Cinta Terlampau Jauh

Cinta Terlampau Jauh
antara sahabat dan cinta


__ADS_3

pagi itu seperti biasa Jessi datang ke sekolah dengan di antar pak Ahmad sopir pribadix. sedangkan Doni Novi dan Abel selalu pergi dan pulang dengan mobil yang sama karna rumah mereka pun searah.


"pagi semua" sapa Jessi riang saat memasuki kelas dan mendapati ketiga sahabatnya tengah bercanda ria


"pagi bidadari cantik" balas Novi


tiba-tiba Doni memencet hidungx dan berkata "eeehh woeee sadar Jessi itu bukan bidadari loe kalo mau menghibur kira kira doong. jatohnya malah fitnah tau gak. gak sesuai keadaan" omel Doni.


"apaan siih doni sirik bangett deeh. sakit tauuu " Novi berusaha memukul balas Doni namun Doni menghindar terjadilah saling kejar antara Doni dan Novi.


"mereka sweet banget ya bel" Gumam Jessi pada Abel sambil tersenyum geli.


"Iyya Jess, lucu" Abel nyengir kosong nyaris garing


tak lama bel berbunyi tanda jam pelajaran akan di mulai. pagi ini adalah mata pelajaran bahasa Inggris yang di bawakan oleh buk Mely guru muda yang terkenal killer.


dan entah mimpi apa Jessi mendadak keringat dingin saat membuka tasnya mendapati bahwa dia lupa memasukan buku bahasa Inggrisnya. sementara itu Novi pun tengah panik karna dia baru ingat kalo pagi tadi dia tidak sempat mengambil bukunya yang di pinjam tetangganya yang kebetulan setingkat dengannya namun beda kelas.


Jessi dan Novi duduk bersama mereka saling pandang dan saling memberi isyarat bahwa mereka berdua tidak membawa buku bahasa Inggrisnya.


sementara itu buk Mely mulai berjalan untuk memeriksa buku para siswa sambil mengeluarkan kata kata mematikannya "bagi yang tidak membawa buku silahkan berdiri di lapangan sampai jam pelajaran saya selesai"


Novi dan Jessi mulai pucat tapi ahirnya mereka berdiri untuk meninggalkan kelas. Jessi mengakui kesalahannya pada buk Mely bahw dia tidak membawa buku, buk mely hanya tersenyum dan mempersilahkan Jessi untuk keluar. Novi pun menunduk dan hendak mengakui kesalahannya juga tapi tiba-tiba Doni melempar kan bukunya pada Novi lalu mengatakan pada guru bahwa dia lupa membawa buku.

__ADS_1


Jessi yang sudah sampai di ambang pintu menoleh ke arah Doni dan Novi sambil menggelengkan kepalanya.


matahari begitu terik pagi ini di tambah tidak ada pepohonan di sekitar lapangan sehingga cuaca benar-benar panas. keringat mulai membanjiri pelipis Jessi, Doni mengeluarkan tissu dari saku bajunya dan memberikannya pada Jessi tanpa mengatakan apa pun.


"makasih ya Don" kata Jessi


"iya" jawab Doni singkat


"kenapa gak loe ungkapin aja" Jessi


"apa" Doni


"perasaan loe" Jessi


"gue tau loe suka sama Novi, kenapa kalian gak pacaran aja kalian cocok kok. lagian aku sama Abel juga setuju " Jessi menoleh ke arah Doni sambil tersenyum manis


seketika Doni kaget ternyata Jessi mengira bahwa dia menyukai Novi. semua yang dia lakukan itu untuk Jessi bukan Novi.


"persahabatan Jess, gue mencintai sahabat gue" ucap Doni dengan tatapan lurus ke depan


"tapi kalo loe suka sama Novi terus Novi juga suka sama loe, ya gak papa kalian bisa bersahabat sekaligus pacaran kan" Jessi mendesak


triiiiiiiiinnnnngggggg........

__ADS_1


bel jam istirahat berdering itu tandanya hukuman mereka juga berakhir. Jessi menarik nafasnya lega sambil meregangkan ototnya yang kaku akibat terlalu lama berdiri


sebelum melangkah pergi Doni menyempatkan menjawab pertanyaan Jessi


"kalo gue tau orang yang gue suka lebih menyukai orang lain, gue harus apa Jess" katanya lalu pergi meninggalkan Jessi yang masih terbengong sambil memikirkan perkataan Doni barusan.


dari arah lain Adam melemparkan sebotol minuman mineral yang di tangkap jessi secara spontan karena kaget.


"astaga kak Adam untung gak ngenain Jessi, kak Adam sembrono deeh" omel Jessi saat botol itu mendarat dengan tidak teratur di tanganya.


sementara itu Adam justru mengacak rambutnya dengan kasar "dasar tikus kecil hobby banget di hukum" katanya sambil mengejek


sementara itu Doni yang belum jauh dari mereka hanya menatap dengan datar sambil bergumam dalam hati "andai loe tau perasaan gue Jess, sakitt"


sementara itu Novi berlari menghampiri Doni


"yaampun Doni thanks banget yaa loe Uda nolongin gue, loe gak papa kan? panas gak? loe sampe keringetan gini.. " oceh Novi sambil menyeka keringat Doni yang memeuhi pelipisnya.


"dasar nenek lampir, bawel" Doni


"udah udah gak usah ngaja berantem yuk kantin yuukk gue traktir sebagai ucapan terimakasih gue karna lor Uda berkorban demi novi yang cantik jelita ini" Novi


Doni hanya tertawa geli mendengar ocehan Novi. mereka lalu menuju kantin untuk dan mengabaikan interaksi yang terjadi diantara Adam dan jessi

__ADS_1


__ADS_2