
kejadian kemarin seperti mimpi, sungguh berat tapi sudah lewat. Jessi turun dari mobilnya dan melangkah memasuki sekolah denga wajah sedikit pucat karna semalam sempat demam dikarenakan hujan kemarin.
dari arah lain ia melihat Chelsea sedang berbincang dengan kawan sekelasnya. Jessi memanggil namax sambil melambangkan tangan. sepertinya Chelsea paham kode itu dan langsung menghampirinya.
"keruang music yuk kak kayaknya yang lain udah nungguin" Jessi
"oke" Chelsea
"oiya kemarin kalian kehujanan gak" Jessi
"iya Jess. deresss bangett hujannya... tapi untung aja Adam baik banget minjemin jaketnya ke gue padal udara pas dingin dinginya. gila tu anak rela berkorban gitu" Chelsea bercerita sambil tersenyum lebar merasa bangga dan secara tidak langsung sengaja memancing kecemburuan Jessi.
"iya kak Adam emang orangnya baik banget meskipun kadang dingin tapi aslinya nggak kok kalo Uda akrab dia orangnya asik" jawab Jessi santai dan diluar dugaan Chelsea.
gila ni cewek gak cemburu apa. batin Chelsea yang salah menduga bahwa Jessi akan merasa marah atau cemburu.
mereka berjalan beriringan sambil bercakap cakap santai untuk saling mengenal. sejauh yang Chelsea pahami Jessi adalah tipe orng yang periang. mungkin karna dia terlahir sebagai anak konglomerat yang memiliki segalanya sehingga hidupnya bahagia setiap saat. mungkin tidak mengapa jika dia meminta 1 kebahagiaan milik Jessi yaitu Adam.
....**
__ADS_1
sesampainya di ruang musik Adam dan ke empat temannya telah berkumpul dan bersiap untuk latihan.
saat Jessi baru memasuki ruangan tiba tiba Adam langsung memeluknya. sesaat suasana sangat canggung, sampai pada akhirnya Jessi menepuk nepuk pundkya agar dilepaskan oleh Adam, namun Adam tidak menggubris.
"kak Adam kenapa siih, main peluk peluk Jessi kaya gini malu tau kak diliatin orang iih" Jessi terus meronta untuk di lepaskan
ahirnya adam melepaskan pelukannya lalu memegangi wajah Jessi.
"loe gak papa kan, loe baik baik aja kan. maafin gue kemarin gue gak anterin loe pulang gue salah gue minta maaf" kata Adam dengan nada pilu penuh rasa bersalah
"nggak papa kok kak. lagian Jessi udah gede juga udah deh gak usah lebay. toh kemarin Jessi di tolongin sama kak Bayu" Jessi
"siap komandan" Jessi
Chelsea masih bingung dengan apa yang mereka bicarakan. otaknya masih terus memproses adegan pelukan Jessi dan Adam Chelsea merasa sangat di permalukan oleh Adam. dia adalah gadis tercantik di sekolah namun tidak di lirik sedikit pun oleh Adam. justru secara terang terangan Adam menunjukan keromantisan bersama Jessi di hadapan matanya.
"heyyy... ini ada apa sih kok gue gak paham yaa" Chelsea
"kemarin Jessi kecopetan di pasar buah dompet dan hp nya kebawa copet jadinya dia gak bisa pulang. pas banget hujannya deras kan kemarin, gue nemuin dia di halte nangis sendirian persis anak kucing kepisah sama induknya" terang Bayu sambil sedikit menggoda Jessi
__ADS_1
Jessi yang merasa dirinya sedang di hina tidak segan segan menginjak kaki Bayu dengan sangat kuat sehingga Bayu berteriak meminta maaf.
Chelsea terdiam, dia pun merasa bersalah atas apa yang menimpa Jessi. sebenarnya kemarin kakaknya sudah berada di gerbang sekolah untuk menjemputnya namun karna dia sangat ingin pulang bersama Adam diapun bersandiwara bahwa dia akan pulang naik ojek.
sungguh ini kesalahannya, Chelsea terus memaki dirinya sendiri dalam diamnya. karna bagaimana pun dia masih memiliki hati yang baik. di tambah lagi sikap Jessi yang begitu baik padanya.
namun rasa cemburunya terhadap Jessi mengalahkan akal dan hatinya. ia seperti terhipnotis untuk merebut hati adam dan menempati posisi Jessi yang begitu di sayangi oleh teman temannya.
bagi Chelsea hidup Jessi terlalu sempurna sehingga kecemburuan terus menggerogoti hatinya. semakin mengenal Jessi semakin Chelsea iri dengan kehidupannya.
yang dia inginkan saat ini adalah Adam. hanya Adam saja sesuatu hal kecil bagi Chelsea yang ingin ia minta dari jessi. hanya sosok adam yang selalu mendebarkan hatinya.
"oiya kakak kakak ku semuanya, nanti Jessi izin pulang duluan yaa. mau kumpul sama temen temen Jessi soalnya Abel temen aku ulang tahun. gak papa kan Jessi duluan" Jessi
"iya tapi kamu gak balik sendiri lagi kan" Adam
" nggak doong.. sopir Jessi nanti yang jemput soalnya kemarin emang orangnya lagi ada kesibukan gitu tapi hari ini nggak kok" terang jessi.
adam mengangguk sambil tersenyum dan mengusap kepala Jessi lembut. sungguh sangat manis sekali.
__ADS_1