Cinta Terlampau Jauh

Cinta Terlampau Jauh
4 sahabat


__ADS_3

yang nampak indah dari kejauhan belum tentu indah di pandang dari dekat. bahkan jurang tinggi pun nampak indah dari bawah tapi begitu menakutkan jika dilihat dari atas.


nilai sebuah kebahagiaan bukan lah dilihat dari kehidupan sosialnya, hartanya, atau parasnya. melainkan kenyamanan hatinya yang belum tentu bisa kita pahami.


Jessica gadis cantik, baik, kaya raya, periang dan di senangi banyak orang. dia nampak begitu sempurna. namun siapa sangka dia begitu lemah ketika harus berhadapan dengan keluarga nya.


jauh di dalam hati chelsea dia merasa sangat bodoh jika dia merasa iri dengan kehidupan Jessi yang menurutnya begitu sempurna. Chelsea menyesal pernah berniat untuk merebut Adam dari sisi Jessi. sungguh kehidupan nya yang serba sederhana itu justru lebih baik daripada Jessi yang selalu merasa kesepian bahkan ketika di kelilingi banyak teman bahkan banyak harta benda.


Jessi menangis di pelukan Chelsea, dan itu membuat hati chelsea semakin perih mengingat niat buruknya terhadap Jessi yang ternyata begitu lemah.


**


sekolah


"hayyy jesss.... " teriak Novi saat melihat Jessi berjalan beriringan dengan chelsea.


"hayu nov" balas Jessi sambil memeluk Novi


"yauda gue duluan yaa,. mau langsung ke kelas" sela chelsea berpamitan.


"iya kakak cantik salam sama teman-teman nya yaahh" jawab Novi sambil melambaikan tangannya.


Chelsea menanggapi Novi dengan senyuman manisnya lalu meninggalkan mereka berdua. dan bergegas ke kelasnya untuk menyelesaikan beberapa tugas yang belum ia kerjakan.


#


" Ahir Ahir ini loe kelihatan dekat yaa sama kak Chelsea" Novi


"gak tau nov, kadang ngrasa nyaman aja sama dia" Jessi

__ADS_1


"kalo di perhatikan kalian mirip tau" Novi


" ahh ada ada aja Lo. ya nggak laah jelas beda dia lebih tinggi lebih putih dari gue, rambutnya juga panjang lurus. ahhh lebih cantik lah dari gue" Jessi


" sebenarnya lo juga cantik Jess, sayang senyum Lo palsu" ejek Novi sambil tertawa.


Jessi merasa di sindir dia berusaha mengejar Novi yang berlari menjauhinya. sehingga mereka menjadi saling kejar sampai ahirnya tanpa sengaja Novi menabrak sosok Dimas yang sedang berjalan santai bersama Abel.


"auuuuu.... Dimas apaan siih kalo jalan liat-liat dong. sakit tauu" Novi cemberut sambil mengusap keningnya yang berbenturan dengan kening Dimas.


"idiihh... kok gue yang di salahin. yang ada tu Lo yang salah masih pagi main lari-larian kayak anak TK aja" sambung Dimas


"iya nih kalian ngapain coba main lari-larian kayak gitu, Masi pagi Uda keringetan noh" Abel membela Dimas


"Novi tuh resek, hobby banget ngejekin gue" Jessi


"siapa yang ngejek, gue kan cuma berkata sesuai fakta" Novi


"udah udah kantin yukk nongkrong sambil nyusu" Dimas


"dasar anak mami" Novi


"biarin daripada anak pisang" Dimas


"eeehhh kok malah gantia kalian yang ribut siih" Abel


"biarin aja beel, itu proses tumbuhnya benih-benih cinta" ucap Jessi sambil menggandeng tangan Abel "yauda yuk kita duluan jangan ganggu mereka" Jessi


"iihhh apaan. gue ikuuuttt" Novi mengejar Abel dan Jessi

__ADS_1


sementara Dimas masih terpaku di tempatnya.


"sampe kapan Lo bisa sadar kalo yang di hati gue itu Lo Jess bukan Novi" gumam Dimas lirih.


Dimas melangkahkan kakinya untuk mengikuti ketiga sahabatnya itu. ketiga gadis itu nampak bahagia dengan saling ejek saling cubit bahkan saling kejar.


Dimas merasa beruntung bisa bersahabat dengan mereka meskipun dia satu-satunya cowok diantara mereka. tapi dia justru lebih bisa bersikap dewasa dan menjaga ketiga sahabatnya itu.


"heyy princess kalian cari tempat duduk gih , gue yang pesenin minum buat kalian" Doni


"jangan susu ya soon gue Uda gede" Novi


"iya iya gue tau loe sukanya kopi" Doni


"enak aja, pokoknya gue chocolatos panas yaa" Novi


"bawel" Dimas


" gue coklat anget jangan terlalu manis ya Doni ganteng" Abel manja


"gue jus jeruk" Jessi


"haaaaa... jus jeruk?? sepagi ini??" ucap Novi dan Abel bersamaan


"iya gue Uda minum susu tadi dirumah chelsea. kenyang gue" Jessi


"oke dehh" Doni bergegas menuju tempat pemesanan.


sambil menunggu pesanannya Doni tak sengaja melihat Adam yang tengah duduk di sudut kantin yang pandangannya tertuju pada Jessi yang sedang asik bercanda dengan Novi dan Abel .

__ADS_1


hati Dimas kembali sakit, namun tidak sanggup berbuat apa-apa


__ADS_2