
gian yang melihat lira sendirian masuk ke toilet wanita, seakan menjadi kesempatan emas buat gian untuk bertemu berduaan dengan lira tanpa gangguan siapapun. selang beberapa menit lira keluar dari toilet dengan mimik kaget karna melihat gian menunggu di depan toilet wanita.
"Gian!?. "
" iya lira, ikut aku sebentar yu, aku mau ngomong sesuatu sama kamu lira"
"oh iya ian,"
tanpa aba-ana setelah mendapat persetujuan dari lira gian menarik tangan lira menuju belakang sekolah, tempat yang jarang sekali terjamah olah mudik bahkan mungkin guru sekalipun, padahal pemandangan di sini sangat bagus hamparan sawah terbentang luas.
"ian mau bawa aku kemana ini? "
"sebentar lira, kamu juga nanti tau"
ketika sampai di belakang sekolah lira termenung melihat keindahan yang dia lihat sekarang, selama sekolah di sini dia tak pernah pergi ke sini, bahkan ngk tau ada tempat seperti ini di sekolahnya.
__ADS_1
"ya ampun ian, kamu ko bisa tau di sini ada pemandangan yang bagus banget? "
"iya lira, aku tau tempat ini pas dulu mau pindah ke sini aku nyasar karna belum tau ruangan di sekolah kita niatnya ke ruang guru malah nemuin tempat ini,hee"
"iya ian, ntr aku kasih tau wisnu sama nindi a h biar nanti kita bisa sama-sama liat pemandangan ini.!"
"kalo bisa jangan lira, aku ingin tempat ini cuma aku sama kamu z yang tau jangan ada yang lain. "
"kenapa ian? pasti seru kalo yang lain tau! "
"karna tempat ini aku mau cuma kamu yang tau selain aku, aku di sini merasa tenang lira, untuk merenungi kehidupan tanpa harus terganggu dengan orang lain. "
gian meraih tangan lira, dan mulai menggengamnya dengan penuh kelembutan. lira tiba-tiba merasakan getaran hebat di hatinya, dah, dih, dug, ngk karuan, entah apa yang dia rasakan, bahkan ini adalah hal pertama yang dia rasakan.
"Aku mau jujur sama kamu lira, kalo aku suka sama kamu dari pertama kita ketemu, aku mau kamu tau tentang perasaan aku ke kamu,"
__ADS_1
lira termenung mendengarkan penuturan gian, entah apa yang sedang lira rasakan, lira masih belum percaya akan apa yang dia dengar.
"aku ngk tau perasaan kamu ke aku gimana lira, cuma yang aku tau, aku cinta sama kamu cukup kamu tau saja akan perasaan ku, "
lira masih terdiam, tapi tiba-tiba dia memegang dadanya, sepertinya dia mengalami gangguan pada jantungnya yang semakin lama semakin ngk karuan, ian yang melihat lira memegang dadanya sontak merasa khawatir.
"kenapa lira? apa ada yang sakit? '
"gpp ian, cuma jantungku terasa begitu berbeda, entah kenapa? "
gian yang tadinya berekoresi khawatir, seketika tersenyum manis sambil menggoda lira dia meraih lagi tangan lira dan mendekatkan tangan lira ke dada gian, agar lira mengerti apa yang sedang gian rasakan.
"Ya ampun ian, ko jantung kamu juga sama kaya aku, seakan terpacu lebih cepat? apa kita sakit ian? "
"kita ngk sakit lira, cuma hati kita sedang gembira"
__ADS_1
"ko bisa ian? aku ngk ngerti? "
Tiba-tiba gian menarik lira kedalam pelukannya, membiarkan lira memahami perasaan mereka berdua, lira yang awalnya kaget dengan perlakuan ian, mulai nyaman bahkan dia membalas pelukan ian, ini adalah perasaan yang pertama kali muncul selama 17 tahun lira hidupnya.