
*****
Saat sampai dichina awal nya layla sangat lah cemas dan dia menutup mata nya,karena saat sampai mereka langsung pergi ke penginapan yang telah disewa oleh min ik dan saat perjalanan kesana layla melihat banyak barang berwarna merah bahkan banyak org memakai baju merah.
"layla kenapa kau menutup mata mu?"tanya min ik
"min ik kenapa kau mengajak ku berlibur ke china?"tanya layla
"layla apakah kau takut?"tanya min ik
"min ik kau tau aku takut dengan yang nama nya merah"ucap layla
"sekarang kau lihat lah anak kecil yang disana,dia memakai baju warna merah namun dia tersenyum sangat manis menandakan dia sangat bahagia"ucap min ik
"aku tidak mau melihat"ucap layla
"buka lah mata mu perlahan lahan dan lihat lah pemandangan indah ini"ucap min ik
"tidak.."ucap layla
__ADS_1
"layla kau mau mengatasi ketakutan ini"ucap min ik
"tentu"ucap layla
"kalau begitu kau harus melawan ketakutan mu itu"ucap min ik
mendengar perkataan min ik layla pun memberanikan diri membuka matanya secara perlahan-lahan.Dan dia melihat semua yang berwarna merah dan anak kecil yang min ik katakan dia memakai baju berwarna merah dan tersenyum lebar.
"kau benar tidak ada yang harus ku takuti dengan merah"ucap layla
"layla tulisan itu hanya chat berwarna merah dan tulisan itu sengaja ditulis menyeramkan agar kau prustasi seperti ini,,,mulai sekarang kau harus mencoba melawan ketakutan itu"ucap min ik
"bagus lah kalau begitu"ucap min ik melihat seperti layla sudah mulai baham dengan kata\-kata nya.
dan mereka akhirnya sampai di penginapan yang min ik bilang.
"penginapan ini indah"ucap layla
"iya..selamat datang"ucap nenek nenek yang tiba tiba muncul dari belakang mereka
"nenek toshiba..."ucap min ik
__ADS_1
"apa kau mengenal nenek ini?"tanya layla
"ya penginapan ini punya dirinya dan aku membeli nya untuk kita"ucap min ik
"jadi begitu"ucap layla
"tuan min ik ini kunci penginapan ini semoga kalian nyaman aku akan pulang dulu"ucap nenek toshiba
"iya nek terima kasih"ucap min ik
mereka pun masuk ke penginapan itu dan mulai merapikan barang-barang mereka.
Hingga waktu mulai berjalan dan hari sudah mulai malam mereka pun bersiap untuk makan malam.
"layla persediaan daging habis,aku akan membeli nya,penginapan ini tak jauh dari pasar jadi aku akan membelinya dulu ya"ucap min ik
"baiklah"ucap layla
Tak lama min ik pergi tiba tiba lampu di penginapan itu padan membuat semuanya gelap dan sunyi serta ada suara seperti barang jatuh membuat layla terkejut dan menjerit namun dia mengingat kata-kata dari min ik.
"kau harus berani melawan ketakutan mu"
dia pun berusaha melawan ketakutan nya dan berjalan secara perlahan lahan untuk mencari lilin atau senter dia pun menemukan satu buah senter dan dia mengecek barang apa yang jatuh dan saat melihat nya,ternyata hanya sebuah guci kecil diatas meja yang jatuh karena ulah sebuah kucing cantik. Dan tak lama nenek thoshiba datang dengan membawa sebuah obor.
"nenek thoshiba.."ucap layla
"non layla maaf listrik disini memang sering padam saya tidak pernah memanggil tukang listrik karena saya tidak punya biaya"ucap nenek thoshiba
"iya gak papa nenek"ucap layla
"ah...kuskus...apakah kucing ini memecah kan guci lagi"ucap nenek thoshiba dan menggendong kucing yang memecahkan guci
"iya dia memecahkan satu guci"ucap layla
__ADS_1
"ah maaf kan ini kucing saya dia sering bermain kerumah ini dan sering juga memecahkan guci saya akan membersihkan nya"ucap nenek thoshiba
"tidak ush nek biar saya saja"ucap layla dan tak lama listrik kembali hidup.