
betapa aku bahagia betapa aku sangat senang hoo... hoooo...
senandung lagu yang dinyanyikan Jessi sambil berjalan santai di trotoar. wajahnya tampak ceria dan bersemangat. kali ini sopir pribadi Jessi tidak menjemputnya sepulang sekolah karena sakit. sehingga dia harus pulang sendirian, pak Ahmad sopirnya sudah memesan taksi online untuknya tetapi dia tolak dengan beralasan akan pulang bersama Doni dan teman temannya yang lain. tapi tidak seperti apa yang dia katakan, Jessi berjalan kaki seorang diri menikmati kebebasannya. mencoba berbagai jenis jajanan yang di jual di pinggiran jalan. berbagi uang maupun makanan pada anak jalanan, dan gelandangan yang ia temui. Jessi merasa bahwa hari ini hari kebebasan nya. karena selain tidak di jemput sopir , hari ini juga ia pulang cepat dikarenakan tidak ada latihan musik, karena adam sebagai ketua team tidak hadir yang katanya sedang menjaga ayahnya yang sakit.
"pimmm... pimmm..... " suara klakson mobil yang berjalan pelan di samping Jessi.
" wooyyyy tuan putri. . . ngapain lu jalan kaki kayak glandangan gitu. diiiihh dasar nyusahin" teriak seseorang yang mengeluarkan kepalanya melalui pintu mobil saat mobil berhenti tepat di depan Jessi. yang ternyata itu adalah Novi sahabatnya.
" udah naik buruan, gak usah banyak alesan" sambungnya lagi sebelum Jessi mengatakan apapun.
Jessi naik ke dalam mobil yang ternyta di dalam situ juga ada Doni dan Abel
"kalian mau kemana'' tanya Jessi polos
Abel geram menarik bahu Jessi untuk menghadap ke arahnya lalu meletakkan kedua telapak tangannya di pipi Jessi
"tuan putri ku yang cantik jelita bak Jessica Mila, kami bertiga sudah 2 jam keliling negara nyariin eluuu.... diiiihh nyebelin banget sihh loe pake Nanya kita mau kemana" gerutu Abel sambil melepas pipi Jessi.
__ADS_1
"oupzzzz sorry..." Jessi nyengir kuda "tapi kok bisa kalian nyariin gue"
"yaelah Jessi loe gak tau ini jam berapa. ini Uda lewat jam 5 sore dan loe belum pulang kerumah. bik Susi nyariin elu, tadi bik Susi nelfon Doni tuh nanyain kamu kemana soalnya dia bilang kalo tadi tuh pak ahmad kasi kabar kalo loe mau pulang sama Doni karna pak Ahmad lagi sakit". jelas Novi
"astagaaa... iyaa aku lupa. maaf yaa aduuh jadi gak enak deehh. maaf Doni bukan maksud aku juga mau jadiin kamu payung hitam. yaa aku dikit itu alasan yang tepat biar bik Susi sama pak Ahmad gak khawatir. sekali lagi maaf yaa" Jessi tulus meminta maaf sambil menyatukan kedua tangannya
Doni berbalik ke arahnya sambil tersenyum dan berkata " gak papa kok Jess, tapi lain kali kabarin kita yaa supaya kita juga gak panik nyariin loe".
Jessi tersenyum dan mengangguk.. Doni menjalankan mobilnya pulang ke rumah Jessi
"oiya Jess, gimana latian music loe sama pujaan hati" Novi mencairkan suasana
"tapi loe bahagia kan bisa dekat sama bebeb Adam " goda Abel
mereka bertiga tertawa berjamaah. hanya Doni yang terfokus sama jalanan karena sedang menyetir mobil.
"oiya besok malem bioskop yuk" Doni memberi usul " lama kan kita gak main bareng semenjak di sekolah kita sibuk latian buat lomba" terangnya.
__ADS_1
"setuju" jawab ketiga gadis yang duduk di belakangnya serentak.
"tapi siapa yang mau bayarin. gue gak ada duit. uang jajan di kurangin sama nyokap" Abel memanyunkan bibirnya
Novi langsung memeluknya "tenang Abel sayang kalo masalah itu jangan khawatir pasti tiket masuk dan jatah isi perut loe bakal di tanggung putri Jessi kok " ucapnya sambil melirik Jessi
"diiihhhh Novi, kirain loe yang mau bayarin taunya gue lagi yang di korbankan mana jatah makan Abel 3x lipat sama jatah jajan gue lagi" protes Jessi
"iiihhh Jessi jahat banget sii" Abel
"iya niih tuan putri terkaya seantero SMA mandiri pelit banget sama sahabat sendiri" Novi
"iya .. iyaa iihh bawell dehh.. lagian apa sih yang nggak buat kalian" jawab Jessi sambil tersenyum dan turut berpelukan dengan kedua sahabatnya.
"udaah.. untuk kali ini semua gue yang tanggung dehh" Doni bersuara
"serius" lagi lagi mereka bertiga kompak
__ADS_1
"dua riusss" jawab Doni
"yeeeeeeyyyuu..... asiiikkk... bisa irit uang jajan" ketiga kaum hawa itu sangat berisik karna senang