
saat pesawat lepas landas Nadia mulai panik serasa mAu jatuh, ya Allah koq rasanya kayak gini, kata orang kalau Naik pesawat enak tapi nyatanya gk, batin Nadia
maklum Nadia pake pesawat Lion, wajar lah kerasa banget gak enaknya Dan memekakan telinga lagi.
saat pesawat berada ketinggian 5.300 ft
Nadia beristigfar bergantian dengan sholawat bahkan Nadia sudah berserah diri kepada Allah jika ini sudah waktunya, sambil memegang Kursi yang ia duduki karna ketakutan.
beberapa menit Nadia pun tiba di jambi, saat turun dari pesawat Nadia mulai melangkah menuju pintu keluar meski Nadia sudah tidak berada di dalam pesawat tapi perasaannya masih di dalam pesawat.
setelah sampai pintu keluar Nadia mulai mencari seseorang yang memang sudah di hubungi sebelum penerbangan untuk menjemputnya
dia adalah abang kandung nadia
saat Nadia duduk di pintu keluar tiba-tiba abanya datang menghampiri Nadia.
kamu nadiakan?
iya ini nadia,
abang, ucap Nadia kaget langsung memeluk abangnya, sambil berkata abang koq gak kenal sama aku
bukannya gk kenal tapi penampilanmu sekarang sudah bedah, jadi abang ragu-ragu, ucapnya sambil melepaskan pelukannya.
ow,, kalau gitu Kita pulang yuk aku sudah kangen banhet sama mamah.
ayo, ucap abangnya berjalan menuju Mobil di ikuti Nadia dari belakang
setela mereka berada didalam Mobil mereka pun berbincang-bincang mengenai keluarga, beberapa menit Mobil pun sampai tujuan nadia mulai bergerak untuk turun saat Nadia turun alangkah kagetnya melihat pemandangan yg begitu luas Dan pepohonan yang begitu lebat tampah adanya rumah
__ADS_1
bang ini Kita di Mana koq belum sampai? Tanya Nadia bingung
iya memang belum sampai, kamu Tau sendiri Kan Mobil gak bisa masuk di desa kita, jawab abangnya dengan santai
terus Kita gimana dong Kan sekarang sudah jam 12:00, Masa Kita nginap di jalan Tanya Nadia khawatir
sebentar ya.
kamu tunggu di sini Aja abang mAu Cari ojek dulu.
gak ahh Aku takut bang.
ya sudah Kita ke POS itu Aja y, ucap abangnya sambil menunjuk POS yang tidak jauh darinya
ya sudah ayoh, ucap Nadia sambil berjalan mengikuti abangnya dari belakang
perjuangan bertemu keluarga butuh rintangan yang begitu banyak, aku sangat lelah sudah dua Hari aku di dalam perjalanan bahkan badanku terasa lengket karna tidak Mandi, batin Nadia mengeluh
bang Kita nginap di sini?
tidak, Kita nginap di rumah saudara, ini abang lagi sms minta di jemput, ucap abangnya sambil mengotak-atik Handphone
ow begitu, memangnya Kita gak bisa ya bang langsung kerumah?
gak bisa Dec, soalnya Kan sudah malam di jalanan sepih Dan Kita pasti melewati hutan, apa kamu gak takut kalau Ada apa2 di jalan
takutlah
ya sudah kalau takut
__ADS_1
nurut Aja sama abang.
Nadia pun langsung diam Dan mulai menyadari kesalahannya
beberapa menit
dua orang berkendara motor datang menghampiri mereka sambil berteriak di pinggir jalan
bg Zainal y? Tanya orang tersebut
iya saya sendiri?
kami di perintahkan untuk menjemput anda?
apakah kalian di perintahkan oleh Heriawan
iya benar Pak? silahkan Naik Pak, ucap orang tersebut
Nadia kamu mAu Naik motor yang Mana? Tanya abangnya
Mana ajalah bg, jawab Nadia
kalau begitu kamu Naik motor yang di depan aja ucap abangnya sambil mengantar Nadia menuju motor yang Ada di hadapannya
setelah Nadia Naik di motor, abangnya pun ikut Naik di motor satu lagi yang Ada di belakang nadia.
setelah mereka siap berlahan motor mulai meninggalkan tempatnya menuju tujuan
saat mereka di jalan tiba-tiba yang membonceng Nadia melihat srigala di hadapannya yang membuat dia tidak fokus menyetir.
__ADS_1
😍jangan lupa tinggalkan jejak😍