
pagi ini kepala sekolah mengumumkan akan diadakannya lomba antar sekola dalam berbagai cabang seni maupun olah raga.. dalam waktu satu Minggu ini seluruh kegiatan siswa di alihkan untuk seleksi bagi siswa siswi yang berhak mengikuti lomba tersebut. pengumuman cabang olahraga maupun seni telah di pasang di papan pengumuman sehingga para siswa dapat membacanya dan mendaftar kan diri untuk mengikuti seleksi tersebut.
"gaisss gue pengen ikut group dance deh kira kira lolos gak yaa" gumam Novi sambil tersenyum gemas. "gue ikut basket aja dehh"seru Doni antusias. namun Jessi dan Abel masih diam dengan pemikirannya masing masing. Novi dan Doni saling memandang sekilas lalu memanggil pelayan kantin untuk memesan makanan. kebetulan mereka sedang berada di kantin sekolah untuk makan siang.
"bell loe gak minat gitu ikut seleksi lomba Minggu depan, ya ikut apa kek gitu biar kehadiran loe di sekolah ini ada manfaatnya. daripada cuma bikin kaya mbak kantin aja, pinter juga nggak" bisik Novi di telinga Abel namun masih dengan nada yang jelas dan terkesan sengaja di perkeras untuk menggoda Abel.
Abel yang mendengar itu tidak segan segan menjitak kening Novi yang ahirnya membuat suasana kantin menjadi Ramai dengan tingkah polah mereka yang saling membully satu sama lain.
"udah deeh aaaaahhh... kalian berisik taukk. ganggu kenyamanan orang makan aja deeh" omel Jessi pada kedua sahabatnya itu
__ADS_1
"iya iya ibu negara maaf" kata Novi "teruss loe mau ikut seleksi apaan"lanjutnya lagi
Jessi nampak berfikir sesaat kemudian hendak menjawab "bela dirrr" belum sempat menyelesaikan ucapannya seseorang telah memotong pembicaraan itu "puisi. Jessi ikut seleksi baca puisi dan jadi partner gue" kata seseorang itu yang ternyata adalah Adam .
"enak aja gue mau ikut seleksi bela diri bukan baca puisi. apaan sii kak Adam " omel Jessi
namun adam tampak cuek "no debat karna kepala sekolah langsung yang nunjuk loe baca puisi iringi performan gue di acara puncak" ucapnya sambil berlalu begitu saja. yaahh begitu lah Adam yang selalu tampak serius dan dingin.
"Jess, menurut gue jangan buang berlian saat loe kejatuhan" ucap Novi sedikit tidak jelas. yang di tanggapi tawa kompak Abel, Jessi dan Doni karna menganggap perkataan Novi terlalu amburadul tanpa makna yang jelas
__ADS_1
"loe ngomong apa siih Novi. gak jelas bangettt" ledek Jessi sambil menggelengkan kepalanya.
"entahlah apa maksud gue yang jelas loe harus gunakan kesempatan ini buat bisa dekat dengan kak adam Jessi ini kesempatan baik janga di lewatkan. plissssss perjuangin prasaan loe itu jangan di pendam teruss Jessi" sambung Novi antusias
"bener tuh Jess, gue rela banting tulang demi dukung loe dekat dengan kak adam " imbuh Abel yang tidak kalah ngaco dari segi bahasa yang ia gunakan.
namun Doni memilih cuek tanpa berkomentar apa apa dia justru asik dengan makanan nya yang sesekali menyodorkan sendok untuk menyuapkan makanan ke mulut Novi. karna gadis itu terlalu banyak bicara sehingga tidak sempat memikirkan makanan yang ada di depannya.
Doni Hanya berharap jessi akan bahagia dengan Adam meskipun itu sangat sakit baginya. tapi Doni tidak pernah egois dengan perasaannya itu. Doni mengesampingkan cintanya demi persahabatan. tidak ada yang tau bahwa Doni menyimpan rasa terhadap Jessi karna tidak ada perlakuan khusus atau tanda tanda yang ia tunjukkan. semua tersimpan rapi di balik kisah persahabatan mereka yang kini telah berjalan hampir 2 tahun itu.
__ADS_1
tidak terasa bel tanda berakhirnya jam istirahat telah berbunyi semua siswa bergegas kembali ke kelas masing masing. begitu pula dengan Jessi dan ketiga sahabatnya itu. meninggalkan kantin dan menuju kelas dengan saling melempar canda penuh gembira.