
*Bersambungin ceritanya nggak nihhhh... apakah permintaan Ray bakalan terkabul kan????? 🤗🤗🤗😘😘😘😘😘😘**mungkin kah April sudah mulai memberikan Hak Yudha*??????
Yudha pun berbisik mendekati April.
"Dek apa permintaan Ray bakalan terkabul kan"?. tanya Yudha dengan nada lembut.
" Aku siap mas. "balas April penuh percaya jika dirinya sudah siap menjadi istri seutuhnya.
" Benarkah aku tidak salah dengarkan "?. tanya Yudha.
" Iya April sudah siap, tapi April bukan istri yg sempurna mas".keluh April.
"Dek, kenapa kamu berpikir seperti itu, mas tulus mencintai dan menerima mu apa adanya" . ulas, Yudha kemudian mencium kening April.
Dengan membaca "Basmallah" kemudian Yudha mencium bibir April dan memulai nya April terbawa akan buaian yg suami mengikuti permainan Yudha.
Suara ******* saling bertautan Hawa AC yg dingin pun tak membuat dua sejoli itu merasa dingin semakin memanas permainan yg Yudha mainkan berulang-ulang hingga sepertiga malam, kini Yudha menyudahi nya melihat April yg sudah mulai lemas dan terlihat lelah.April memberikan Hak yudha yg selama ini belum terpenuhi kini April menjadi istri yg seutuhnya dan bercak merah di seprai menandakan jika April masi tersegel rapi.
Pagi sinar matahari menyibak di peraduan mata April dia terbangun melihat Yudha yg masih terlelap di samping nya lalu menatap wajah Yudha mengelus pipi nya dan"Mas, ternyata kalau dilihat dari dekat kamu ganteng".ucap April lembut kemudian Yudha membuka mata nya tangan April tertahan oleh Yudha.
"Sayang apa kamu baru menyadari jika suamimu ganteng".ledek Yudha.
" Ihhh... mas Yudha ke GR an dehhh."umpat April mulai malu.
__ADS_1
"Emang kenapa kalau GR n kamu suka kan ".Celoteh Yudha.
" Iya, Suamiku memang ganteng".saut April.
"Makasih ya sayang semua nya udah kamu jaga untuk mas".Ulas Yudha lalu memeluk April dan mencium kening nya.
" Hmmm... ".balas April mengangguk-angguk kepalanya.
Kemudian Yudha membantu April membersihkan diri ke kamar mandi dan juga membantu nya berganti pakaian April, giliran Yudha membersihkan diri April menunggunya di sofa tak selang la Yudha keluar dr kamar mandi dgn menggunakan handuk yg dililit kan di pinggang hingga April pun menutup matanya dgn ke 2 tangannya.
" Mas, Yudha".teriak April.
"Kenapa sayang, bukanya semalam kamu udah liat".cuit Yudha.
" Tapi kenapa, enak kan ".ledek Yudha langsung menoel dagu istrinya.
" Udah lah cepetan ganti Ray sudah menunggu dibawah".pinta April.
"Iya sayangku".balas Yudha langsung bergerak mengambil pakaian nya.
Selesai mereka turun dilihat Ray, Umi dan Abah menunggui di meja makan Abah membuka suara.
" Yud, bulan ini Abah mau pergi ke Mekah sama Umi , Abah minta kamu daftar in ya".pinta Abah.
__ADS_1
"Kapan"?. tanya Yudha.
" Ya secepatnya ".ujar Abah.
" Baiklah nanti Yudha atur".jawab nya.
"Ray, juga ingin Umi bawa ,boleh kan".tutur Umi meminta ijin Yudha.
"Terserah Ray aja Umi, Yudha ijin ni".saut Yudha.
" Gimana Ray, mau kan ikut Oma,? "tanya Umi ke Ray.
" Iya, Ma Ray ikut mau berdo'a biar Ray cepet punya dede ".ujar Ray.
" Amin".jawab semua mengamini do'a Ray.
"Yudha berangkat dulu, Umi, abah, Ray. " ucap Yudha menciumi kedua punggung tangan orang tua nya dan pamit dgn April mencium keningnya.
.
.
.
__ADS_1
Yudha masih kepikiran perkataan dokter Yogi agar secepatnya April operasi agar bisa berjalan lagi lalu jika nanti didalam perut April sudah ada kehidupan lalu bagaimana Yudha terus berpikir keras agar semuanya bisa berjalan semestinya.