Cinta Tulus Sang Tni

Cinta Tulus Sang Tni
Sedih


__ADS_3

Selang beberapa menit Yudha berkutat di depan kompor akhir nya Nasgor keju pesan istri tersayang nya sudah jadi Yudha segera menghampiri April yg duduk di pantry.


"Silakan... Nyonya April nya kesayangan mas ".seraya meletakkan sepiring nasgor.


" Hummm... harum aromanya ".seru April.


" Jelas pasti mas jamin enak sayang ".


April menyendok nasgor ke mulut nya dan mengunyah merasakan masakan sang suami.


" Kenapa? ".tanya Yudha.


" Ga enak? kok nangis? ".


" Enak kok... tapi April sedih masak mas lebih enak ketimbang masakan April".ujar April merasa sedih.


"Udah jangan mewek, nanti dede nya ikut sedih".ujar Yudha mengusap air matanya.


" April bersyukur bisa dapetin mas Yudha yg begitu tulus mencintai April".


"Mas juga beruntung dapetin istri kayak kamu mandiri, baik ga gampang nyerah".


" Mas Yudha jangan tinggalin April ya".pinta nya.


"Mas, janji ga akan ninggalin adek sayang".seraya mengecup kening nya dan beralih menautkan bibirnya.


" Ekhemmm... ".Deheman Aska membuyarkan ke duanya.


" Di sini banyak orang kalo mau mesra-mesraan di kamar".tambah nya.


"Dasar adik durhako kamu, Aska".umpat Yudha.


" Lha kan bener Aska omong".

__ADS_1


"Kalo dateng ucap salam atau gimana, biar yg di dalem ga gugup".ujar Yudha


" Tadi udah ucap tapi kalian aja yg ga denger, jadi maaf gue liat adegan ".seru Aska lalu pergi ke kamar nya.


" Udah makan nya kita ke kamar aja ya, sayang".ajak Yudha.


April mengangguk kepalanya.


Aska merebahkan tubuhnya yg capek seharian di rumah sakit ia melirik ponsel nya dilihat chat dari Rayyan keponakan yg begitu ia sayang


"Om,, Aska Rey kangen pengen pulang ke Indonesia tapi Oma Opa belum juga selesai ritual umroh nya".Chat Ray.


Aska pun membalas" udah sabar Ray lagian kamu berdoa apa disana, tumben ikut umroh? ".


" Ray, berdoa biar dikasih adek diperut mama, Ray berharap Alloh Kabulin permintaan Ray, Om".


"Amin....saat ini juga Allah udah ngabulin permintaan Ray, Mama April udah hamil".


" Alhamdulillah, om kok tau? kalo mama hamil? " .


" Hore... Ray bakal punya adek, makasih ya om info nya... emmuachh 😘".


"Sama-sama kesayangan, om".


Aska selesai mandi merasa lapar ia turun mencari makanan namun ia melihat Renata sedang menelfon seseorang tapi Aska tak bisa mendengar karena suaranya tak bisa didengar alhasil Renata tau Aska menghampiri nya kemudian telfonya diputus.


"Lo ngapain disitu? ".tanya Aska.


" Bukan urusan, lo".


"Udah sembuh? ".


" Udah".

__ADS_1


Aska pun beranjak pergi ke dapur menuju kulkas Renata pun mengekor Aska.


"Aska tunggu".pekik nya.


" Ada apa? ".jawab nya Aska membalikkan badan.


" Makasih atas bantuan lo semalem ".ujar nya.


" Oh.. jadi lo nyadar gue bantuin lo? ".


" Gue juga baru tau tadi ga sengaja Kak Yudha ngobrol sama mba April kalo lo nolongin gue waktu demam ".tutur nya.


" Iya... tapi inget lo jangan baper gue nolongin lo karena kemanusiaan ngerti! ".terang Aska.


" Hmmm".saut Renata


"Siapa juga baper sama lo cowok anyep kayak sayur asem".batin Renata.


" Lo ngebatin gue ya? ".tebak Aska.


" Engga, kok GR banget ".sautnya.


Aska menyunggingkan senyum nya melihat Renata cemberut.


Aska pun menarik Renata ke tembok dinding dan memepetnya.


" Ta... denger ya gue ga suka cewe kyk lo, karena lo bukan tipe gue".sarkas Aska mendekatkan wajah nya ke wajah Renata.


Padahal ma boong nya kebangetan si Aska gensi mau bilang suka Aska ma jual mahal ya.... wkwkwkckkk.


Renata gugup saat wajah Aska sedekat ini dari dirinya hanya 1centi saja.


"Ka, lo jangan kyk gini gue bisa mati tau".ujar Renata mendorong Aska dari nya.

__ADS_1


Renata pun lari meninggalkan Aska yg masih mematung.jantung Aska yg masih ber disko jedak jeduk entah kenapa banyak perempuan yg dekat dengan nya tapi tak seperti berdekatan dengan Renata.


__ADS_2