Cinta Terhalang Oleh Pondok Pesantren

Cinta Terhalang Oleh Pondok Pesantren
21. Episode 21 mencoba untuk ikhlas


__ADS_3

Hari ini adalah Hari pertama nadia masuk sekolah di gedung Baru Dangan wajah sedih Tampa Ada kebahagiaan sedikit pun, setelah sampai di kelas Nadia mencoba duduk di kursi nomor dua dari depan sambil menunggu guru.


10 menit


30 menit


setenga jam


satu jam


belum Ada tanda-tanda untuk belajar


sebagian dari teman nadia Ada yang tidur, ngobrol, baca buku Dan main di kolam, karna kebetulan gedung Sekolah itu di depannya Ada kolam ikan.


jam sudah menunjukan pukul 10:32 pagi tapi belum ada tanda-tanda untuk belajar bahkan sudah siang.


Nat, kamu lagi apa? Tanya Nurmi berjalan menghampiri Nadia yang sedang menulis


gak ngapa-ngapain koq cuma coret-coret buku, jawab Nadia sambil buru-buru menutup buku karna takut di lihat nurmi


ya Ellah Nat Hari gini kamu masih main rahasiaan sama Aku, sebenarnya kamu tuc gak percaya sama Aku apa gimana si?


mi, Aku percaya koq sama kamu, Kita kesaung yuk kayaknya di sana adem, ajak Nadia lalu berdiri menarik tangan nurmi menuju saung

__ADS_1


ya uda Ayo, Kita ngobrol di sana Nat, ucap nurmi sambil mengikuti Nadia dari belakang


iya, iya bawel, ucap Nadia cemberut


setelah sampai di saung mereka saling bertukar pengalaman Dan perasaan sampai AKhirnya Nadia menceritakan hubungannya dengan Rehan begitu pun dengan nurmi, mereka asyik ngobrol sampai lupa dengan waktu yang sudah menunjukan pukul 12:00 tiba-tiba terdengar adzan mereka sontak terdiam Dan saling menatap.


ya Allah ud dzuhur mi, Kita pulang yuk


iya ayok, gk kerasa ya, waktu begitu cepat, ucap Nadia berdiri Lalu berjalan menuju panti di ikuti nurmi dari belakang


iya jelaslah, orang Kita ngobrol, owh iya mi soal tadi jangan bilang ke siapa-siapa ya, cukup Kita yang Tau, ucap Nadia sambil menoleh kebelakang


iya iya santai Aja si, emangnya Aku ember bocor apa, ucapnya cemberut


Nat,, tungguin si, ucap nurmi sambil berlari mengejar Nadia


setelah sampai di panti mereka melaksanakan sholat berjama'ah lalu di lanjutkan dengan kegiatan masing-masing


***


ke esokan harinya mereka kembali Sekolah seperti biasanya meskipun mereka tidak pernah belajar tapi mereka tetap Sekolah sebagai tanda bakti mereka terhadap Ustadz


Nadia berjalan dengan nurmi menuju Sekolah, tiba -tiba Ada sepasang Suami istri paru Baya bersama satu anak laki-laki yang seumuran dengan Nadia menghampiri mereka.

__ADS_1


maaf neng mAu nanya Sekolah milik Ustadz Arif dimana ya?


Ustadz Arif, Nadia berfikir sejenak lalu menjawab


oww,, Sekolah Baru bukan bu?


iya bener neng katanya Baru tahun ini di buka pendaftarannya.


owww begitu kebetulan Kita mAu ke Sekolah beliau, kalau Ibu tidak keberatan bareng Kita aja bu, ucap Nadia sambil melirik laki-laki yang Ada di hadapannya


tuc cowok bening bangetz, batin nadia


owww boleh-boleh makasih banyak ya neng.


iya bu sama-sama, mereka pun berjalan menuju sekolah.


sesampainya di Sekolah Nadia mengantar mereka menuju kantor, Dan mempersilahkan mereka untuk duduk di sofa, setelah mereka duduk Nadia meninggalkan mereka untuk mencari nurmi yang tadi sempat kembali ke panti untuk mengabarkan Ustadz bahwa di Sekolah Ada tamu.


setelah Nadia keluar dari kantor dia celingukan mencari nurmi namun yang di Cari tidak tampak ke hadirannya.


😍 jangan lupa tinggalkan jejak 😍


tetap jaga kesehatan

__ADS_1


__ADS_2