
******
Tak lama lampu kembali hidup,dan min ik pun datang dan langsung memeluk layla.
"kau tidak papa maaf aku terlalu lama,melihat lampu padam aku langsung menelpon pusat listrik untuk memperbaiki listrik disini"ucap min ik
"ya tidak papa"jawab layla tersenyum pada min ik
"kau seperti nya tidak takut lagi?"tanya min ik
"ya aku tidak akan pernah takut lagi karena aku mengingat perkataan mu,aku harus berani melawan ketakutan ku"ucap layla
"bagus lah kalau begitu...kau sangat hebat"ucap min ik dan mengacak-acak rambut layla
"hmm....seperti nya saya hanya menggangu pasangan muda yang sedang dimabuk asmara saya akan pulang dahulu,kalau begitu selamat malam"ucap nenek thoshiba yang merasa jadi nyamuk diantara layla dan min ik
"ah..maaf nek..iya selamat malam"ucap min ik dan layla
"ya sudah ayo kita lanjut makan malam"ucap min ik
dan mereka kembali kedapur untuk menyiapkan makan malam.Setelah itu mereka pun pergi kekamar mereka masing masing untuk beristirahat.
__ADS_1
#Esok hari#
layla bangun lebih awal dari min ik.
"ah layla kau sudah bangun"ucap min ik yang baru bangun dari tidur nya
"ya...aku sangat merasa nyaman dengan udara pagi disini"ucap layla
"bagus lah kalau begitu ayo kita jalan-jalan,bersih kan lah dirimu dan bersiap lah"ucap min ik
"baikalh"ucap layla dan bersiap-siap dia memakai baju yang tidak terlalu tebal dan tertutup,karena jujur layla sangat tidak suka memakai baju yang terlalu ketat dan terbuka dia lebih suka baju yang biasa saja.
Setelah selesai mereka pun pergi berkeliling disekitar penginapan mereka dan kebetulan ada pasar yang sangat ramai mereka membeli beberapa barang dan juga mencicipi beberapa makanan lezat yang ada disana.Mereka sangat bahagia,begitu juga layla dia seperti telah melupakan semua ketakutan nya itu.Dia sekarang bisa mulai tersenyum dan tertawa lagi,bahkan dia tidak takut lagi dengan warna merah dia membeli baju dan barang barang yang banyak berwarna merah.
"iya..berkat dirimu...terima kasih"ucap layla dan mencium pipi min ik. membuat pipi min ik seketika memerah
"kenapa pipi mu memerah"tanya layla heran
"itu bukan apa..apa itu..itu hanya karena aku gugup"ucap min ik dengan malu malu
"kau gugup karena aku mencium mu"ucap layla
__ADS_1
"begitu lah"ucap min ik
"kau sudah pernah mencium ku kenapa kau harus gugup"ucap layla
membuat min ik mengingat kejadian itu saat dia mencium layla karena dilihat oleh orang tuanya,dan membuat nya tambah malu didepan layla.
"hahahaha...(tertawa)"layla hanya tertawa melihat ekspresi min ik
"layla kau sangat manis saat tertawa terus lah seperti ini ya"ucap min ik
"jika ada kamu disamping ku aku akan selalu seperti ini karena dirimu lah yang membuat ku selalu mendapatkan kebahagian dan dirimu lah yang membuat ku semangat dalam melakukan apa pun"ucap layla yang diiringi dengan senyuman manis nya yang membuat min ik tak tahan dan mencium layla di tengah keramayan.
"min ik bisa kah kau jangan melakukan nya disini"ucap layla malu
"biarkan saja sudah biasa jika sepasang kekasih berciuman"ucap min ik
"tunggu sepasang kekasih"tanya layla heran
"layla kau pacar ku walau hanya rekayasa"ucap min ik
"benar juga tapi kenapa saat min ik berkata ini hanya rekayasa hati ku sakit namun aku mau dan nyaman dengan ciuman ini dan hati ku selalu merasa tidak mau jauh dari min ik"gumam layla
__ADS_1
"layla asal aku tau aku tidak mau lagi mengucapkan kita sepasang kekasih rekayasa dan ini menjadi terakhir kalinya aku mengucapkan hal itu untuk kedepannya kau akan menjadi milik ku asli dan bukan rekayasa"gumam min ik
Don't forget likenya