
tak terasa waktu begitu cepat berlalu, jam telah menunjukan pukul 05 sore. latihan hari itupun berakhir dengan pulangnya seluruh anggota group band mereka kerumah masing masing.
"Jess, di jemput sopir nggak? pulang bareng yukk" Adam menawarkan tumpangan pada Jessi
"waaaahh,, kak Adam ini Uda kaya malaikat aja yaa. pass banget sopir aku kirim SMS kalo tidak bisa jemput karna ada keperluan eeh kak adam Uda langsung aja nawarin tumpangan" puji Jessi sambil malu malu mau
"mau nggak?" Adam
"maulah" Jessi
"yauda ayok" Adam
"siap komandan" Jessi
tiba tiba Chelsea memcahkan suasana
"ada yang searah rumah aku nggak di gang 5 blok M.... gue pulang sendiri soalnya" Chelsea
"itu sih searah sama Adam tu,, tapi kan Adam mau balik bareng Jessi beda arah lagi" Bayu
"oh yauda kalo gitu gue pulang sendiri aja" Chelsea
"eh jangan sendiri kak Uda sore banget ini bahaya" Jessi
"nggak papa kok Jess" Chelsea
__ADS_1
"gimana kalo kak adam balik bareng kak Chelsea aja. aku naik taksi aja GK papa" Jessi
"jangan dong Jess lebih bahaya lagi itu kan kamu biasa di antar jemput sopir, kamu gak biasa pulang sendiri" Adam
"kata siapa... ahahaha kak Adam ada ada aja. Aku biasa kok naik taksi" Jessi
"gak papa kok Jess, gue balik sendiri aja naik ojek" Chelsea
"aahh jangan. pokoknya kak Chelsea pulang bareng kak Adam. titik!" Jessi berlari kecil meninggalkan mereka di ikuti dengan Bayu dan juga teman lainnya.
menyisakan Chelsea dan Adam yang masih berdiri mematung di halaman sekolah.
"sorry dam, gara gara gue loe batal balik bareng Jessi" Chelsea membuka suara
....***
beberapa saat kemudian adam menghampiri Chelsea dengan motor Scoopy putih kesayangannya.
sepanjang jalan mereka saling diam dan itu membuat Chelsea merasa sangat tidak nyaman. tersirat jelas kekecewaan Adam gagal pulang bareng Jessi. tapi di dalam hatinya yang jauh Chelsea berterima kasih pada Jessi karna memberinya kesempatan untuk dekat dengan Adam.
perjalanan masih sangat jauh tiba tiba hujan turun dengan lebatnya petir menyambar dan angin bertiup kencang. Adam menghentikan motornya untuk berteduh di emperan sebuah toko yang telah tutup.
seragam putih Chelsea basah oleh air hujan yang sempat mengguyur tubuhnya sebelum memutuskan untuk menghentikan perjalanan. bra hitam yang ia kenakan nampak lebih berani menampilkan warnanya setelah seragam putihnya di taklukan oleh air.
dengan penuh percaya diri Chelsea mulai menggoda Adam. ia sengaja menjatuhkan tasnya di depan adam lalu pura pura mengambilnya agar di perhatikan oleh Adam.
__ADS_1
sedetik Adam melihatnya dengan sekilas lalu melepaskan jaket kulit yang ia kenakan dan memberikan pada Jessi.
"makasih ya, loe rela kedinginan demi gue" Chelsea tersenyum manja karna merasa sangat senang sekali Adam memperdulikan dirinya yang mungkin Adam akan menahan dingin tapi tidak membiarkan nya kedinginan.
"lain kali pake baju yang tebelan dikit" jawab Adam dingin tanpa menoleh sedikit pun kearah Chelsea
Chelsea merasa terkejut sekaligus sangat malu. sungguh adam tidak bisa di tebak, aksinya untuk menggoda Adam pun tidak berhasil sama sekali. hal itu membuat Chelsea merasa sangat kesal.
sementara Adam justru memikirkan Jessi Adam paham betul Jessi sangat takut dengan hujan lebat yang di Sertai angin dan petir seperti ini. semoga Jessi baik baik aja dan sudah sampai di rumahnya dengan selamat.
***
di lain tempat Jessi duduk memeluk kakinya di halte pinggir jalan. rupanya tadi memang dia sempat naik taksi namun turun untuk membeli buah dan membiarkan sopir taksi meninggalkannya karna dia pikir masih sangat lama daripada pak sopir menunggunya belanja lebih baik sopir itu melanjutkan pekerjaannya.
namun sayangnya saat hendak memasuki toko buah tas yang ia kenakan di copet sementara uang dan handphone ada di dalamnya Jessi berlari mengejar namun copet itu menghilang tanpa jejak.
ahirnya Jessi berjalan kaki sambil menghibur dirinya bahwa dia akan sampai dirumah dengan selamat atau akan mendapatkan bantuan dari orang yang baik.
Jessi masih berjalan terus berjalan sampai tiba tiba hujan turun dengan lebatnya. angin bertiup kencang di Sertai petir yang menyambar. Jessi sangat ketakutan dan memutuskan untuk berteduh di sebuah halte sendirian.
setiap kali ada mobil yang melintas ia coba menghentikan nya namun tidak ada yang mau berhenti. jam sudah menunjukan pukul 7 malam hujan juga masih belum reda. Jessi menangis dalam ketakutannya.
tak lama kemudian terlihat sebuah mobil yang berjalan lirik dan seseorang di dalamnya membuka jendela lalu dengan yakin menghentikan mobilnya.
"Jessi" teriak seseorang itu yang ternyta adalah Bayu teman adam
__ADS_1