
"nih handuknya, nanti sehabis mandi langsung ke dapur yaa. gue bantu ibu siapin makan malam dulu" Chelsea memberikan sebuah handuk kepada Jessi yang hanya di tanggapi senyuman tulus itu.
Chelsea bergegas menuju dapur untuk membantu ibunya menyiapkan makan malam.
**di dapur
"teman baru yaa" kata ibu Chelsea membuka percakapan.
"iyaa . . adik kelas aku buk" jawab Chelsea
"keliatannya baik. sopan juga " sambung ibu Chelsea "kalo cari temen itu yang kaya gitu bagusnya yang sopan sama orang tua" ibu Chelsea masih melanjutkan ucapannya.
Chelsea hanya diam. di dalam hatinya mulai mucul perdebatan antara logika dan perasaan.
"lagi lagi Jessi di nilai lebih baik dari gue" gerutu Chelsea dalam hati.
sementara Chelsea dan ibu tengah sibuk di dapur tiba-tiba kakak Chelsea yang bernama Reo muncul.
"baiknya enak masak apa nihh" kata Reno
"salam dulu reen" ibunya menegur
"oiyaa lupa hehe , assalamualaikum ibu dan adik aku yang sama sama cantik" Reno mengucap salam sambil menggoda kedua wanita yang ia sayangi itu.
"waalaikumsalam" ucap Chelsea dan ibunya
"kak Reno bauk banget kotor lagi. yauda sana mandi. jorokk" Chelsea menutup hidungnya
"namanya juga kerja di bengkel kelas kotor lah kena oli" Reno membela diri " yaudaa gue mandi dulu deh" Reno bergegas pergi.
__ADS_1
**kamar Chelsea
Jessi baru selesai mandi dia mengenakan handuk selutut berdiri di depan cermin. tiba tiba pikirannya tertuju pada sosok adam. hal itu membuatnya tersenyum bahagia.
"yauda deh keluar aja daripada kebanyakan halu. pikirnya
saat dia baru keluar dari kamar mandi tiba tiba ada sosok lain yang kebetulan membuka pintu kamar. dan mereka sama sama terkejut.
refleks Jessi berteriak dan itu membuat Reno kaget lalu buru buru menutup pintu kembali. nafasnya terengah engah . dia tidak mengira sama sekali ada seorang wanita di dalam kamar adiknya itu
dari arah dapur Chelsea dan ibu berlari tergesa gesa menghampiri nya.
"ada apa ren. kok ibu dengar ada yang teriak" ibunya sangat khawatir.
"kak Reno ngapain di depan kamar aku" Chelsea imbuh bertanya
"itu . anu. tadi kan gue mau mandi tapi kamar mandi kamar gue macet airnya gue lupa belum benerin kran airnya. nah pas gue mau masuk ternyata ada sosok wanita di kamar loe dek. dia kaget gitu liat gue jadinya dia teriak. gue juga kaget makanya ikut teriak sambil langsung nutup pintu".
''itu Jessica temen gue . tapi loe gak apa apain dia kan" Chelsea mengintrogasi kakaknya.
"ya nggak lahh. sumpah dehh" Reno meyakinkan.
"yauda gue mandi di kamar mandi utama aja kalo gitu" Reno meninggalkan kamar itu
Chelsea sedikit khawatir dengan Jessi dia mengetuk pintu pelan
tok ... tok .... tok....
"jeeess ini gue Chelsea, loe Uda pake baju belum. gueasuk yaa" teriaknya dari luar kamar. setelah mendengar jawaban persetujuan dari Jessi Chelsea langsung membuka pintu dan masuk ke kamarnya.
__ADS_1
"loe gak papa" Chelsea khawatir
"nggk papa cuma tadi gue kaget aja makanya teriak. itu tadi tiba tiba ada cowok masuk tanpa ngetik pintu" belum selsai Jessi menjelaskan Chelsea sudah memotong pembicaraannya
"itu kakak gue kak Reno namanya" Chelsea
"oh sorry . kirain siapa soalnya gue juga gak tau kalo loe punya kakak cowok" Jessi
"iya gak papa.. gue dua bersaudara dan itu Kakak gue" Chelsea menjelaskan
Jessi mengangguk tanda mengerti.
"loe Uda selsai belum kita ke dapur yuk" Chelsea
"oh iya Uda. ayuk'' Jessi
**dapur
"emmmmmhh. . . bauknya enak banget" Jessi
"eh nak Jessi Uda selsai mandinya" ibu Chelsea
"iya buk udah" jawab Chelsea lembut
"yauda sini bantu ibuk siapin makanan di meja makan" ibu Chelsea
"oh iya sini Jessi bantuin ibuk" Jessi
Jessi tampak sibuk membantu menghidangkan menu makan malam yang telah Chelsea dan ibunya masak. sementara Chelsea menyiapkan air minum dan beberapa gelas kosong di atas nampan.
__ADS_1
kesibukan mereka di dapur terekam oleh kedua mata Reno yang tampak senang melihat keakraban mereka.