
Setelah mengganti baju dan makan siang, lira memutuskan untuk istirahat di kamarnya di raihnya sebuah buku bersampul pink di atas meja belajar, lira mengambil pena dan mulai mencurahkan isi hatinya sudah dia tahun, buku pink ini selalu menemaninya, awalnya ketika ayahnya meninggal dunia, lira merasakan kehilangan yang begitu dalam, satu minggu dia berdiam diri di dalam kamarnya, tidak masuk sekolah dan bertemu siapapun, hingga suatu hari wisnu menghadiahkan buku diary ini ke padanya, agar menjadi teman curhatnya, dia tak ingin melihat lira begitu menutup diri karna kehilangan ayahnya.
*dear pena
Hari ini aku begitu bingung, kedua sahabatku seakan menempel seperti permen karet kepadaku, kemana aku pergi mereka pasti ada, mereka adalah sahabat yang baik, tapi aku bingung akan sikap mereka, seakan saling memperebutkan kursi, aku berharap persahabatan kami akan selalu baik seperti hari ini, semoga tidak ada hal yang membuat kami berubah*.
*****
Esok harinya, wisnu dan gian sudah ada di depan rumahnya untuk menjemput lira, entah bagaimana mereka bisa bersama menuju rumah lira. Bunda lira yang sedang menyiram tanaman pun di buat terkejut karna sahabat anaknya datang bersamaan di pagi ini.
"Nak wisnu sama nak gian mau jemput lira? "
"iya tan, " jawab wisnu dan gian bersamaan.
"sebentar ya bunda panggilin lira dulu,, Lira nak, ada nak wisnu dama gian nich mau jemput kamu ke sekolah."
"sebentar bun, aku lg siapin buku bentar! "
__ADS_1
"nak wisnu sama gian duduk dulu z sambil nunggu lira selesai siapa-siap"
"iya tan makasih tan,, "
5 menit kemudian lira keluar dari rumah, dia bingung kenapa wisnu dan gian menjemputnya bersamaan? lira mau naik motor siapa jadi serba salah di buatnya.
"wisnu gian ko pada kompakan gini jemput aku, kemarin kita kan ngk janjian?
" iya lira, aku sama wisnu ngk janjian juga jemput kamu " jawab wisnu ge lalapan.
"terus aku bareng sama siapa? ngk mungkin aku naik motor kalian berdua bersamaan? π
" Nindi yu bareng ke sekolah" seru lira.
" kalian berdua mau jemput lira? tanya nindi.
"iya nin, tapi aku ngk mungkin naik dua motor sekaligus mending kita barengan z berempat ke sekolahnya, aku sama wisnu gian sama kamu ninπ, "
__ADS_1
gimana ian gpp kan? kamu bareng sama nindi?
"iya gpp lira, yu nin aku boncengin ke sekolah" dengan ekspresi muka datar dan kurang bersahabat.
"Asyik lumayan nich ngirit ongkos yang sering-seting ya kalian jemput kita berangkat sekolah lumayan uang ongkos bisa buat beli cilok"
*****
Di dalam kelas gian terlihat begitu tak bersemangat beberapa kali dia menghirup napas panjang, lira yang memperlihatkan nya merasa tidak enak apa mungkin gian marah padanya karna tadi dia si suruh mengajak nindi ke sekolah?
"lira kita ke kantin yu akun kaper" rengek nindi.
"ayo nin, aku juga dah laper" mereka meninggalkan kelas, Tiba-tiba lira berhenti di depan toilet.
"nin aku pgn ke toilet dulu ya, kamu duluan z ntar aku nyusul ke kantin"
"ya udah lir, jangan lama-lama ya laper nich"
__ADS_1
"siap booss... " lira masuk ke toilet, 3 menit kemudian dia keluar alangkah kagetnya dia melihat gian di depan pintu toilet menunggunya.