
"nak Jessi mau makan apa biar ibu ambilkan" ibu Chelsea
"oh ngk usah repot-repot Bu nanti Jessi ambil sendiri" Jessi
"nggak repot kok.. mau pake ayam goreng? ibu ambilin yaa.. tapi harus pake sayur juga yaa biar sehat" ibu Chelsea mengambil beberapa menu untuk Jessi.
" Chelsea mau makan apa sayang" ibu Chelsea
" aku mau sayur aja buk takut gendut kalo malam malam makan daging. hehee" Chelsea sedikit bergurau
"kamj tu... kalo Reno mau makan apa sayang ayam atau sayur aja sama kayak adek kamu takut gendut" ibu Chelsea
" nanti Reno ambil sendiri buk. Reno kan anak cowok masak mau manja terus sama ibuk malu dong" Reno
" ehh kok tumben malu di manja ibu.. apa karna ada nak Jessi yaa jadi malu malu gitu" ibu menggoda Reno.
ibu dan Chelsea tertawa bersama, namun Jessi hanya tersenyum ringan. sedangkan Reno memasang muka cemberutnya.
makan malam ini berjalan begitu hangat. mereka menyuapkan makanan di mulut masing masing sambil sesekali bergurau. benar benar suasana yang menyenangkan. sayangnya Jessi tidak pernah merasakan moment seperti ini di rumahnya. papa mamanya terlalu sibuk sehingga tidak pernah ada waktu untuk sekedar makan malam bersama.
tiba tiba air mata Jessi menetes tanpa bisa ia kendalikan. dadanya terasa sesak dan pilu, hidupnya terasa begitu hambar tanpa peran kedua orang tuanya. mereka ada namun seolah tidak ada. Jessi terlalu muak dengan kehidupannya.
__ADS_1
papa mamanya hanya sibuk dengan uang uang dan uang. mereka lupa bahwa putri satu"nya itu begitu sangat kesepian.
Jessi dengan cepat menghapus air matanya yang jatuh tanpa permisi. namun Chelsea lebih dulu melihat itu.
"Lo kok nangis Jess. kenapa?" Chelsea
"ahh nggk kok" Chelsea
"jangan bohong tdi gue liat Lo hapus air mata Lo" Chelsea
"nak Jessi menangis?? ada apa . apa masakan ibu tidak enak? atau nak Jessi merasa kurang nyaman di sini? " ibu Chelsea
"maaf" Chelsea.
"yauda nak Jessi jangan sedih yaa... nak Jessi boleh kok sering sering main kesini kalo merasa kesepian nanti ibu masakin yg special buat nak Jessi" ibu Chelsea
"yauda Jess kita ke kamar yuk" Chelsea
"tapi piring kotornya" Jessi
"udaah itu bagian kak Reno buat cuci piring itu udah tugasnya dia" Chelsea
__ADS_1
"iya Jess duo ratu ini suka maksa gue buat cuci piring" Reno
"bodo amatt... yadah yuk Jess" Chelsea
"oke" Jessi mengikuti Chelsea
**kamar Jessi
Jessi merebahkan tubuhnya di atas kasur sambil menatap langit-langit. pikirannya benar benar kacau malam ini. dia marah sangat marah tapi tidak pernah bisa ia ungkapkan.
"Jess" sebenarnya Lo ada masalah apa.. kalo Lo mau cerita gue gak keberatan kok dengerin" chelse membuka pembicaraan sambil mengusap bahu Jessi
"nggak papa kok chel (tersenyum) gue makasih banget loe Uda izinin gue nginep drumah lo.. sebenarnya hari ini tu papa mama baru pulang dari Bali. mereka janji mau nyenengin gue mau luangin waktu buat gue. tapi baru dirumah 3 jam itupun gue belum sempat pulang dan ketemu mereka karna gue masih sibuk di rumah Abel. tapi malam ini mereka Uda terbang ke Paris chel. mereka ingkar janji. mereka nggak sayang sama gue" tangis Jessi pecah kali ini. dia tidak mampu lagi untuk memendam rasa sakitnya.
Chelsea memegang tangan Jessi untuk menenangkannya.
"Lo jangan sedih. mereka sayang kok sama Lo, mungkin caranya dia menunjukkan rasa sayangnya itu aja yang berbeda" Chelsea
" tapi merek nggak mau ngerti gue chell. . mereka egois . gue butuh mereka bukan uang mereka chell. gue butuh kasih sayang dan perhatian . gue pengen kayak Lo kayak temen temen yang lain. tp yang gue dapat apa chell kebutuhan sosial gue terpenuhi tapi ke butuhan jiwa gue sama sekali nggak ada" jessi
"sabar Jess, mungkin sarang ortu Lo lagi berusaha untuk bahagiain Lo di masa depan" chelsea memeluk Jessi. tidak terasa air matanya jatuh karen terharu.
__ADS_1