
setelah tugas mereka selesai, mereka pun memutuskan untuk pulang ke rumah masing- masing, Nindi di antar Gian dan Lira di antar Wisnu. mereka berjalan menaikin motor beriringan karna rumah Lira dan nindi juga satu komplek. Lira sampai lebih dulu ke rumahnya sedangkan rumah nindi terpaut 3 rumah setelah lira.
"makasih ya wis dah nganterin, ngk mau masuk dulu? "
"ngk usah lir dah mau malem juga, nanti kapan2 mampir salam buat bundamu ya!
" siap, wis, nindi gian aku masuk rumah dulu ya, hati2 di jalannya ya.. ☺
"siap.,, pungkas Wisnu dan gian, nindi malah turun dari motor gian.
" aku di sini z gian, tuh rumah aku di depan, makasih ya"
"iya sama-sama nin"
Wisnu dan gian pergi menuju rumah masing-masing.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum bun, Lira pulang"
"Alhamdulillah waalaikumsalam, dari mana lir, ko pulangnya telat? "
"tadi ada tugas melukis dulu bun, di rumah Wisnu kerja kelompoknya, oia tadi ibunya Wisnu nitip salam buat bunda, udah lama ngk ketemu katanya bun"
"waalaikumsalam iya ya, udh lama ngk ketemu sama ibunya Wisnu"
" bu Lira masuk kamar dulu ya, mau mandi dan istirahat bun,, "
"iya sayang, nanti kalo laper bunda udah siapin makanan di meja makan ya,, "
Di rumah Gian, sepi tak ada siapa pun.
"Assalamualaikum,, hmm ibu belum pulang" keluh gian yang langsung masuk ke kamarnya.
__ADS_1
gian dan ibunya hanya tinggal berdua semenjak ayahnya memutuskan bercerai dan menikah lagi dengan pacar barunya, dan meninggalkan gian dan ibunya ibunya terpaksa bekerja untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Beberapa saat, perut gian mulai keroncongan, di atas meja tidak ada makanan maklum sebelum pergi kerja ibunya kadang tak sempat memasak, gian mencari apakah ada makanan di kulkas, hanya ada telur dan kentang di kulkas,, dia malas kalau dia harus memasak lama karna perutnya sudah sangat kelaparan, gian lalu mencari mie yang biasa ibunya simpan di lemari atas kulkas, dan sukurlah mie nya masih tersedia, gian langsung memasak mie dengan sumringah, ketika sudah matang langsung dia memakannya.
selesai makan gian termenung, ketika teringat orang tua Wisnu yang sangat baik, dan selalu ada di rumah, sedangkan ibunya selalu sibuk bekerja, karna kalau ibu ngak bekerja bagaimana biaya hidup mereka berdua
"udahlah gie, Terima nasib saja, nasi sudah menjadi bubur kalau saja ayah tidak selingkuh dan memilih perempuan lain ibu juga ngk akan kerja kerasnya sampai sekarang, lebih baik aku bantuin ibu, apa aku cari kerja pattime z ya? kan lumayan buat bantuin ibu? ntr coba aku cari lowongan siapa tau aku bisa kerja.
Di rumah nindi, masih ramai dengan para tetangga yang sedang betgosip di depan rumahnya, karna ibunya membuka warung seblak dan jajanan anak-anak kalo sore-sore ibu-ibu pada nongkrong di depan rumah ya, ngegibah berjamaah pokoknya.
"Assalamu'alaikum, mah nindi pulang"
"waalaikumsalam iya nin, alhamdulillah dah pulang, ganti baju dulu makan terus bantuin ibu ya, ini banyak yang pesen seblak nya biar cepet ibu ngerjainnya.
" siap bu laksanakan,, "
__ADS_1
"wah nindi rajin ya suka bantuin ibunya, kalo anak aku ngak pernah tubuh bun bantuin, kerjaannya main z, ngeselin banget" cerita bu joko dengan keluhannya.
"namanya juga anak-anak bu, seusia mereka pasti seneng main" bela ib-ibu yang lain.