Cinta Terhalang Oleh Pondok Pesantren

Cinta Terhalang Oleh Pondok Pesantren
7. Episode 7 tiba di Suka bumi


__ADS_3

setelah beberapa menit Nadia melihat dirinya di pintu Alfamart, Nadia berjalan menghampiri satpam.


" Pak maaf mAu nanya, terminal di sini dekat Mana ya,,, Pak? Tanya nadia


" neng jalan lurus, terus belok kanan, lurus Aja terus, nanti Juga sampai koq, tapi kalau berjalan kaki mungkin butuh waktu beberapa jam neng, kalau menurut bapak si,,, mending kamu Naik Angkot aja neng" ucap Pak satpam


" baik Pak, terimakasih banyak, ucap nadia Lalu berjan di pinggir jalan raya untuk mencari Angkot.


saat Nadia melihat Angkot Nadia pun mulai melambaikan tangannya kepada Angkot tersebut, saat angkot berhenti di depannya Nadia pun mulai masuk, Dan berkata.


"turun di terminal ya Pak"ucap nadia


" nuhun neng" ucap Supir Angkot dengan bahasa sunda


berlahan Angkot pun mulai berjalan meninggalkan tempat semula.


saat Nadia duduk di Angkot, semua Mata tertuju padanya.


Ada yang berbisik-bisik sambil melihat ke arahnya, dengan tatapan sinis, Dan Ada Juga di antara mereka yang menutup hidungnya.


"dengan ke adaan yang menegangkan, penumpang turun satu persatu, Dan terakhir Nadia pun turun di terminal.


ini Pak uangnya, makasih ya Pak,,,,, ucap Nadia sambil masuk di dalam terminal Dan mencari Bus yang menuju Bogor.

__ADS_1


" Pak maaf mAu nanya "BUS" yang berangkat ke bogor yang Mana ya,,, Pak Tanya nadia, sama satpam.


' owww ini neng Naik aj, paling 5 menit lagi "BUS" nya berangkat' jawab satpam.


baik Pak, makasih, ucap Nadia sambil masuk di dalam "BUS"


setelah beberapa menit Nadia di dalam BUS, Supir pun masuk Dan menyalakan mesinnya berlahan BUS meninggalkan Kota bandung menuju Bogor.


**


Rehan yang biasanya selalu semangat bekerja kini seperti mayat berjalan, pikirannya selalu di hantui Nadia.


fadhil yang melihat sahabatnya khawatir dengan ke adaannya, yang semakin Hari semakin kurus, bahkan Rehan jarang menyentuh nasi.


" Han sebenarnya kamu tuc kenapa?"Tanya fadhil sambil duduk di samping Rehan.


Rehan tidak menjawab pertanyaan fadhil Dan masih menatap kedepan dengan tatapan kosong.


kini fadhil memberanikan diri untuk memegang bahu rehan.


"Han jawab pertanyaan aku" ucap fadhil dengan suara agak di keraskan.


fadhil,,,, kamu kenapa si,,,,,,,triak-triak gitu ,,,ucap Rehan tampa rasa bersala.

__ADS_1


harusnya aku yang nanya kamu kenapa bengong terus,,, ingat Han Kita ini kerja di kebun, jadi jangan banyak bengong, Kalu kamu ke surupan gimana? ucap fadhil dengan suara kesalnya.


"aku tidak bengong", jawab Rehan


" kalau tidak bengong apa namanya melamun, sama Aja han bengong sama melamun itu adik kakak' ingat ya,,,, Han Kita di sini sama-sama bekerja sama-sama hidup Dan sama-sama makan nasi tapi jalan hidup Kita berbeda-beda Dan cobaan yang Kita alami Juga berbeda-beda, jadi aku mohon sama kamu kalau Ada masalah jangan bawa-bawa di pekerjaan karna bukan kamu Aja yang punya masalah tapi Kita semua yang Ada di sini pasti punya masalah, tinggal Kita yang menyikapinya, ucap fadhil panjang lebar.


**


setelah beberapa jam menempuh perjalanan dari Bandung, AKhirnya Nadia pun tiba di Suka bumi.


"neng,,,, bangun turun khela atuh" ucap Pak Supir, sembari membangunkan Nadia


"sudah sampai Pak?" tanya Nadia sembari mengucek-ngucek matanya


" belum neng, mesinnya rusak, jadi penumpang di suruh pada turun dulu,,,soalnya "BUS" mAu di perbaiki.


oww, gitu ya,,,Pak,, terus sekarang Kita di Mana Pak? Tanya nadia


Alhamdulilla sudah sampai di Suka BuMi neng, jawap Pak Supir


JANGAN lUPA COMMENT DAN LIKE YA,,,,,,🥰😍😊


koin Mana koin

__ADS_1


__ADS_2