
Satu minggu berlalu.
Di Bandara Abah dan Umi menjemput kedatangan putra sulungnya Yudha pulang dari papua.
"Yudha".panggil umi.
" Umi, Abah,dimana Rayyan? ".tanya Yudha.
"Sekolah ,dia sudah semangat lagi setelah bertemu April".seru Abah.
" Ohh".saut Yudha.
Sesampainya di rumah Yudha dan Umi, Abah membersihkan diri lalu, Rayyan yang baru pulang sekolah melihat papa nya sudah pulang.
"Papa!!" teriak Rayyan
"Iya nak kamu baru pulang??" tanya nya.
"Ya, pa aku sudah bertemu mama, pa".ucap Ray.
"Maksud nya??" tanya papa
" Nanti kita temui mama April pa!! ".seru Ray.
"Iya, Ray". jawab papa
Kemudian Aska yang baru datang menyambung obrolan.
"Iya Bang, April memang mirip sekali dgn Mba Dina, sayangnya berbeda". tukas Aska.
" Berbeda mba Dinna kalem dan feminim April dingin,omong sedikit jutex ". ucap Aska
.
.
.
Di bandara
Saatnya April melakukan perjalanan ke luar negri Jakarta-singapure sekitar 2-3jam April yang sedari tadi OFF kan HPnya lalu mengaktifkan dilihat banyak notifikasinya dari Aska juga telfon.Hpny kembali berbunyi.
"Dreet.... dreet...
" Ya hallo",.ucap April
"Halo, pril bagaimana kabarmu?? ".tanya Aska.
"Baik ada apa,Ka?".Seru April.
"Ini Ray mau omong sama kamu pril. " jawab Aska.
"Ma, Ray mau ketemu mama".rengek Ray.
" Maaf ya, tante sedang diluar negeri bertugas nanti kalau ada waktu, tante kabari! ".tutur April menjelaskan.
"Kapan mama pulang? ".tanya Ray.
"Belum tau nak minggu ini sepertinya sibuk karena harus mengawal perdana mentri." tutur April menjelaskan semua
"Yasudah" tut..... tut.... telfon diputus sepihak oleh Ray.
"Huftttt.... ".hela nafas April"
Kemudian Ray membuang HP Aska ke ranjang dan lari ke luar.
dua orang laki-laki itu saling tatap menatap.
"Entahlah, mungkin dia ngambek lagi".celoteh Aska.
Lalu Yudha menyusul Ray keluar dilihat Ray duduk di tepi kolam renang menetes bulir bening itu" Hiks... hiks... kenapa mama jahat"lirih Ray. Yudha ikut duduk di sebelahnya.
"Ray"
"Papa tau kamu marah, tapi kamu juga harus mengerti kalau mama mu juga sibuk dan mama harus bekerja. " tukas Yudha memberi pengertian ke Ray.
"Tapi pa, tidak lah mama sedikit mengerti perasaan Ray, pa!!".seru Rayyan.
" Kita tunggu sampai mama mu pulang, oke!!"ucap Yudha.
__ADS_1
"Baik, pa". jawab nya.
.
.
.
2minggu kemudian April sudah pulang dari ber tugasnya akhirnya free April baru datang dilihat papi, mami nya duduk diruang keluarga.
" April, ucap mami.
"Ada apa mi??
" Sini "saut mami.
" Ini papi dan mami harus pergi keluar negeri !! tutur mami.
"Emang mau ngapain mi?? tanya April.
" Mami, papi mau dateng ke acara pernikahan bibi dira, dan suaminya orang Jerman jadi papi, mami harus datang. ucap mami.
"Terserah kalian lah, April lelah" Ucap April.
"Ya, sudah sana, mami, papi mau berangkat dulu pril. " pamit mami, papi.
"Ya, mi. saut April sudah berlari ke kamar atas.
April dikamar " huffft,, setiap kali April pulang papi, mami, sibuk sendiri".ucap nya merebahkan tubuh nya lalu tertidur hingga HP nya berbunyi. dilihat HP nya Ajeng.
"Hallo, ada apa jeng??".
" Ayo kita jalan² mumpung free". ucapnya.
"Kemana??".
" Tentu ke mall sayang".ucap ajeng.
"Oke, jemput ya!! seru April.
" Siap bos".
"Tin... tin... klakson mobil ajeng tanda mereka sudah datang.
April melihat dari jendela kamar nya lalu bergegas keluar ikut rombongan girls.
" Hai, semua "sapa April.
" Hai, prill!! seru mereka.
"Kemon beb,.. " jawab vivi menyeret April masuk
Sesampainya di mall mereka belanja apa saja mereka sukai hingga waktu menunjukan waktunya makan siang.
Seorang pelayan mendatangi mereka berlima menanyakan menu apa yang mereka pesan dan akhirnya ajeng lah yg memilih menu semuanya karena dia yang akan mentraktir.
