Cinta Terhalang Oleh Pondok Pesantren

Cinta Terhalang Oleh Pondok Pesantren
16. Episode 16 sakit


__ADS_3

di panti


beberapa Hari ini hampir setip Hari Ada acara, karna donatur bergantian untuk datang di panti, Hari ini donatur mengajak seluruh anak panti untuk kunjungan ke masjid-masjid besar yang Ada di jakarta termasuk masjid istiqlal Dan kuba mas.


karna anak-anak sudah di Beri tahu dari tadi malam jadi sebelum pagi anak-anak sudah siap untuk berangkat, setelah semua berada didalam 'BUS" Supir segera menghidupkan mesinnya Dan berjalan menuju lokasi.


sesampainya di masjid istiqlal Nadia mulai mual Dan munta-muntah di tambah lagi sakit perut yang melilit, nurmi yang melihat keadaan Nadia seketika khawatir, nurmi mendekati Nadia Dan bertanya" nad kamu kenapa? sambil mengurut leher Nadia yang mual -mual"


mi seperti nya aku lagi datang bulan antar aku kekamar Mandi ucap Nadia sambil memegangi perutnya lalu berdiri menuju kamar mandi.


nurmi hanya mengangguk mengikuti Nadia dari belakang, setelah sampai dikamar Mandi Nadia berdiri di depan pintu memegangi berutnya Dan bersandar di tembok sambil menunggu antrian.


nad, tahan y, soalnya kamar mandinya pada penuh uda gitu ngantri lagi, ucap nurmi sambil menatap muka Nadia yang pucat.


Nadia hanya menjawab dengan anggukan.

__ADS_1


setelah beberapa menit menunggu antrian kini giliran Nadia masuk di kamar mandi, di ikuti nurmi dari belakang.


sesampainya di dalam Nadia kembali mual, ueekkkk, uekkkkkk uak,,,


nurmi segera memijit leher Nadia.


ia mengeluarkan semua isi perutnya sampai Nadia lemas, saat Nadia ingin mencuci muka air keran mati, nurmi yang melihat air keran mati segera mengambil air mineral yang Ada di tasnya untuk Nadia minum Dan cuci muka, Nadia yang melihat air di tangan nurmi Tampa aba-aba segera mengambilnya.


setela keluar dari kamar mandi nurmi memapah Nadia menuju lantai dua untuk menghampiri teman-temannya, sesampainya di lantai dua mereka berjalan menuju temannya namun Tampa mereka sadari ustadz yang melihat mereka dari jauh.


berjalan mendakati nurmi yang sedang memapah Nadia.


" Nadia sakit perut Ustadz" jawab nurmi lalu mendudukan Nadia di lantai


setelah Nadia duduk, nurmi mengambil air meneral di tasnya untuk minta obat kepada Ustadz karna sebelum berangkat ia sempat membeli dua air mineral.

__ADS_1


Ustadz maaf ini Ada air, minta doanya agar Nadia segera sembuh, ucap nurmi sambil menyodorkan sebotol air.


Ustadz yang melihat keadaan Nadia yang pucat, segera mengambil air di tangan nurmi lalu mendoakan. setelah selesai ia menyerahkan kembali air itu, Dan meminta Agar Nadia segera meminumnya, lalu nurmi mengambil kembali air itu Dan menyerahkan ke Nadia, saat nurmi menyerahkan air ke Nadia tapi tidak mendapatkan Kan response.


ai pun langsung memegang tubuh Nadia, seketika nurmi kaget saat ia merasakan tubuh Nadia yang begitu panas, nurmi pun memanggil -manggil nama Nadia sambil menggoyang-goyangkan tubuh Nadia namun tidak Ada respon.


"Ustadz sepertinya Nadia pingsan"ucap nurmi khawatir


Ustadz yang melihat kondisi Nadia segera menyodorkan minyak kayu putih kepada nurmi.


ini minyak kayu putih, usapin di leher Dan hidung, sekalian tangannya, sepertinya tangan Nadia kaku ucap ustad lalu memegang tangan Nadia yang kaku.


nurmi segera mengusapkan minyak kayu putih di leher Dan hidung Nadia Tampa henti karna khawatir.


😍jangan lupa tinggalkan jejak😍

__ADS_1


semoga Kita selalu dalam lindungan Allah SWT, Aamiin


By Widia


__ADS_2