
Visual
Renata memang cantik tapi sayang nya ia licik mempunyai sifat yg kurang baik , ia menyukai Yudha yg sekaligus bekas kakak ipar nya suami dari Dina
Ganteng gak kalah sama Yudha ia mempunyai rasa dengan Renata namun ia ingin melindungi April dari rencana-rencana buruk Renata.
Pagi hari April dan Aska sarapan namun Renata masih tidur kamarnya.
"Mbak, Aska berangkat ke rumah sakit, hari ini Aska pertama masuk".
" Lho kamu beneran jadi Dokter, Ka?. tanya April.
"Iya, Aska udah mulai kerja " .
"Wih... ga Sia-sia Umi, Abah sekolah kamu diluar negeri" .
"Hmmm, Aska pamit, Ka".
" Iya ati-ati ".
Aska melirik Renata yg baru turun dari tangga ia menundukkan kepala agar tak melihat Aska kejadian semalam membuat Renata kesal akan Aska.
__ADS_1
Aska berlalu masuk ke mobil nya, namun enggan menjalankan nya masih menunggu Renata keluar, selang beberapa menit Renata keluar Aska segera keluar menarik paksa Renata masuk mobil nya.
" Aska apa-apa lo".teriak Renata.
"Masuk... gue bilang nurut".ucap nya membuat nyali Renata ciut kini menurut ke mobil Aska.
Aska pun segera melajukan mobil nya " lo gue anter ke kampus".
"Turunin gue di sini, gue gak mau,atau gue lompat dari mobil lo! ".titah Renata
" Yaudah sono loncat, gue seneng lo mati sia-sia ".
Membuat Renata makin takut helaan napas Renata pasrah.
" Gue kira, lo nekat, Ta".
.
.
Di rumah kini April sendirian ia merasa kesepian menelfon Ajeng, tak diangkat pikir April Ajeng pasti sibuk kerja beralih menelfon suaminya namun nomor nya tak aktif.seharian April menghabiskan waktu nya dengan merajut benang dibuatnya topi untuk calon baby nya.
Pukul 5 sore Renata pulang tanpa sepatah kata Renata masuk ke kamar nya.
selesai membersihkan diri Ata melihat April masih sibuk merajut ia merencanakan sesuatu ingin mencelakai April, Renata membawa minyak goreng ditumpahkan dilantai agar April terpleset saat mendorong kursi roda nya"sekali lumpuh biarin lumpuh".pekiknya.
__ADS_1
Renata tersenyum sinis,kini April merasa lelah ingin ke kamar nya.ia mendorong kursi roda nya saat sampai di lantai yg diguyur minyak April tidak dapat mengerem kursi rodanya melaju kencang dan tersungkur hingga terpentok tembok dan perutnya tertindih kursi rodanya sangat keras "tolong... ".teriak nya hingga ia menyadari ada darah mengalir dari paha nya" astaghfirullah , darah".ucapnya.kepalanya yg sudah terasa pening pandang nya mulai kabur, Renata yg menyaksikan merasa senang berhasil lalu ia mengepel minyak yg ia tumpah kan alibinya . selesai ia menelfon Aska segera pulang karena April jatuh, selang 15menit Aska datang Renata pura-pura menangisi April di dekat nya,Aska pun memboyong April ke mobil nya dan Renata ikut .
"Bagaimana ini bisa terjadi? ".tanya Aska
" Gue juga gak tau baru pulang dari kampus liat April udah jatuh".
"Kalau terjadi sesuatu dengan mba April gue bakal gak maafin diri gue gak bisa jagain dia".
Sesampainya di rumah sakit segera Aska memanggil sahabat nya dokter spesialis kandungan.segera April dibawa ke UGD.
Aska yg terlihat mondar-mandir gelisah namun Renata masih santai dan duduk di kursi tunggu.
Dokter yg memeriksa pun keluar.
" Bagaimana, Dok? ".
" Hampir saja kandungan ibu April namun masih bisa terselamatkan ".ucapnya.
" Alhamdulillah, terimakasih Dok" .ucap Aska.
"Sama-sama dokter Aska, saya permisi".jawabnya.
Renata pun kesel karena gagal membuat April celaka.
" Ta, lo ke kamar April gue mau hubungi Kak Yudha ".
__ADS_1
" Hmmm.. ".sautnya segera ke kamar rawat April ia membuka melihat April di ranjang yg menggunakan selang di hidungnya" kenapa sih, lo ga mati sekalian ".batin Renata.