
miya hanya bisa tertawa saat ditelah ketahuan menguping oleh mama papa dan paman nya.
"miya kesini"ucap yuri
"kau sejak kapan ada disana"tanya yuri
"sejak tadi ma"ucap miya
"hmmm"
"sudah lah jangan dimarahi"ucap araya
"mama gak marah tapi mama mau bilang ke miya yang namanya menguping pembicaraan orang dewasa itu gak baik jangan dilakuin lagi ya"ucap yuri
"baik ma"ucap miya
"miya minta maaf ya ma,pa paman"ucap miya menyesal digendongan papa nya araya.
"mana kakak mu apakah dia ikut menguping juga"tanya yuri
"kakak..."miya seketika diam dan menunduk kan kepalanya,tiba-tiba terdengar suara miko dari kamar nya.
"miya buka pintunya...miya kau tega mengunci kakak...miya buka"ucap miko dan ternyata miya sengaja mengunci miko agar miko tidak mengganggunya saat menguping
yuri pun membuka kan pintu untuk miko dan meminta penjelasan dari miya yang digendong oleh araya.
"maaf kak miya menyesal..maaf kan miya ya"ucap miya
__ADS_1
"iya udh gak papa"ucap miko
"miya kok ada pikiran kayak gitu"tanya min ik
"kak miko selalu mengganguku jadi aku berpikir jika aku kunci kak miko dikamar tidak akan ada yang mengganggu ku"ucap miya
"miya kau sangat jahil"ucap miko
"sifatnya ini menurun dari siapa ya"ucap yuri dan melirik ke araya suaminya
"eh...kok aku"ucap araya yang kebingungan
"memang kamu..kamu dulu waktu kecil kan jahil dan kamu menurunkan sifat mu itu pada anak perempuan kita"ucap yuri dan menarik kuping araya sebagai hukuman
"eh...miya yang berbuat kok aku yang dijewer"ucap araya
"eh..maaf..maaf lepasin dong sakit ni"ucap araya
sedangkan min ik,miko dan miya hanya tertawa melihat papa mereka dihukum.
"sayang kau boleh menghukum tapi tolong jangan dijewer sakit tau"ucap araya
"lalu apa"ucap yuri
"lepasim dulu tangan mu"ucap araya
dan yuri mengikuti perintah araya
__ADS_1
"hukuman nya adalah..."ucap araya dan mencium bibir yuri walau tidak lama,namun itu berhasil membuat yuri malu didepan anak nya dan kakaknya
"iih..papa mesum"ucap kedua anak nya
"miko..jangan tiru kelakuan papa mu"ucap yuri
"miko gak jadi cowok mesum kayak papa ma"ucap miko
semua tertawa mendengar perkataan miko dan seketika keheningan tadi diubah menjadi kebahagian.Dan layla hanya bisa mendengar dari kamar nya dia ikut bahagia namun dia mengeluarkan air mata dia berpikir.
"kenapa hidup nya tidak bisa sebahagia adik nya mempunyai keluarga kecil dan bahagia selamanya,kenapa aku harus merasakan penderitaan terus,kapan aku bahagia"gumam layla dan mengeluarkan air mata ,tiba-tiba min ik masuk membawakan makanan untuk layla dan melihat layla menangis.
"kenapa kau menangis?"tanya min ik dan menaruh makanan nya dimeja
"sudah kubilang jangan tangisi laki-laki itu dia tak pantas untuk kau tangisi"ucap min ik
"aku bukan menangis dia"jawab layla
"lalu kau menangisi siapa..?"tanya min ik
"aku menangisi hidup dan diriku sendiri"ucap layla
"apa maksud mu"ucap min ik tak mengerti
"aku menangisi hidup ku yang sangat penuh dengan penyesalan menangisi diriku sendiri yang tak berguna sama sekali..aku hanya lah wanita tak berguna..aku orang yang sering ceroboh dan kecerobohan itu menghancur kan aku sendiri aku memang orang yang tak berguna..aku selalu hidup dengan penyesalan sedangkan adikku lihat lah dia sangat bahagia kenapa dunia tidak adil dengan ku"ucap layla
"sudah lah"ucap min ik dan memeluk layla agar layla bisa merasa sedikit tenang
__ADS_1