
tugas melukis mereka terbilang mudah, tema bebas hingga tak mempersulit mereka membuat tugasnya, Lira berinisiatif untuk membuat lukisan abstrak, toh dia sendiri yang akan melukis yang lainnya tim sukses saja seperti biasanya. Lira mulai melukis sketsa nya, yang lainnya sibuk mengobrol, ngemil, dll.
"wiss pada anteng, aku yang ngerjain, ngk mau pada bantuin say? sindir lira.
" hihi cah ayu jangan merajuk, dari pada kita bantuin malah ngacawin lebih baik kita liatin tapi tugasnya bagus 😎👍"
" itu mah alasan z nin, padahal kalo di bantuin juga aku seneng " sambil melanjutkan seketsanya.
tiba-tiba gian mendekati Lira, dan memperhatikan seketsanya apa yang sedang Lira buat. di dalam seketsa ada sepasang kekasih yang sedang memegang sebuah tali.
"ini tentang apa Lira? "
"ini tentang dua orang yang saling mencintai dan ada hubungan batin yang terjalin antara keduanya".
" bagus banget seketsa yang kamu buat lir, nanti boleh aku bantuin warnain dasar lukisannya? "
"boleh ian, sebentar lagi juga beres seketsanya, jawab Lira sambil terus mengerjakan gambarnya.
" Lira udh dulu bikin seketsanya, ini ibu udah masakin kue kesukaan kamu,,! Wisnu membawa sebuah nampan yang di atasnya berisi kue bolen kesukaan Lira. karna Wisnu kurang suka, ibunya ngk pernah bikin di rumah tapi kalo Lira yang datang, Wisnu pasti mengalah dan memakan kue bolen buatan ibunya.
"waahhh mantap nich, ibu emang selalu sayang sama Lira, tau z Lira udah laper, ngerjain tugas lahhh anaknya malah sibuk ngobrol dan main game dari tadi,,, " sambil melirik Wisnu penuh kejengkelan.
"ya ampuuuun, anaknya ibu lagi ngadu ya? enak z aku juga bantuin kamu lir,,, bantuin semangatiin kamu maksdunya hahahah " sambil mengacak-ngacak rambut Lira.
__ADS_1
Lira tidak membalas perbuatan Wisnu, hanya membalas perlakuan Wisnu dengan memanyunkan bibirnya. lira menghentikan dulu pekerjaannya dan memakan bolen kekuasaannya.
" hmmm,, bolen buatan ibu selalu enak, ngk pernah berubah dari dulu "
tiba-tiba ibu datang,, "iya sayang ngk akan berubah kan ibu yang bikin, khusus buat Lira karna di sini yang suka bolen cuma Lira, Wisnu kan ngk suka"
"iya bu Wisnu dari dulu ngk suka tapi kalo Lira yang suapin pasti Wisnu makan,,, bentar bu Lira coba ya sekarang "
Lira langsung menyuapi Wisnu, ekspresi Wisnu awalnya menolak suapan Lira tapi lama kelamaan dia memakan bolen yang di suapin Lira.
"tuh kan bu, apa Lira bilang, pasti mau kalo sama Lira,, hihihihi"
"mau karna kamu maksa nyuapinnya, kalo ngk maksa aku juga gak mau, bantah Wisnu dengan mulutnya yang penuh karna sedang mengunyah bolen.
nindi dan gian juga mulai mencicipi nya, ketika gian memakan boleh tiba-tiba tanpa sengaja gian langsung memuji kalo rasanya enak banget.
"tan, kuenya enak banget, gimana bikinnya tan?
"gampang ko nak, kamu suka makan yang banyak ya"
"iya tan, makasih tan..
setelah selesai makan, mereka melanjutkan tugas kelompoknya, karna Lira susah selesai mengerjakan seketsanya sekarang tinggal pengaplikaian warna dasar, Lira memberi arahan pada gian akan warna yang mau dia pakai di dasar lukisannya.
__ADS_1
"Gian tadi kamu kan mau bantuin aku, nah di sini aku aplikasi ini warna cream kuning dan hijau ya" sambil menunjukan tempat yang harus gian warnain.
"oke siap lir" gian langsung mencoba mengaplikasikan warna yang Lira suruh, tapi belum lama gian menorehkan kuasnya, Lira memegang tangan gian.
"gian pengaplikasian warnanya jangan kaya gitu, nanti gradiasinya ngk terlalu bagus, nah di tarik kaya gini ya" Lira memberitahu gian sambil memegang tangan gian,namun beberapa saat Lira baru sadar gian tak merespon perkataannya, dan dia baru sadar dia terlalu dekat jarak badannya dengan gian bahkan tangannya memegang tangan gian, Lira langsung melepaskan tangan gian.
" nah kaya gitu ya ian" sambil menjauh dari gian untuk menutupi rasa malunya akan hal yang dia lakukan tadi.
"oia,, lir maaf aku ngak terlalu pandai dalam hal melukis". gian melanjutkan pekerjaannya, sambil mengatur napas karna adegan yang barusan terjadi antara dia dan Lira.
" iya gpp, makasih kamu mau bantuin juga, dari pada mereka cuma fokus z nyemil dan main HP.
" waduh Lira mulai ngambek nich, Wisnu menghampiri Lira sambil memegang bahunya.
"jangan suka ngambek nyonya, nanti cepat tua, sini aku pihintin biar ngk pegel.
" apaan sich wis, aku ngk pegel ko,,, sambil mengelakan tangan Wisnu yang masih ada di pundaknya.
"yah aku kan cuma niat bantuin biar ngk di bilang cuma numpang nama z ☺
" tapi ngk usah pijitin juga pak, aku kan ngk suka di pijitin"
"iya iya aku minta maaf 😔 sambil memegang pipi Lira dan tersenyum manis.
__ADS_1
" khemmmm... udh kita jadi penonton z wiss kalo soal seni sich Lira jagonya.. kata nindi sambil ngemil.