Cinta Terlampau Jauh

Cinta Terlampau Jauh
malam gerimis


__ADS_3

"16.30"


"kalo te suka ko bilang


Jang pura pura bahagia


berenti kasihan sa te mau terpaksa


suda lebih baik ko hilang


biar sakit Jang ulang ulang


karna makin ko cinta


makin za tambah luka

__ADS_1


sumpah sayang te kuat


biar hati sakit daripada bgini


za te bisa lagiiii"


kurang lebih bunyi lirik lagu yang Jessi dengar lewat earphone di bawah pohon beringin di pojok taman sore itu. entah mengapa dia merasa ingin menikmati suasa sepi hari itu seorang diri. tanpa Abel tanpa Novi tanpa Doni dan tanpa siapa pun.


sedetik ia memejamkan mata sedetik kemudian ia menghela nafas panjang. terlihat begitu beratnya beban hidup yang ia jalani saat ini. berada di bumi dengan jutaan manusia di dalamnya tapi dia justru merasa begitu sepi. konyoll?? mungkin.


Jessi berlari kecil menuju rumahnya yang berjarak tidak terlalu jauh dari taman itu. kali ini Jessi kurang hati hati sehingga dia terjatuh dan lututnya terluka. Jessi tidak lekas bangun justru menangis di jalanan seperti seorang anak kecil yang tidak menemukan arah pulang. Jessi duduk sambil memegangi lututnya yang berdarah, hujan semakin deras tiba tiba sebuah payung menutup di atas kepalanya. saat Jessi melihat ke arah atas justru yang ia temukan adalah wajah pangeran pujaannya (Adam).


"kak Adam" batin Jessi. tangan adampun terulur untuk membantunya berdiri. tanpa mampu menolak Jessi berdiri dengan bantuan Adam.


" sejak kapan anak kelas 2 SMA yang harusnya belajar di rumah justru berkeliaran di jalan di saat hujan. parahnya lagi menangis seperti bocah hilang" ejek Adam dingin

__ADS_1


"ehhh iya kak, terimakasih sudah membantu" jawab Jessi sambil membalikkan badan untuk meninggalkan Adam. namun tangan Adam menahan nya.


"gue antar pulang" ucapnya masih dengan wajah yang dingin


Adam tidak hanya mengantarkan Jessi tapi juga menggendong nya sampai ke rumah. karna kondisi kaki Jessi yang terluka sehingga kesulitan untuk berjalan.


sesampainya dirumah jessi Adam memanggilkan bik Susi asisten rumah tangga Jessi untuk mengobati lukanya.


"gue cabut yaa, lain kali jangan nyusahin orang" kata Adam pada Jessi . kemudian melanjutkan ucapannya itu kepada bik Susi "lain kali kasi tau tuh bik udah gede jangan nangis di jalanan, bikin malu aja. assalamualaikum" pamitnya sambil mencium tangan bik Susi dan melambaikan tangannya pada Jessi.


setelah kepergian Adam bik Susi memulai tawa gelinya melihat kejadian barusan. bik Susi paham betul jika anak laki laki yang baru saja mengantarkan putri majikannya itu adalah cowo idaman bagi gadis itu. karna bik Susilah satu satunya manusia yang paling dekat dan memahami Jessi.


namun ekspresi Jessi kurang senang karena dia baru sadar bahwa pangeran idamannya itu benar benar berjiwa dingin tidak ramah dan terkesan menyebalkan. namun sampai sejauh ini ia masih menggilai sosok itu.


jessi memasang muka cemberutnya dan mengurkan tangan memberi isyarat pada bik Susi untuk membantunya berjalan ke kamarnya tanpa mengucapkan kata apapun. namun bik Susi seperti sudah memiliki hubungan batin yang kuat dengan Jessi sehingga dia langsung membantunya sambil tersenyum kecil dan menggelengkan kepalanya pelan.

__ADS_1


entah kenapa Jessi merasa Ahir Ahir ini Adam sering muncul tiba tiba di depannya. seperti kejadian beberapa hari lalu di depan kelasnya, di parkiran mobil saat Jessi kesulitan memarkir mobil Adam datang untuk membantunya, dan hari ini di waktu hujan lebat bahkan orang orang saja malas untuk berkendara justru Adam muncul untuk menolongnya. apakah ini hanya kebetulan atau ada sesuatu di baliknya. entahlah Jessi lebih memilih untuk tidur daripada memikirkan itu


__ADS_2