
pagi ini ruangan kelas telah terisi oleh siswa-siswi yang sudah siap untuk belajar, nindi Wisnu dan lira pun sudah ada di kelas tapi gian masih belum terlihat, lira terus semandangi hpnya, gian belum membalas pesannya pagi ini, dia khawatir jika gian sakitnya belum sembuhbsampai ngk masuk sekolah.
"lir nanti istirahat kita ke kantin yu, pengen makan bakso nich pasti enak pake cabe yang banyakš„°"
"nin pagi-pagi udah ngomongin makanan terus, pantes z badan kamu bulet kaya baso hobinya makan terus" ledek Wisnu.
"gpp gendut itu seksi kali wis, banyak ko larang gendut dapet jodohnya cakep-cakep! " sambil menjulurkan lidahnya.
"tapi jangan berlebihan kalo makan nin, ngk baik buat tubuh orang gendut tu lebih cepet kecapean sama sakit"
"ya ampun wis, lo ko doaiin gw sakit parah lo"
"ya bukan do'ain gw khawatir z sama temen gw ni"
"iya iya, siap pak guru ampuun dech pagi-pagi udah dapet ceramah"
lira tidak merespon sedikitpun keributan kedua sahabatnya itu, dia tetap fokus melihat layar HP nya, 07:50 gian masih belum masuk kelas. Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki dari luar kelas, seketika ruangan kelas yang tadinya ricuh langsung sepi.
"assalamu'alaikum, selamat pagi semuanya" sapa pak dodi yang telah berada di depan kelas.
"waalaikumsalam pagi pak"
tak lama dari luar masuklah gian sambil membawa beberapa kanvas kosong dan 1 tas isi peralatan lukis, ternyata gian di suruh sama pak dodi untuk membantunya membawa alat2 lukis buat praktek di kelas hari ini.
__ADS_1
"gian letakan kanvas nya di sini"
"baik Pak" setelah meletakan kanvas di atas meja gian langsung menuju bangkunya sambil mencuri pandang ke lira yang dengan tatapan tak terduga melihat gian.
"niat pura-pura sakit, apes bener malah ketemu pak dodi di parkiran" gian terlambat masuk kelas ternyata dia membantu pak dodi untuk membawa kanvas dan alat-alat lukis.
"hari ini kita akan praktek melukis di kelas, setiap siswa mendapatkan 1 kanvas ukuran 10x20 cm, kalian harus membuat lukisan tema bebas, harus selesai dalam 1 jam, semua mengerti? "
"mengerti pak"
"Wisnu bantu bapak membagikan kanvas nya"
" baik Pak"
"kerjain lukisannya, bukan ngelamun ian!! "
"astaga, iya pak iya lagi cari inspirasi pak" gian tampak malu karna pak dodi tau-tau sudah di belakangnya.
"iya inpsirasinya cepet tu angin dalam lukisan"
"baik Pak"
lira yang dengan cekatan mengerjakan lukisannya dengan cepat, karna dia ingin cepat mengetahui keadaan gian.
__ADS_1
"pak saya sudah selsai"
"iya lira simpan lukisan kamu di meja saya"
"baik pak, pak saya boleh ijin ke toilet? "
"boleh"
lira segera keluar dari kelas, dan memberi pesan pada gian.
"aku ke belakang sekolah, kamu ke sini nyusul"
gian merasakan hpnya bergetar, di lihatnya sebuah pesan dari lira. dia langsung membalas pesan kekasihnya itu.
"iya yank bntr lagi aku nyusul"
dengan langkah cepat dia menyelesaikan lukisa nya.
"pak punya sama sudah beres pak"
"iya taruh di meja ian, bapak mau ke ruang guru dulu nanti kalo semua sudah selesai langsung lukisannya ke ruang guru in ya!! "
"siap pak"
__ADS_1