Cinta Tulus Sang Tni

Cinta Tulus Sang Tni
Depresi


__ADS_3

Selepas April tenang Yudha memberanikan diri nya menemui April di kamar nya. April yg kini duduk di ranjang dengan tatapan kosong nya.


"Pril".panggil Yudha.


April tak merespon Yudha memberanikan lagi untuk memegang tangan nya.


" April, ini mas".


"Mas.. mas Yudha ".pekik nya dan mulai mengeluarkan air mata.


" Kamu kenapa sayang?.


"Mas.. April ga tau tiba-tiba emosi April ga ke kontrol meledak-ledak".


" Apa perlu mas carikan psikolog buat kamu? ".


" Ada baiknya mas, tapi aku takut akan mengganggu janin ku".


"Asal kamu ga terlalu stres dia tidak akan apa-apa".


" Makasih ya mas.. ".seraya memeluk erat Yudha.


.


.


Kini hari yg ditunggu-tunggu hari dimana Rayyan,Umi dan Abah pulang dari mekah makro mah.


"Mama... mama".teriak Ray mencari-cari April.


segera Ray ke kamar April yg duduk memandangi jendela balkon.


" Ray".

__ADS_1


"Mama Ray kangen sama mama".


" Mama juga, Ray".


"Ma.. apa permintaan Ray dikabulkan? dedek Ray udah disini kan! ".bisik Ray seraya mengelus perut April.


April mengangguk kepala" Iya, Nak dede udah di perut mama".balas nya.


"Hore.. hore, Ray bakalan punya adek, Ray udah ga sabar pengen main bareng, Ma".ujar Ray.


Yudha yg ada di ambang pintu pun tersenyum lebar melihat Ray dan April.


April pun melempar senyum ke Yudha dan memeluk Rayyan anak kesayangan nya.


.


.


Kini tepatnya umur kandungan April sudah memasuki 8 minggu lebih Umi dan abah akan mengadakan tasyakuran atas kehamilan April.


ia sudah menaruh obat cair ke dalam minuman April, ia akan menyaksikan tontonan yg seru saat reaksi obat itu bereaksi.


Pukul 7 malam acara dimulai dan acara selanjutnya tahlilan bersama selang 1jam obat yg diberikan Renata beraksi, April yg sedari tadi sudah menahan dan mengontrol emosinya kini tak bisa menahan nya sentak April yg sedang memegang gelas yg ia minum dilempar kan begitu saja.


"Prak".


Membuat seisi rumah itu menoleh kearah April


" April.. ".pekik Yudha. mendekati nya .


April yg mengigit jarinya." Kamu kenapa? sayang? ".tanya Yudha.


April menggeleng" aku benci kamu! kamu udah boongin aku mas?? ".

__ADS_1


" Boong apa? ".


" Kamu kasihan dan iba kan? kamu terpaksa nikahin aku kan? semua ini ga tulus kan".


April mendorong kursi roda nya ke kamar Yudha mengekor dan di sana April memberontak ke Yudha membanting semua yg berada dihadapan nya ia juga melukai diri nya dengan serpihan kaca "jangan mendekat, atau saya akan melakukan hal ini! ".Ancam April.


Yudha menggeleng " April tolong tenang, aku mohon".


"Ma.. bilang ceraikan aku mas! talak aku mas! ".


" Pril kamu ga boleh omong begitu! ".


" Mas apa gunanya aku jadi istri kamu, aku lumpuh mas? aku ga bisa bahagia kamu".


"TALAK AKU MAS... ".teriak April. Yudha berusaha meraih tubuh April namun April menepis nya.


Aska yg tak bisa tinggal diam membawa suntik kan penenang ia mengendap-endap mendekati April lalu menyuntikan penenang.


" Maaf mba, Aska terpaksa lakuin ini".lirih nya ketika April menatap nya.


Selang 10 detik April mulai merasakan kantuk ia kini sudah tertidur akibat penenang yg diberikan Aska.


Yudha pun segera membawa nya ke ranjang menidurkan "Bagaimana ini, Aska? ".tanya Yudha.


" Sepertinya mba April mengidap depresi, Kak".ulas Aska.


"Lalu harus apa yg kita lakukan? ".


" Dibawa ke psikolog , Kak".


"Aska takut kan mba April bisa gila dan mengancam kandungan nya".


.

__ADS_1


.


Renata yg menguping pun menyunggingkan senyum" Berhasil kan gue ".


__ADS_2