Namun tak diduga saat mereka menikmati makanan Rayyan menghampiri April dgn papa Yudaha.
"Mama!!!!" teriak Rayyan berlari ke arah April.
"Uhukkk... uhukk".April baru minum tesedak.
" Pril! kamu gak papa kan".seru ajeng menepuk punggung April agar tersendak nya hilang.
"Mama nggak apa-apa?? ".tanya Ray.
April masih bergeming dlm hati nya"Kenapa sih ni bocil selalu ada di mana-mana seperti malaikat maut ku saja".
"Ehmmmm nggak apa-apa".jawab April.
Seseorang bertubuh besar gagah tampan yg berada di belakang Rayyan terlihat menyunggingkan bibir entah menertawai April yg tersentak atau gugup nya.
" Rayyan kamu kenapa disini??" tanya April.
"Aku sedang jalan-jalan dgn papa".ucap Ray sembari menggenggam tangan Yudha.
" Perkenalkan saya Yudha papa Ray. "ucap nya mengulurkan tangannya ke arah April.
" Hmmm, April. "jawab April dgn cuek.
__ADS_1
" Maaf jika kami mengganggu acara kalian".ucap Yudha.
"Tidak,Mas" . ucap 4 sekawan itu.
" Mama ayo kita main ke sana ma!! "ucap Rayyan merengek mengajak April ke wahana bermain.
"Pril mending kamu turuti Ray kasihan dia".Seru ajeng.
" Iy.. a".jawab April menggaruk-garuk kepala meskipun tidak gatal"Huffttt.. hari liburkan menjadi pengasuh bocah".ngedumel dalam hati April.
"Ayo ma!! ucap Rayyan menyeret April.
" Kami permisi ".seru Yudha pamit ke teman April.
" Yeahhhh, gagal pesta makan kita".ucap Luna.
"Udah-udah biarin lagian kita besok masih libur".ucap ajeng.
" Iya sihh".jawab vivi dan vita.
Rayyan mengajak April di wahana ekstrim April mengikuti kemauan Ray, hingga sore menjelang malam sampai Ray merasa sudah puas mengajak pulang.
"Papa ayo kita pulang, Ray sudah lelah".keluh Rayyan.
" Baiklah Nak".
"Ayo ma kita pulang".ucap rayyan membawa April ke mobil dan duduk disebelah Yudha memangku Ray.
Yudha hanya fokus menyetir April yang pura-pura membuang muka melihat jalan di dinding kaca mobil, perlahan Ray mulai menutup mata nya mungkin lelah hingga tertidur di pangkuan April.
" Ray.. Rayyan".panggil April mengelus pipi nya.
"Ray sudah tidur".ucap Yudha.
" Iya. " jawab April singkat.
Sesampainya di rumah Yudha memegang tangan April.
"Pril, boleh nanti kita bicara sebentar".ucap Yudha sedikit memohon.
" Baik, boleh".
"Terimakasih".
Kemudian April membawa Rayyan kedalam dilihat Umi dan Abah ada di ruang tengah.
" Asalamualikumm. ucap April dah Yudha lalu menyalami keduanya.
"Walaikumsalam.. jawab Umi, Abah.
" Kalian dari mana?? tanya Umi sedikit kepo karena tadi Yudha dan Ray pamit untuk membeli kado.
"Dari mall, mi".jawab Yudha.
" jadi kalian sudah berkenalan?? tanya Abah.
"Sudah, bah,mi.tidak sengaja kami bertemu dimaal lalu Ray mengajak ku ikut bermain ".jawab April memperjelas.
" Ohh, ya sudah sini biar Umi dan Abah yang menidurkan Ray, kalian ngobrol dulu. "titah Umi.
" Baik mi, bah ".jawab April.
April mengekori Yudha membawa ke taman belakang dan hanya pencahayaan lampu taman.
" Silahkan duduk".! seru Yudha, April duduk bersebelahan dgn Yudha.
"Berapa kali kamu bertemu Rayyan? " .tanya Yudha.
"Maaf saya lupa mengingat nya."jawab April.
" Hmmm apa yang kamu rasakan bertemu dgn Ray, apa karena iba atau karena kemanusiaan??".tanya Yudha yg menohok.
April berpikir keras dalam hatinya"seperti pertanyaan militer saja aku harus jawab apa ".batin April kebingungan menjawab nya.
" Hmmm... aku seorang perempuan punya perasaan juga punya rasa jadi aku tau apa yang sedang Ray rasakan".ucap April sedikit menyentil pertanyaan Yudha.
" Baiklah aku bisa Terima jawaban mu". seru Yudha.
"Apakah aku boleh mengenalmu jauh!!?".pertanyaan Yudha yg kedua membuat April gelagapan.
__ADS_1
" Mengenal, maksudnya? ".tanya April memperjelas perkataan Yudha.