu juga miko.
Sesampainya dibawa telah ada polisi dan juga sekretaris min ik,dia memasukkan miya dan miko kedalam mobil sekretarisnya dan menyuruh sekretarisnya untuk cepat membawa mereka berdua kerumah sakit.
"pak didalam kami tidak menemukan penjahatnya"ucap layla kepada polisi
__ADS_1
"dia pasti bersembunyi disuatu tempat"ucap pak polisi
mereka pun kembali kegedung itu untuk mencari penjahatnya.