Cinta Tak Terhubung

Cinta Tak Terhubung
Bingung


__ADS_3

" nindi gian maaf ya ya gpp lir, cepet sembuh makannya,, aku ngk ada temen di kelas,, seru nindi mendekati lira "


Kata-kata lira membuat gian terusik, dia mendekat ke pinggir ranjang lira, masih dengan ekpresi tak terbaca.


"kalian temenin lira dulu ya, aku ambil mangkok nich buat bakso biar lira makan dulu"


"aku ikut wis, sekalian aku mau ke toilet"


" yaudah yu... " sepeninggalan Wisnu dan nindi.


Gian tiba-tiba, menyentuh dahi lira memastikan bahwa gadis yang setiap hari memenuhi pikirannya sudah membaik, setelah dahi dia memegang pipi dan tangan lira, lira yang mendapatkan perlakuan seperti itu kaget dan hanya termenung bingung, apa yang membuat gian seberani ini dan sekhawatir ini kepadanya.


" demamnya sudah turun, sekarang apa yang sakit?"

__ADS_1


" alhamdulillah udah ko ian, sekarang tinggal pusing sedikit lagi, besok juga mudah-mudahan aku dah fit biar biasa masuk sekolah ☺"


" iya alhamdulillah, lain kali jangan main hujan-hujanan ya, kalo udah sakit kan ngk enak badan". sebuah senyum lega terlihat di wajah ian.


" iya ian, kemarin Wisnu tuh yang ngkau dengerin aku, aku udh bilang minggir dulu tapi dia ngeyel nerjang hujan, seru katanya bisa hujan-hujanan"


Tiba-tiba ekpresi gian berubah, seakan memperlihatkan ketidak suka annya ketika lira membicarakan wisnu.


" lain x pulangnya bareng aku z, aku ngk akan ngebiarin kamu kehujanan!!" genggaman tangan gian semakin erat. lira langsung tambah salah tingkah, jantungnya bergetar, ini pertama kalinya gian memperlihatkan perhatian ekstra kepadanya.


" kamu ngk akan pernah ngerepotin aku ko.. "


tiba-tiba pintu terbuka masuklah Wisnu dengan beberapa mangkok dan sendok di tangannya, nindi mengikuti di belakang membawa nampan berisi minuman. gian tiba-tiba melepaskan tangan lira tak ingin perbuatannya di lihat oleh Wisnu dan nindi.

__ADS_1


" Ayo waktunya makan..." Wisnu membuka keresek bawaannya mengeluarkan bererapa baso untuk lira , dia, nindi dan gian.


" Aku mau pake cabe ya, jangan pake saos wis, kayanya seger nich seru lira!!"


" apa-apaan kamu lir, ngk boleh makan cabe nanti malah sakit perut,, " langsung menjauhkan cabe dari pandangan lira.


" yah ngk enak dong wis kalo makan bakso ngk pedes?" dengus lira sambil menyilangkan tangannya.


" udah nurut z, biar cepat sembuh sini aku suapin, Aaaaa.... " Wisnu menyodorkan sendok yang berisi baso betniat untuk menyuapi lira, tapi lira dengan cepat mengambil sendok dan mangkok di tangan Wisnu secara bersamaan.


" aku makan sendiri z wis, kamu kalo nyuapin aku ngk ada ahlak isi sendoknya penuh banget... wew..."


" yaudh iya silahkan cantik, mam yg banyak ya!! abis ini semua makanan yang aku beli"

__ADS_1


tak terasa jam sudah menunjukan jam setengah 3 sore, Wisnu, nindi dan gian pamit untuk pulang, karna Wisnu ada janji nganter mamahnya ke pasar, nindi di suruh mamahnya cepat pulang, sedangkan gian harus bersiap kerja di resto tante Wisnu.


Sepeninggalan teman-teman, lira termenung bingung dengan sikap Wisnu dan gian, mereka seakan begitu mengkhawatirkan dia, kalo Wisnu udah ngk aneh dia adalah sahabatnya sejak kecil selalu memanjakannya, nah gian yang biasanya terlihat datar tanpa ekspresi hari ini benar-benar membuatnya salah tingkah, irama jantung nya tidak baik-baik saja mendapat perlakuannya.


__ADS_2