
beberapa hari kemudian setelah sembuh dari sakitnya Jessi ahirnya masuk sekolah dia sudah tidak sabar untuk bertemu ketiga sahabatnya dan juga Adam sang pujaan. pagi itu Jessi sengaja datang lebih awal dia ingin membuat kekuatan untuk Abel, Novi dan Doni. tidak lupa dia sengaja menyimpan sebungkus permen coklat kecil di laci meja Adam. karna hari itu masih terlalu pagi hanya ada beberapa siswa yang datang lebih dulu namun kelas Adam tampak begitu sepi sehingga Jessi bisa menyelinap masuk tanpa di ketahui teman kelas Adam.
namun sebenarnya Adam menyaksikan kejadian itu dari sejak Jessi masuk ke ruang kelasnya dan menyimpan sebungkus permen coklat di lacinya. tapi Adam enggan untuk menegur karna dia tau itu bukan kali pertama nya melihat Jessi melakukan itu. Adam memilih untuk pura pura tidak mengetahuix.
setelah Jessi pergi Adam langsung bergegas menuju mejanya mengambil permen itu lalu tersenyum datar dan menyimpannya dalam saku.
"andai jiwa ini dapat berjarak lebih dekat dengan mu
__ADS_1
saling bertegur sapa, saling memandang, bahkan saling mengasihi
betapa indahnya hidup ini
namun apalah aku
hidup bagaikan debu jalan yang hanya kau lewati tanpa kau pandang"
__ADS_1
Jessi adalah siswi dengan otak pas pasan namun begitu pandai membuat puisi. bahkan dia pernah menjuarai lomba baca puisi tingkat kota. Jessi juga aktif dalam organisasi bela diri di sekolahnya. karna penampilan nya yang sdikit tomboy dan otaknya di bawah standar itulah yang membuat Jessi merasa tidak pantas mendekati seorang Adam sebagai siswa terbaik dalam segi apapun yang memiliki sejuta prestasi dan menjadi idola kaum wanita. bahkan Ahir Ahir ini Adam tengah sibuk latihan band karna terpilih sebagai vokalis yang memiliki suara sangat indah.
" hayyy kamu" sebuah tepukan pelan di pundak Jessi yang membuat nya sangat terkejut saat dia hendak memasuki kelasnya. dan betapa terkejutnya saat dia membalikan badan suara itu berasal dari bibir manis sang pujaan hatinya (Adam). jantung Jessi seketika berhenti berdetak, aliran darahnya tidak normal, bahkan otaknya tidak mampu mencerna apa yang akan terjadi. tiba tiba Adam melambaikan tangannya di depan mata Jessi yang membuat Jessi tersadar dari lamunannya. "apaan sii ni anak di panggil malah bengong. mau numpang nanya nih liat pak Bagong nggak scurity galak itu" kata Adam selanjutnya. namun apalah Jessi yang terlalu dalam jatuh dalam kekagumannya sehingga dia tidak mampu mengeluarkan satu kata pun untuk menjawab pertanyaan Adam . singkat dan jelas Jessi hanya menggelengkan kepalanya tanda tidak tahu. "oohh yauda kalo gitu sorry ganggu" ucap Adam sambil tersenyum dan berlalu meninggalkan Jessi yang masih mematung di tempatnya berdiri.
"mimpi apa gue semalem" gumam Jessi saat berhasil berjalan dan duduk di kursi kelasnya. sambil menepuk meluk pipinya Jessi merasa kejadian ini seperti mimpi. untuk memastikan apakah itu nyata atau mimpi Jessi menggigit kuat lengannya sehingga dia merasa kesakitan dan tersadar. "waaaawww ini nyata ini tidak mimpii oohhh Tuhaaannn terimakasiiiihhhh Tuhaann , , , teriak Jessi sambil melompat dan menari di atas meja. betapa bahagianya ia meski hanya sekedar di sapa seperti itu oleh pujaan hatinya.
Adam yang mengamati gerak gerik Jessi dari kejauhan hanya mampu menahan tawa. yaaa, Ahir Ahir ini Adam mulai suka memperhatikan Jessi dari jauh seperti ini. namun Adam belum berfikir untuk lebih dekat atau memiliki ketertarikan terhadap Jessi.
__ADS_1
saat Adam keluar dari persembunyiannya di balik vas bunga besar di samping kelas Jessi dan pergi ke arah kelasnya. Doni melihat pula kejadian itu dari arah berlainan. Doni mulai merasakan kecemburuan nya.
"andai gue sebagai Adam Jess" ucap Doni lirih dan hampir tidak terdengar oleh telinga kosong.