
"Tiiinn.. tinnn... " gian sampai di depan rumah lira sambil turun dari motornya.
"Assalamu'alaikum... "
"waalaikumsalam nak gian udah dateng, masuk nak lira masih di kamar sebentar ibu panggilin"
"iya bu, makasih bu" sambil menyalami tangan ibu lira.
***"
"lira gian udah dateng nich"
"iya bunda, sebentar lagi lira turun" lira memandangi pantulan wajahnya di cermin, rambut di ikat kicir kuda, kaos oversize putih celana jeans, tak lupa jaket jeans dan tas ransel kecil di pundaknya.
"gian maaf nunggu lama 😁"
gian memandangi lira dia terpaku dan hanya diam saja.
"khmmm... gian "
"eh iya gak apa-apa lir, aku baru sampe ko, gimana udah siap? "
__ADS_1
"udah yu pergi ntar keburu sore"
"siap, bentar pamit sama bunda kamu dulu,, '
" oia,, bunda lira berangkat dulu ya"
"iya sayang hati-hati ya, pulangnya jangan terlalu malam"
"siap bunda, assalamu'alaikum"
suasana siang hari ini begitu cerah, angin sepoi-sepoi menara rambut lira yang di ikat,lira merentangkan tangannya sungguh menyenangkan itu yang dia rasakan, gian yang melihat lira melakukan itu tersenyum, seraya menegur kekasihnya.
"sayang, pegangan nanti kamu jatuh"
dengan sigap gian mengambil tangan lira dan mengarahkan ke pinggangnya, agar kekasihnya memeluknya.
"pegangan yank, aku akan ngebut"
lira penurut panggung mendekap gian, melingkarkan tangannya di pinggang dan perut gian, dan benar apa yang gian lakukan dia mempercepat laju motornya membuat lira mempererat pelukannya dan menutup matanya.
30 menit kemudian mereka sampai di pinggir pantai yang sepi pengunjung,suasana pantai masih asri karna belum terjamah banyak orang, bahkan letak pemukiman penduduk berjarak cukup jauh dari pantai ini.
__ADS_1
"sayang kita sudah sampai"
lira membuka matanya mengejapkan matanya, pemandangan yang sungguh indah memanjakan matanya, pasir putih terhampar luas, laut berwarna biru pepohonan yang rindang sungguh cantik.
"ini dimana? pantainya indah banget gian? "
"iya yank, pantai ini masih asri terjaga kealamiannya, ini tempat favorit ku ketika memiliki waktu senggang"
lira turun dari motor dan mulai berlari menyusuri pasir putih memanjakan kakinya yang tak beralas karna sepatu yang dia pakai di lepas dekat motor gian. gian melihat lira dengan senyuman tak pernah menyangka dia akan membawa seorang gadis ke tempat pengaduannya.
"kan sini... " lira melambaikan tangan memanggil gian yang terus memandanginya, ketika gian mendekat lira menyipratkan air ke arah gian di balas gian dengan pelukan dan memutar tubuh kekasihnya sungguh hari yang indah di bawah sinar matahari sepasang kekasih itu seakan melupakan dunianya hanya ada mereka berdua itulah yang mereka rasakan, waktu terus bergulir tak terasa waktu telah menunjukan jam 5 sore, mentari mulai bersembunyi dan hari semakin gelap.
"gian udah sore kita pulang yu, kasian bunda pasti nyariin aku kalo pulangnya malem"
"iya yank, yu "
gian mulai menyalakan mesin motornya tapi tiba-tiba motornya mogok, gian terus mencobanya tapi nihil mesin motornya tidak menyala lira mulai panik dia mencoba untuk melihat apakah ada yang bisa di mintai tolong tapi naas tidak ada orang yang lewat bahkan suasana menjelang malam sungguh sepi.
"gimana ian? udah mau malem tapi motor kamu belum nyala? "
"kayanya mogok lir, bentar aku coba cari bantuan ya kamu tinggi di sini"
__ADS_1
"gak mau yan, aku takut"