Cinta Terlampau Jauh

Cinta Terlampau Jauh
kesepakatan


__ADS_3

Minggu ini benar benar padat. seisi sekolah tengah di sibukkan dengan seleksi pemilihan calon siswa siswi terbaik sebagai perwakilan sekolah dalam perlombaan antar sekolah yang akan di adakan 2 Minggu lagi.


Abel sibuk mengikut seleksi olahraga bidang volli putri. Novi yang berbakat dalam tarian justru terpilih sebagai personil dance tanpa tes sekalipun, sungguh keberuntungan baginya. sementara Doni di tetapkan sebagai anggota basket. mereka semua benar benar sibuk dengan kegiatan masing masing hingga sedikit waktu untuk berkumpul karena bidang yang mereka masuki berbeda beda.


namun Jessi tetaplah Jessi masih bersantai ria di kantin sekolah dengan earphone di telinganya, menikmati segelas es teh manis sambil mendengarkan lagu favoritnya. sungguh tidak ada hal yang menarik minatnya. satu satunya yang ingin ia ikuti adalah seni bela diri. tapi dia tau dia tidak akan di izinkan oleh kepala sekolah karna papanya adalah sahabat karib kepala sekolah. dan papanya sangat menentang jika Jessi mengikuti seni bela diri.


"non Jessi ini kok nggak gabung sama temen temennya to ikut seleksi itu pada rame kan" tegur mba kantin yang tengah membereskan meja di samping Jessi.


"nggak mbak gak ada bakat, hehe" sahut Jessi santai sambil menyedot es yg ada di depannya.


"heeyy anak bodoh, enak banget yaa duduk santai di sini sementara seisi sekolah lagi sibuk persiapan lomba" kata Adam yang muncul tiba tiba dari arah belakang sambil membawa se mangkuk bakso untuk ia santap sebagai pengganjal perut.

__ADS_1


"kakak ngomong sama aku?" tanya Jessi memastikan


"yaiyalah sapa lagi. masak mbak Ijah" sahut Adam ketus


Jessi menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal itu sambil nyengir kuda "ya abisnya gue gak ada bakat kak,. jadi mau ngapain juga yakann" ucapnya membela diri


"kan gue Uda bilang pak Broto wali kelas loe itu udah usulin loe buat masuk group musik gue. bawain puisi puisi loe yang agak lebay lebay gimana itu daripada menuhin Mading gak guna mending tampil kolaborasi sama group music gue" jelas Adam


tapi Adam langsung menyumbat mulut Jessi dengan kerupuk yang ada di tangannya.


"no debat. intinya loe harus setuju. kita latihan mulai besok gue tunggu di ruang music jam 1 siang" kata Adam selanjutnya lalu memilih meja ternyaman untuk ia gunakan menyantap bakso yang sudah di pegangnya sedari tadi itu.

__ADS_1


lagi lagi Jessi menghela nafas panjang sambil berfikir dan meyakinkan diri jika sosok menyebalkan itu benar benar Adam sang idolanya. tapi tiba tiba muncul sebuah ide dalam benaknya bahwa dia harus menerima ajakan Adam itu untuk menuntut balas dendam karna Adam selalu menghinanya.


jessi berlari menuju kelasnya dan tanpa sadar dia menjatuhkan buku diary miliknya tepat di samping kaki Adam yang ia lewati dengan buru buru entah apa yang membuatnya tiba tiba berubah semangat seperti itu.


Adam mengambil buku itu awalnya ingin langsung mengembalikan nya langsung tetapi dia merasa tertarik saat melihat sampul depan buku itu adalah foto dirinya. Adam membuka lembaran terakhir buku itu krna tidak ingin membuka privasi Jessi meskipun sudah bisa di duga jika hampir seluruh isi buku itu adalah tentang dirinya.


"alam semesta AQ rindu cinta . cinta dari papa, mama, Oma, cinta orang orang terdekat bahkan cinta dari diriku sendiri.


dunia ini luas kan? tapi aku sangat kesepian bukan??


tapi Ahir Ahir ini aku senang karna pria pujaan hati ku itu mulai sering menyapaku. meskipun kadang aku takut kalau kalau suatu saat aku pun harus merindukannya"

__ADS_1


itu lah sepenggal kalimat yang Jessi tulis pada lembar terakhir buku diary nya. kemudian adam menutup buku itu lalu melanjutkan makanan nya yang sudah membengkak ingin segera di habisi.


__ADS_2